Perfect Partner

Perfect Partner
Pacaran



Keesokan harinya Dira sudah bangun dan ingin bersiap untuk pergi ke sekolah, luka di kepalanya pun sudah mulai membaik begitu pula di leher dan tangannya, Dira merasa bosan jika terus-terusan di rumah tanpa ada kegiatan, Dira pun keluar dari kamarnya dengan memakai seragam dan tas yang di bawanya, nenek Dira kaget karena Dira mengenakan seragam.


" Dira kamu mau sekolah nak" ucap nenek Dira sambil menggandeng tangan Dira menuju meja makan.


" Iya nek, Dira bosen kalo terus-terusan di rumah" jawab Dira, melihat sang nenek sangat mencemaskan dirinya, ia pun menghampiri neneknya yang duduk berserbangan.


" Dira bisa jaga diri kok nek, nenek ga usah khawatir ya" dengan senyuman yang mengikutinya. Dari lantai atas kakek Dira turun dan melihat Dira yang mengenakan seragam.


" Dira" panggil sang kakek, Dira pun menoleh pada asal suara yang memanggilnya.


" Iya kek"


" Kamu mau sekolah?"


" Iya kek, kakek tenang aja Dira bisa jaga diri kok"


" Mulai sekarang kamu di jaga bodyguard untuk kemana-mana"


" Tapi kek, Dira gak nyaman kalo harus ada bodyguard" keluh Dira, kakek Dira pun menimang-nimang perkataan Dira dan melihat wajah Dira yang memohon.


" Baiklah, kamu tidak akan di jaga bodyguard tapi kakek akan minta Aldi buat jagain kamu" Dira pun tersenyum kegirangan karena kakeknya tidak jadi memberi bodyguard padanya.


" Makasih kakek" Dira pun kembali duduk di kursinya, kakek dan nenek Dira pun tersenyum melihat Dira yang bahagia, mereka bisa merasakan jika Dira memilki perasaan lebih terhadap Aldi.


Mereka pun duduk di kursi masing-masing dan sarapan dengan tenang tanpa adanya pembicaraan, sarapan pun selesai.


" Dira" panggil kakek Dira, Dira yang saat itu tengah berdiri dan bersiap untuk melangkah keluar untuk pergi ke sekolah.


" Iya kek"


" Apakah kamu baik-baik saja" kakek Dira masih ragu melepas Dira kesekolah pasalnya kakek Dira telah mendengar bahwa Amel kabur dari rumah sakit dan entah kemana perginya, itu yang membuat kakek Dira meras cemas.


" Kakek gak usah khawatir ya, Dira kan bawa alat yang kakek kasih jadi kakek tenang aja" ucap Dira, kakek Dira pun tersenyum.


" Dira, bagaimana dengan yang Aldi bicarakan?" Seketika Dira menampakan wajah yang tak bisa di artikan, kakek Dira terus menatap cucunya itu.


" Dira sudah memikirkannya kek, Dira akan kasih dia kesempatan, dan Dira gak mau nantinya menyesal" ucap Dira datar dan berpamitan untuk pergi ke sekolah. Kakek Dira pun meraih ponsel di sakunya dan menelpon Aldi.


1 jam kemudian Dira sampai di sekolah, ia pun turun dari mobil dan tak lama Aldi muncul di hadapannya, Dira masih memasang wajah dingin dan cueknya, Aldi yang tadinya bahagia karena di perintahi untuk menjaga Dira, tapi sikap Dira seperti ini. Apakah Dira masih marah?


" Pagi tuan putri" Aldi pun mencairkan suasana agar Dira bisa tersenyum, tapi hasilnya nihil Dira terus berjalan meninggalkan Aldi, Aldi pun membuang nafas berat dengan sikap Dira yang dingin, Aldi mengikuti Dira dari belakang Dira terus berjalan dengan cepat dan berhenti seketika Aldi yang mengejar langkah Dira dari belakang pun menabrak Dira dari belakang, sontak Aldi langsung kaget dengan Dira yang berhenti mendadak.


" Kenapa loe nabrak gue" ucap Dira dengan ketus, sebenarnya Dira tidak marah dengan Aldi tapi ia akan menjahili Aldi dengan wajah juteknya.


" Hahahhahahha..." Aldi bingung dengan Dira yang tertawa, dan sikapnya yang selalu berubah-ubah, sontak Aldi langsung menyentuh dahi Dira.


" Apaan sih" Dira menepis tangan aldi.


" Loe aneh"


" Maksud loe?" Jawab Dira sambil memicingkan matanya dan menatap manik Aldi, jantung Aldi seketika berdegup kencang dan hampir saja ia tak bisa bernafas karena Dira melihatnya seperti itu.


" Gak udah ah, yok pangeran anter ke kelas" Aldi menggandeng tangan Dira, dengan Dira yang memasang wajah cemberut karena tangannya di gandeng paksa oleh Aldi, tapi sedikit rasa senang di hatinya.


Dari kejauhan Axcel melihat pemandangan yang sangat mengiris hatinya, Dira semakin akrab saja dengan Aldi, kali ini Axcel bertekat akan membuat Dira mempercayainya lagi.


Sampailah Dira di depan kelasnya, tapi Aldi tak beranjak pergi juga dari kelas Dira.


" Kenapa gak pergi ke kelas loe" ucap Dira yang merasa heran karena Aldi tak beranjak pergi dari kelasnya.


" Gue akan temenin loe sampe bel berbunyi"


Dira pun mengerti kenapa Aldi bersikap seperti ini, karena mungkin ini perintah dari sang kakek, Dira dan Aldi pun duduk di bangku depan kelasnya.


" Ra gimana?" Aldi menanyakan soal perkataannya semalam, suasan sekolah masih lumayan sepi dan ada satu dua orang yang mungkin.


" Gue akan turutin perintah loe"


" Maaf kalo gue ikut campur Ra, tapi gue gak mau loe nyesel nantinya"


" Ga papa lagian gue udah anggep loe sahabat gue" ucap Dira, mendengar kata sahabat yang di ucapkan Dira pada Aldi, hati Aldi teriris karena Dira hanya menganggap Aldi sebagai sahabat tak lebih dari itu, Dira dan Aldi pun berbincang-bincang sampai pada akhirnya satu per satu siswa datang Dira dan Aldi pun menjadi pusat perhatian karena Aldi berdada di kelas Dira, para siswa yang datang pun berpendapat sendiri jika mungkin Aldi dan Dira pacaran.


Dira tak memperdulikan yang mereka pikirkan biar saja mereka berpikir apa tentang dirinya, Dira pun beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam kelas, Aldi merasa sudah cukup aman untuk meninggalkan Dira karena di dalam kelas kini sudah banyak siswa yang datang, Aldi pergi menuju kelasnya.


Di kelas Dira langsung di serbu oleh siswa/i yang kepo dengan hubungan dirinya dan Aldi.


" Ra loe ada hubungan apa dengan kak Aldi" ucap salah satu teman sekolah Dira, wajar saja mereka seperti itu karena Aldi termasuk orang yang populer di sekolah tersebut apalagi Aldi sangat mencolok di antara siswa lainnya, Dira tidak menggubris perkataan mereka dan mengusir mereka untuk bubar dari mejanya, mereka semua berpikir mungkin memang benar Dira berpacaran dengan Aldi? para siswi yang naksir pada Aldi hatinya kandas karena sekarang Aldi memiliki pacar pikirnya.


Di satu sisi saat Aldi menuju kelas ia bertemu dengan kaila, Kaila menundukan kepalanya berpura-pura tidak melihat Aldi, tapi Aldi langsung menarik tas yang di kenakan Kaila sayang Kaila terpeleset dan Aldi yang menangkapnya tepat wajah Aldi berada di hadapan Kaila, Kaila pun langsung membetulkan tubuhnya dan berdiri rasa canggung pun menghampiri kaila.


" istirahat temui gue di aula" Aldi pun pergi meninggalkan Kaila, Kaila masih mengatur nafas karena canggung yang menghampirinya, Kaila melanjutkan langkahnya.


👋👋hai-hai gengs up nih, jangan lupa like komen dan vote.


ig@its_qilass