Perfect Partner

Perfect Partner
Rencana axcel



Dira menceritakan semua yang di alaminya selama setahun kebelakang, mengingat itu air mata dirapun lolos dari matanya dan membahasahi pipinya, aldi yang melihat dira menangis langsung beranjak dari duduknya dan memeluk dira supaya dira tenang.


“ udah yah sekarang ada gue ra, loe tenang aja gue akan selalu ada buat loe” ucap aldi sambil mengelus-ngelus peunggung dira dan menenangkan dira, dira terus benangis dipelukan aldi dia sangat lega karena telah menceritakan masalahnya. Dirapun melepas pelukan aldi, aldi kembali duduk di bangkunya.


“ sebenernya apa sih yang direncanain axcel ra?” tanya aldi.


“ waktu itu gue denger kalo axcel deketin gue supaya dia dan bopaknya bisa ngalahin perusahaan bokap gue” ucap dira.


“ terus?” ucap aldi dengan penasaran.


“ dan saat gue mau berangkat ke singapura gue liat axcel sama orang yang badannya gede-gede” ucap dira mengingat kejadian tersebut. Aldi memasang muka dengan penasaran kenapa axcel bersama orang tersebut, dira terus melanjutkan ceritanya.


“ pamitlah gue ke nyokap gue buat ke tolilet padahal mau ngikutin si bajingan axcel, gue awasin dia dari jarak yang jauh, ternyata dia sedang berencana untuk menyekap gue supaya bokap gue tunduk” ucap dira dengan muka marahnya. Dira sangat benci ketika dia menyebut nama axcel.


“ terus axcel tahu kalo lo ngikutin?” tanya aldi.


“ ya sialnya gue malah nyenggol tong sampah, langsung gue lari dan kembali ke nyokap gue dan ngajak nyokap gue untuk segera pergi” ucap dira, dengan aldi yang memperhatikan dira dengan seksama.


“ mungkin nyokap gue juga tau tentang masalah ini dan ngajak gue pergi” ucap dira.


“ licik juga tuh anak, pantes aja selama ini gue di larang bergaul sama dia oleh nyokap dan bokap gue, dari dulu juga gue udah ga suka sama dia cihh” ucap aldi.


“ terus rencana loe apa sekarang ra” tanya aldi, dira menatap mata aldi seakan memberi isyarat tentang rencananya.


“ oke gue akan selalu bantu loe” ucap aldi sambil tersenyum. Dan di balas senyuman oleh dira.


“ mau disini terus ni kita ga bakal pulang?” tanya aldi.


“ gue males pulang di gimana dong?” ucap dira


“ ya udah loe kerumah gue aja yak” ucap aldi mengajak dira. dira hanya mengangguk dan menuruti perkataan dira, mereka berdua pun pergi dari cafe tersebut setelah membayar makanan yang meraka makan.


Dira dan aldi menaiki motornya masing-masing dan menyusuri jalanan ibu kota menuju tempat tinggal aldi, sampailah mereka di depan rumah aldi, rumah aldi terletak di perumah elit yang berjajar rumah-rumah mewah.


“ siapa dia bang?” ucap sang adik dengan penasaran, adik aldi bernama ayla bagaskara, ayla mempunya penampilan yang sangat cantik rambut hitam pekat dengan rambut pendek sebahu dan lesung pipitnya.


“ masa ga tau sih? Coba perhatiin” ucap aldi menjawab pertanyaan ayla, ayla langsung memperhatikan wajah dira dengan sangat lekat, akhirnya dia menyadari siapa yang di bawa oleh sang kaka.


“ ka dira ya?”ucap ayla, karena pasalnya dulu dira sering mampir kerumah aldi dengan kedua orang tua, orang tua aldi dan dira adalah rekan bisnis sekaligus teman lama, orang tua dira dan aldi yang sama-sama memulai bisnis dari nol, sehingga ayla masih mengenali wajah dira walaupun sekarang penampilannya yang sangat berbeda. Dira yang mendengar panggilan ayla langsung tersenyum.


Dari dapur ibu aldi mendengar percakapan mereka dan ibu aldi mendengar ayla menyebut nama dira, ibu aldi bertanya-tanya siapa dira tersebut, dan apakah dira anak temannya, tanpa mau bertanya-tanya pada diri sendiri ibu aldi menghampiri aldi.


“ aldi” panggil sang ibu.


“ iya mah?” jawab aldi, dira yang berda di samping aldi hanya diam dan tak ada niat untuk menyapa ibu aldi, karena dia merasa canggung.


“ siapa yang kamu bawa di?” ucap mamah aldi, bukannya aldi yang menjawab tapi amalah ayla yang menjawab.


“ ini ka dira mah temen bang aldi dulu pas smp, ka dira juga anak dari rekan kerja papah itu loh mah” ucap ayla dengan antusias, ibu aldi memperhatikan dira dari ujung kaki hingga ujung kepala. Dan melihat wajah dira dengan sangat lekat, apakah dia benar dira, pasalnya dulu dira berpenampilan sangat anggun dengan rambut coklatnya. Dira hanya tersenyum kepada ibu aldi, ibu aldi menyadari itu dira dan membalas senyuman dira.


“ ayo masuk, masuk ! mau sampai kapan di sini terus, kita ngobrolnya di dalem aja yuk” ajak mamah aldi. Dira mengikuti mereka dari belakang, di perhatikanlah rumah aldi oleh dira pada saat ke akan keruang tamu, dira melihat sebuah figura yang sangat besar berhentilah dira didepan figura tersebut, ternyata figura tersebut terpasang foto keluarga aldi, dira menatapnya dengan sedih pasalnya aldi masih memiliki seorang ibu yang selalu ada di sisi, aldi melihat ke belakang dan melihat dira yang sedang melihat foto keluarga tapi dira memasang wajah dengan sedih di hampirilah dira oleh aldi dan mengajaknya untuk duduk di kursi ruang tamu sedangkan aldi pergi kedalam kamarnya untuk berganti baju, saat dira duduk di ruangan tamu dan di temani oleh ayla yang sedang belajar, ibu aldi datang dengan membawa minumnan dan menaruhnya di meja.


“ dira” panggil ibu aldi.


“ ya tan?” jawab dira.


“ giman kamu sehat nak?” tanya ibu aldi, dia memperhatiakan dira dengan tatapan kasihan terhadap dira, karena sebelumnya dia telah mengetahui ibu dira telah meninggal dunia, kabar duka tersebut dia dengar dari ayah aldi yang tak lain adalah suaminya.


“ hmmm....iya tante dira sehat” ucap dira, padahal batinnya memendam rasa sakit hati yang tak pernah hilang justru sakit hati itu terus bertambah ketika dira melihat sang ayah, tanpa ingin bertanya lagi ibu aldi langsung memeluk dira tanpa meminta ijin dari dira, mungkin ibu aldi sangat kasihan degan nasib yang telah menimpa dira, dira tidak menolak pelukan dari ibu aldi malah dia terbawa susana dan akhirnya menangis sejadi-jadinya di pelukan ibu aldi, karena selama ini dira merindukan pelukan sang ibu. Ibu aldipun memeluk dira semakin dalam dan menenangkan dira dipelukannya. Ayla hanya diam dan membiarkan mereka berdua berpelukan.


Tak jauh dari itu aldi keluar dari kamarnya dan melihat pemandangan yang sangat menenangkan hati, aldi membiarkan dira dan ibunya berepelukan setidaknya itu bisa sedikit meredakan rasa rindu dira terhadap ibunya.


terus ikutin ceritanya ya gengs, dan jangan lupa di vote, like dan tambahkan ke favorit.


Ig @it_qilass