
" Sebenernya loe mau ngapain sih di sini?" Tanya Dira pada Aldi, Aldi langsung menaik turunkan halisnya.
" Apaan sih gak ngerti gue, to the point aja" ucapnya lagi, karena Dira tidak mengerti kode yang di berikan oleh Aldi, Aldi langsung menceritakannya.
" Sebenernya tadi pas gue telat datang ketemu sama loe di halaman belakang, gue sempet neror si axcel dulu" jawab Aldi dengan muka yang sedikit santai, Dira yang mendengarkan cerita Aldi langsung mengernyitkan dahinya.
" Maksud loe?"
" Iya jadi tadi....." Aldi menceritakan semua yang ia lakukan pada axcel, Dira pun memasang muka kecewa karena Aldi tidak berbicara dulu pada dirinya.
" Maaf Ra, habisnya gue gedek sama tuh orang" ucap Aldi pada Dira, Dira pun langsung menatap tajam Aldi.
" Tenang belum gue apa-apain kok" ucapnya lagi dengan memasang muka santainya.
" Pokoknya mulai besok kita harus bikin hidup tuh orang gak tenang" ucap Dira pada Aldi dengan menyunggingkan senyumnya.
" Atur semua rencana yang dulu kita bicarakan di, dan kita harus cari tempat persembunyian kita dulu" ucap Dira pada Aldi, Aldi pun menganggukan kepalanya mengerti perkataan yang di ucapkan Dira.
" Di rooftop ada gudang yang gak ke pake, kita pake aja gudang itu buat tempat persembunyian kita" ucap Aldi pada Dira, Dira pun langsung menganggukkan kepalanya.
" Di tadi Bu Amel ngancem gue" ucap Dira, sambil melirik aldi dan kembali memandang lurus.
" Seriusan loe?" Sontak Aldi langsung menjawab perkataan Dira, Aldi kaget kenapa Bu Amel mengancam Dira, apakah Bu Amel telah di campakkan oleh ayah Dira, pikir Aldi.
" Serius, makannya gue harus hati-hati sama tuh orang" jawab Dira pada Aldi.
" Dah lah nanti gue pikirin lagi soal tuh orang, dan kita liat aja dulu bener gak ancamannya" ucapnya lagi, Dira dan Aldi pun pergi dari aula mereka pergi menuju gudang yang di sebutkan oleh Aldi tadi.
Sampailah mereka di gudang rooftop dan ternyata gudang tersebut tidak di kunci sama sekali, Dira dan Aldi pun langsung masuk ke dalamnya, gudang tersebut sangatlah berdebu, beberapa kali Dira bersin-bersin dan akhirnya keluar dari gudang tersebut.
" Kayanya kita harus bersihin ni gudang deh" ucap Dira pada Aldi, Aldi pun menganggukan kepalanya, mereka berdua membersihkan gudang tersebut bersama-sama dan sesekali Dira berhenti karena merasa lelah, Aldi yang melihat Dira kelelahan langsung menyuruhnya untuk diam, biar dirinya saja yang membersihkan gudang tersebut, Aldi pun menempelkan beberapa rencana di papan tulis yang ada di sana dengan foto axcel yang menancap di tengah-tengah, dan gudang pun selesai di bersihkan, Dira masuk ke dalam gudang tersebut jauh lebih bersih dari sebelumnya.
" Besok kita mulai rencananya" ucap Dira sambil menatap papan tulis yang berada di depannya, Aldi pun menyunggingkan senyumannya.
Tak lama ponsel Aldi berdering dan menampilkan nama sang ibu yang menelpon, Aldi pun langsung mengangkat panggilan dari ibunya tersebut, ternyata sang ibu meminta dirinya menjemput adiknya Ayla, mau tak mau Aldi langsung pamit kepada Dira untuk pulang duluan, Dira pun hanya mengiyakan ia pun memutuskan untuk sebentar menyendiri di atas rooftop melihat pemandangan sekolah diatas sana, setelah merasa puas melihat pemandangan sore hari sekolah Dira pun memutuskan untuk turun dan pulang, tapi saat tepat di lorong dekat lapangan ada seseorang yang mengikutinya dari belakang, Dira terus mempercepat langkahnya, tapi sayang Dira langsung di bekap mulutnya, ia langsung tak sadarkan diri, Dira di bawa masuk ke mobil entah kemana mobil tersebut membawanya.
Sopir yang menjepit Dira pun langsung kembali menuju rumah besar Pangestu, ia memarkirkan mobilnya dan langsung masuk ke dalam rumah tersebut.
" Bagaimana ini bisa terjadi?" Tanya kakek Dira pada sopir yang tadi menjemput Dira dengan tatapan yang sangat menusuk, sopir tersebut menundukan kepalanya dan menjawab.
" Maaf tu---an" ucap sopir tersebut, kakek Dira pun menyuruh sopirnya untuk kembali, nenek Dira sangat cemas dengan keadaan Dira karena Dira baru saja keluar dari rumah sakit bahkan luka di kepalanya saja belun sepenuhnya sembuh, kakek Dira mengambil ponsel di sakunya dan menelpon sang anak Deni.
" ada apa pah?" ucap Deni di sebrang telepon.
" Dira hilang, apa kamu tahu siapa orang yang menculik Dira?" tanya kakek Dira pada anaknya, Deni pun kaget bukan main, pikirannya langsung tertuju pada Amel, yang waktu itu telah mengancamnya jadi dia tidak bermain-main.
" aku tahu siapa pelakunya pah, nanti aku kabari papah lagi" ucap Deni dan memutuskan sambungan telepon dengan sang ayah, kakeknya Dira merasa sedikit lega karena Deni sepertinya tahu siapa orang yang membawa Dira.
Pangestu company.
Deni langsung memanggil Bimo, dan memerintahkan untuk menuju ke rumah Amel, ia pasti yang sudah berani membawa Dira, Deni pun langsung menuju parkiran dan menaiki mobil melaju membelah ibukota menuju rumah Amel, sampailah Deni di rumah Amel langsung masuk ke dalam rumah tersebut.
" Amellll..... amellll" teriak Deni di dalam rumah tersebut, Amel pun keluar dari arah kamarnya Deni langsung menarik kasar tangan Amel, sehingga Amel merasa kesakitan.
" jawab saya kemana kamu membawa Dira" ucap Deni dengan tersulut emosi wajahnya memerah rahang yang mengeras, tapi Amel hanya menyunggingkan senyumannya membuat Deni semakin kesal dan semakin mengeraskan genggaman tangannya.
" kemana kamu bawa Dira, jawab" tegas Deni berteriak pada Amel, lagi-lagi ia hanya tersenyum sermirk pada Deni.
" jangan buat saya semakin marah Amel, kemana kamu bawa Dira heh" Deni terus menaikkan nada suaranya agar Amel ketakutan, tapi ternyata gagal Amel sama sekali tidak ketakutan ia tidak menjawab sama sekali dan melihat tangannya yang masih di genggam keras oleh Deni.
" oh jadi kamu lebih memilih cara kekerasan" tawar Deni, tapi Amel tetap tak berkutik, Deni pun menyuruh Bimo dan anak buahnya untuk masuk dan membawa Amel pergi dari rumahnya, Bimo pun menyuruh bawahannya untuk membius Amel agar tidak melawan, Amel pun di suntikan obat bius di lehernya, dengan reaksi yang tak menunggu lama Amel pun pingsan bawahan Bimo membawanya.
🤔 Kira-kira Dira di bawa sama siapa ya? terus ikutin ceritanya ya, jangan lupa like, komen dan vote gengs terus komen ya karena komen kalian semangatku.
jeongmal khamsahamida ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
ig@its_qilass