Perfect Partner

Perfect Partner
Au ah gelap



1 bulan kemudian Dira dan Adelia semakin dekat, begitu pun axcel ia terus mendekatkan diri dengan Dira agar Dira bisa memaafkannya, saat Adelia dan Dira berjalan menuju kantin Axcel menarik tangan Dira.


" please beri aku satu kesempatan" ucap axcel dengan menyatukan tangannya meminta mohon pada Dira, akhirnya ia pun memberi kesempatan untuk axcel berbicara dan menyuruh Adelia untuk terlebih dahulu ke kantin.


" ga usah basa-basi langsung ke intinya aja" ucap Dira ketus.


" Dira ijinin aku buat tebus semua kesalahan yang pernah papah aku buat"


" terserah"


" itu artinya kamu ngijinin aku?"


tanpa menjawab apapun Dira langsung pergi meninggalkan axcel, axcel tersenyum samar karena Dira masih saja menggantung perkataanya.


Di kantin Dira sudah bergabung dengan Adelia, Aldi berlari dan mendekat menuju meja Dira dan Adelia tempati lalu bergabung duduk.


" loe belum pesen Ra?" ucap Aldi pada Dira dengan dilirik oleh Adelia yang sedang memakan makanannya, Dira menggelengkan kepalanya.


" oke bentar ya gue pesenin" ucap Aldi sambil mengacak-ngacak rambut Dira kemudian pergi, sontak Dira langsung memasang muka sebal karena Aldi mengacak-ngacak rambutnya.


" Ra kenapa loe ga pacaran aja sih sama kak Aldi, kurang apa coba dia ganteng iya baik apalagi" ucap Adelia dan menghentikan aktivitas makannya, Dira pun langsung melihat punggung Aldi yang sedang memesan makanan dan memikirkan perkataan Adelia barusan memang benar Aldi begitu baik padanya tapi entahlah Dira masih mengganggap Aldi sebagai sahabat tak lebih dari itu.


" gue nganggep dia cuman sahabat Del, gak lebih dari itu"


" inget omongan nyokap gue sahabat pun bisa jadi pacar"


" tapi gue gak mau rusak persahabatan ini del"


" gak akan rusak Ra, loe bisa jadi sahabat sekaligus pacar"


" maksud loe?"


" ya pokoknya gitu deh susah jelasinnya, sekarang gue tanya perasaan loe sama kak Aldi gimana?"


" hahahah"


" kok loe ketawa sih?"


" habisnya loe polos banget sih, loe bilang dulu pernah suka sama kak axcel terus apa yang loe rasakan sama kak axcel?"


" ya gitu sama, tapi anehnya gue gak rasain lagi tuh kalo sama tuh orang"


" itu berarti loe udah punya perasaan sama kak Aldi"


" tau ah gelap"


Tak lama dari itu Aldi membawa makanan dan minuman masing-masing dua lalu duduk bergabung.


" hayo kalian lagi ngomongin gue ya"


" kalo iya kenapa kak" ucap Adelia dengan polosnya, Dira sontak langsung membekap mulut Adelia kemudian memberikan tatapan tajam pada Adelia setelah itu melepaskan bekapannya, jauh dari sana axcel sedari tadi memperhatikan Dira dan Adelia sedang berbicara betapa sakit hatinya dia saat tahu kalo Dira tidak lagi mencintainya.


" lagian ga papa kok kalian ngomongin gue, gue mah udah biasa di omongin secara gue ganteng"


Dira memberikan senyumnya yang sangat terpaksa pada Aldi yang begitu narsis, di saat itu juga Kaila datang berjalan tepat di depan meja mereka, akal licik Aldi pun timbul ia menjulurkan kakinya sontak Kaila langsung jatuh tersungkur ke lantai lalu bangun dan pergi dari sana tanpa melihat terlebih dahulu kaki siap yang menghalangi jalannya dengan wajah yang sangat sedih, Aldi yang melihat wajah Kaila sangat sedih langsung merasa bersalah.


" kejam banget sih kak" ucap Adelia dengan Aldi yang melihat padanya.


" Nangis tuh anak orang"


Aldi pun semakin merasa bersalah, tapi ia tak memperdulikan itu dan menyuruh Dira untuk memakan makanannya, kemudian mereka menyantap makanan masing-masing.


👋👋👋hai-hai segini dulu gengs jangan lupa like komen dan vote terus setia tungguin ceritanya ya