
" makasih kamu udah mau nunggu aku, dan sabar dengan segala sikap aku" kata Dira dengan wajah yang sangat berterima kasih pada Aldi, Aldi tersenyum pada Dira.
" itu adalah kebesaran cinta"
" lebay banget sih"
" aku tuh bucin banget sama kamu Dira"
" udah ah yuk ke kelas bentar lagi masuk jam pelajaran pertama"
" ayok"
mereka berdua berjalan berdampingan, dengan berpapasan dengan Axcel dan perlakuan Aldi berubah yang tadinya menggenggam tangan Dira kini merangkul pundaknya, sontak Dira terkejut tapi ketika dia tahu Axcel lewat ia pun langsung tersenyum pada Aldi, dan Aldi membalas senyuman, memanas-manasi Axcel.
Di sisi lain Kaila juga melihat semakin hari Dira dan juga Aldi semakin dekat, keinginannya bersama Aldi sudah terhapus dalam-dalam tak akan pernah terwujud, saingan dia saat ini adalah cinta pertama Aldi yang tak mudah untuk di singkirkan, Kaila hanya bisa memendam rasa pada Aldi, memendamnya sendirian dan sakit hati sendirian melihat Aldi begitu dekat dengan Dira.
Setelah mengantarkan Dira ke kelasnya, Aldi berpapasan dengan Kaila, dan Kaila tersenyum pada Aldi.
" kak"
" eh kai, nanti abis sekolah gue ajarin loe pake motor ya"
" berdua?" tanya Kaila yang kegirangan.
" engga, nanti Dira juga ikut" jelas Aldi kemudian pamit untuk masuk ke dalam kelas, padahal ia mengharapkan Aldi yang mengajarkannya.
" apa aku egois jika menginginkan kak Aldi?" gumam Kaila melihat Aldi yang masuk kedalam kelasnya.
" loe suka sama dia, kenapa loe gak bilang aja" kata Axcel pada Kaila, Kaila pun langsung kaget karena Axcel datang secara tiba-tiba.
" kalau pun suka, kita gak akan pernah bersatu"
" bisa, asal loe bersikap sedikit egois dan mementingkan diri loe sendiri"
" aku gak mau berbuat masalah dengan mereka, aku bukan tandingan mereka"
" loe berkah buat suka dan nyatain perasaan loe kai, memendam rasa tuh gak enak"
" iya aku tau, tapi biarlah ini jadi urusan aku kak, aku permisi" ujar Kaila lalu pergi meninggalkan Axcel yang nampak kesal,padahal ia ingin memanfaatkan Kaila untuk bisa dekat lagi dengan Dira, tapi sepertinya Kaila bukan wanita yang mudah untuk di manfaatkan.
Sepulang sekolah, seperti yang di janjikan Aldi, Kaila ikut bersama dengan Aldi dan juga Dira, Kaila menggunakan taksi online bersama dengan Dira untuk menuju rumah Kaila, sedangkan Aldi mengikutinya dari belakang.
" maaf ya rumah aku memang kaya gini" kata Kaila kepada Aldi dan juga Dira.
" ga papa kai" jawab Aldi dengan tersenyum, begitu pun Dira.
Lalu Dira mengendari motor baru Kaila dengan Kaila yang ia bonceng menuju lapangan, Aldi mengikutinya dari belakang, beberapa menit kemudian mereka sampai di lapangan.
" nah bagus nih kai buat belajar, cuacanya juga bagus" ucap Dira dengan tangan memegang pinggang dan memperhatikan sekitar.
" ah iya, maaf ya aku merepotkan kalian padahal sepeda saja sudah cukup untukku"
" gak usah bilang gitu kai, aku seneng kok bantu kamu" jawab Dira tersenyum dan kini memanggil Kaila dengan aku kamu, Kaila yang menyadari itu langsung tersenyum.
" ayo kai, coba pake motornya" kata Aldi menyuruh Kaila, dengan menahan sedikit motornya, Kaila mencoba menaiki motornya dan berjalan perlahan.
" yey tuh bisa semangat kai" sorak Dira, Aldi yang melihat keceriaan Dira ia langsung tersenyum Dira yang dulu benar-benar sudah kembali, Kaila memutari beberapa kali lapangan dengan sangat lihai,mungkin karena di sudah bisa menggunakan sepeda jadi tak begitu sulit untuknya menggunakan motor, hanya saja masih belum bisa mengatur gas motornya, Kaila pun berhenti tapi tak sengaja gasnya tertekan tapi untungnya saja ia langsung mengerem dengan jantung yang berdebar karena takut.
" santai, santai kai" ucap Dira dengan sedikit tertawa pada Kaila.
" loe cepet juga bisanya" kata Aldi setelah Kaila turun dari motor dan duduk di bawah pohon bersama.
" mungkin karena sama dengan sepeda hanya saja aku belum bisa mengatur gas motor dengan lampu sennya"
" lama-lama pasti bisa kamu harus terus berlatih" kata Dira melihat ke arah Kaila.
" Ra, itu ada..." ucap Aldi pada Dira.
" ada apa?"
" ulet"
" ulet, ahahhh tolong dong buang uletnya" ucap Dira pada Aldi dengan sedikit merengek karena Dira sangat geli dengan yang namanya ulet.
" ih ga mau" ucap Aldi pada Dira padahal sama sekali tak ada apapun hanya ada daun kering yang jatuh di rambut Dira, Dira berdiri terus mengibas-ngibaskan rambutnya berharap ulet yang di sebut oleh Aldi tak ada di rambutnya.
" Ra bentar biar aku yang ambil" ujar Kaila berdiri dan Dira diam membiarkan Kaila mengambilnya,lalu menunjukan pada Dira jika itu hanya sebuah daun kering yang jatuh, seketika mata Dira menatap tajam pada Aldi yang berani mengerjainya.
" Aldiiii" teriak Dira, sontak Aldi langsung lari karena takut dengan amukan Dira, sampai ketengah lapangan, Kaila memperhatikan mereka berdua yang tertawa satu sama lain, dan membayangkan jika saja posisi Dira adalah dirinya.