
Suasana di aula saat ini sangat kacau semua murid ketakutan karena melihat Dira di todong dengan pistol oleh seseorang dan betapa kagetnya para murid disana ternyata orang yang menodong Dira dengan pistol adalah Bu Amel.
Aldi yang berada disana bingung bagaimana cara membebaskan Dira, para anak buah Deni pun dengan pelan-pelan mendekati Dira yang sedang di todong pistol tepat di kepalanya.
" jangan mendekat" ucap Amel sedikit berteriak, entah apa yang ada di pikiran Amel sehingga begitu berani ia menodong Dira di depan semua muridnya.
Dira berusaha melepaskan tubuhnya dari Amel dengan sekuat tenaga, tapi sayangnya yang membuat Dira tak berkutik lehernya semakin dipegang keras hingga Dira kesulitan untuk bernafas.
Mereka semua bingung bagaimana cara menyelamatkan Dira jika bertindak gegabah Dira pasti akan terluka, Bimo yang ikut dengan Deni pun memutar otak agar bisa menyelamatkan anak tuannya itu.
Berbeda dengan Deni ia sangat marah dengan kelakuan Amel yang berani sekali bersikap seperti itu, tanpa berpikir panjang ia pun mendekati Dira.
Amel semakin mengeraskan tangannya di leher Dira saat Deni melangkah menuju dirinya, Dira semakin sesak kesakitan ia susah mengatur nafasnya dengan baik.
" Kalo kamu mendekat jangan harap anak kamu bisa selamat" ucap Amel dengan mata yang memerah seperti menendang dendam yang sangat dalam terhadap Deni.
semua murid disana terbelalak mendengar jika ternyata Dira lah sang anak direktur tersebut, tapi mereka semua tak banyak bicara karena kondisinya masih sangat menegangkan.
Deni terus melangkah begitu pun Bimo yang sudah memikirkan bagaimana caranya, ia berjalan dengan pelan tanpa Amel ketahui dari belakang saat Bimo dekat dengan Amel, Bimo memberi anggukan kepala pada Deni. Ia pun langsung menarik pistol di tangan Amel dan menarik tangannya hingga tangan Amel diikat kebelakang, Dira pun bebas dengan diakhiri batuk-batuk.
Murid disana mulai tenang karena Bu Amel bisa di tanganmu, dan entah siapa yang menelpon polisi pun datang tepat saat Bimo sudah mengikat tangan Amel, Amel pun berteriak-teriak pada Deni.
" Dasar bajingan kamu"
" awas aja aku akan terus ganggu hidup kamu dan anak kamu, aku gak akan biarin hidup kamu tenang" teriak Amel, polisi pun langsung membawa Amel agar situasi tak semakin runyam.
Semua murid membicarakan kejadian yang barusan terjadi, sebenarnya ada hubungan apa direktur dengan Bu Amel? kenapa Bu Amel Semarang itu pada direktur? begitulah pertanyaan-pertanyaan yang mereka bicarakan dengan jawaban yang mereka simpulkan masing-masing.
Pa Bakri naik ke atas panggung.
" perhatian semuanya" semua murid tertuju pada pa Bakri yang berada di atas panggung.
" untuk hari ini cukup, silahkan kalian membubarkan diri dan untuk kejadian barusan pihak sekolah akan membicarakan hal tersebut sekian" semua murid bar dari aula kecuali para guru dan Deni beserta anak buahnya.
Dira dan Aldi keluar dari ruangan aula berjalan bersama menyusuri lorong Dira masih syok dengan kejadian tadi sehingga ia tak banyak bicara, Aldi sesekali sambil berjalan memperhatikan raut wajah Dira yang tak bisa ia baca, dari belakang axcel menghampiri Dira mungkin ia khawatir dengan keadaan Dira, ia pun langsung menarik pundak Dira pada pelukannya sontak Aldi kaget dengan kelakuan axcel yang seperti itu ia pun berencana melepaskan Dira dari pelukan axcel, tapi saat akan melepaskan Dira dari pelukan axcel Dira malah menangis tersedu-sedu di pelukan axcel ia meluapkan segalanya pada axcel, axcel pun memeluk Dira dengan sangat erat, Aldi yang melihat Dira menerima pelukan dari axcel hatinya sangat sakit sekali, ia pun memalingkan wajahnya ke sembarang arah agar tidak di lihat oleh axcel.
Axcel terus mengelus rambut Dira dan membiarkan Dira menangis sepuasnya di dalam pelukannya, ada rasa kasian dan bahagia yang tercampur aduk di dalam hati axcel.
Setelah sadar bahwa orang yang ia peluk adalah axcel Dira pun langsung melepaskannya dan pergi menuju parkiran, ia malu karena menangis di pelukan axcel dengan air mata yang masih membasahi pipinya.
Aldi senang ketika Dira melepaskan pelukannya dari axcel dan tersenyum sinis pada axcel lalu pergi meninggalkannya, hati axcel sangat bahagia karena Dira tak menolak pelukannya ia terus tersenyum walaupun kenyataanya Dira masih belum memaafkannya.
Di parkiran Dira masih terisak tangisnya Aldi menghampiri Dira yang masih menangis di dalam mobil.
" loe pasti kuat Ra" ucap Aldi menguatkan Dira sambil mengelus-ngelus pundak Dira, Dira pun menghentikan tangisannya dan menatap pada Aldi.
" kenapa gue bodoh, kenapa gue harus nangis di pelukannya"
" udahlah Ra jangan bahas itu, Gua gak suka kalo loe bahas dia sebaiknya loe pulang sekarang tenangkan diri loe" ucap Aldi lalu turun dari mobil Dira dan mobil Dira pun pergi meninggalkan halaman sekolah, Aldi sangat benci ketika Dira membicarakan axcel, saat ingin mengendari motornya axcel pun datang menghampiri Aldi.
" mau apa loe?"
" loe liat tadi dira gak nolak pelukan gue, dan loe liat aja nanti Dira pasti bisa maafin gue" ucap axcel pada Aldi semakin terbakar emosi lah Aldi yang mendengarnya dan menarik kerah Axcel.
" gue gak bakalan diem aja, dan biarin Dira maafin loe" jawab Aldi lalu melepaskan kerah baju axcel dengan sangat kasar.
" kita liat aja nanti loe apa gue yang akan di pilih oleh Dira" axcel pergi meninggalkan Aldi dengan wajah sombongnya.
Aldi semakin marah melihat sikap axcel yang seperti itu, ia pun melajukan motornya tapi saat akan keluar dari gerbang sekolah seorang siswi menghalangi jalannya, klakson pun ia nyalakan agar siswi tersebut menepi dan membiarkan jalan untuknya.
Siswi tersebut melihat siapa orang yang membunyikan klakson yang sangat kencang padanya, dan ternyata siswi tersebut adalah Kaila saat tahu orang yang menyalakan klakson tersebut ia langsung menepi dan membiarkan jalan untuk orang tersebut.
" Dasar rese, gak sabaran banget" gumam Kaila, Aldi pun menjalankan motornya dan menatap tajam pada Kaila, Kaila pun memutar bola matanya malas melihat Aldi.
Rumah besar Pangestu
Sampailah Dira di rumah sang kakek sejak kejadian itu kakeknya tidak membiarkan Dira untuk tinggal bersama sang ayah dan penjaga rumah pun semakin di perketat, Dira masuk dengan mata yang sembab neneknya pun tersenyum saat melihat sang cucu masuk ke dalam rumah, tapi sayang mata Dira sembab.
Nenek Dira langsung berdiri dari duduknya saat melihat mata Dira sembab, dan menghampiri sang cucu.
" kenapa sayang?" tanya sang nenek.
" ga papa nek" jawab Dira dan pergi menuju kamarnya.
👋👋hai-hai up nih gengs, jangan lupa like komen dan vote.
sampai jumpa di episode selanjutnya byee♥️♥️♥️♥️♥️♥️
ig@its_qilass