Perfect Partner

Perfect Partner
Kaka kelas rese



1 Minggu setelah kejadian penodongan di aula semuanya kembali normal, semua murid telah tahu bahwa Dira adalah anak dari direktur sekolahnya, dan sejak saat itu juga Axcel selalu meletakan susu stroberi di meja Dira. Dira tidak pernah meminumnya sekali pun karena ia tahu pengirim dari susu stroberi itu, saat Dira berada di kelas semua murid heboh keluar kelas dan menghampiri Mading mungkin ada pengumuman yang mereka tunggu-tunggu.


Dira yang ingin tahu pengumuman apa yang di pasang di Mading ia pun langsung menghampiri Mading tersebut, dan membacanya bahwa akan di adakan classmeeting seminggu lagi, Dira pun tak menghiraukan pengumuman itu dan kembali ke kelas, bel masuk berbunyi semua murid masuk dan mengikuti pelajaran.


penampilan Dira masih sama ia tak berniat untuk merubah warna rambutnya, bahkan ketika semua orang tahu bahwa dirinya anak dari sang direktur ia hanya bersikap biasa saja walaupun orang yang berada di sekitarnya sedikit berubah, tapi Dira tak mau ambil pusing itu.


Dan sejak kejadian itu pula Bu Amel di penjara dan di keluarkan dari sekolah otomatis wali kelas Dira pun berubah, suasana pembelajaran pun berjalan dengan lancar tanpa ada yang menegur penampilan Dira sama sekali.


Jam istirahat berbunyi, Dira tidak berniat untuk ke kantin rasa ia malas ia pun memutuskan untuk tidur di kelas sebentar, saat akan memejamkan mata langkah kaki terdengar menuju ke arahnya Dira pun mendongakkan wajahnya melihat seseorang yang menghampirinya dan ternyata itu Stella, Dira memutarkan bola matanya malas dan kembali menundukan kepalanya.


" Heh" Dira tak menggubris panggilan Stella, Stella pun geram pada Dira yang tak merespon panggilannya, akhirnya ia pun menendang meja Dira, kebetulan di kelas Dira tidak ada seorang pun karena mereka semua sedang berada di kantin.


" kalo ada orang yang ajak ngomong tuh liat orangnya"


" loe ngomong sama gue" ucap Dira sambil mendongakkan kepalanya dengan wajah datar, Stella pun semakin geram dengan sikap Dira yang seperti itu.


" loe pikir gue ngomong sama siapa? denger ini jangan pernah loe deket-deket sama axcel dan keganjenan sama dia"


" gue keganjenan? hellooo gue gak salah denger nih, tuh orang yang selalu deketin gue" ucap Dira sambil meledek Stella.


" jangan sok cantik deh loe" ucap stella mendorong Dira, Dira pun tersenyum sinis pada Stella.


" Terserah loe mau bilang apa yang jelas gue gak suka sama tuh orang" ucap Dira meninggalkan Stella karena tidak mau mengundang keributan di sekolah, di pintu kelas Dira terdapat axcel yang sedari tadi mendengarkan percakapan Dira dan Stella, betapa sakit hati mendengar bahwa Dira tak menyukainya ia pun berniat mengejar Dira.


Stella masih menyukai dan mengekang axcel walaupun sekarang orang tuanya tak berkerja sama dengan ayah axcel, tapi entah kenapa ia selalu mengekang axcel untuk menyukainya, bahkan axcel sangat jijik dengan sikap Stella yang selalu mengekangnya.


Axcel mengejar Dira yang menuju ke rooftop dan memegang tangan Dira dengan sangat erat, Dira langsung melepaskan genggaman tangannya dari axcel dan menatap tajam nan dingin ke arah axcel, axcel menatap wajah Dira sendu seperti memohon sesuatu kepada Dira.


" Ra aku mohon kasih kesempatan buat aku memperbaiki semuanya" ucap axcel pada Dira, dari lantai atas terlihat Aldi yang sedang menguping pembicaraan axcel dan Dira dengan wajah menahan emosinya.


" Gak ada kesempatan buat loe, dan jangan harap gue bisa seperti dulu sama loe"


" tapi Ra aku masih suka sama kamu" entah kenapa ada rasa senang di hati Dira ketika axcel mengatakan masih menyukainya, tapi ia tak menunjukan itu dan sebisa mungkin mengontrol raut wajahnya.


" terus gue akan luluh gitu dengan ucapan loe itu gak akan" jawab Dira ketus, dan berjalan menuju rooftop, Aldi pun menetralkan emosinya ketika Dira berjalan naik.


" halo tuan putri" ucap Aldi sambil merangkul bahu Dira, Dira tak menolak rangkulan dari Aldi, axcel yang melihat Aldi merangkul Dira seperti itu dan mendengarkan perkataan yang keluar dari mulut Aldi api cemburu pun mulai menghampirinya dan bertekad akan merebut Dira dari Aldi.


Ruang OSIS


Saat ia sibuk dengan pekerjaannya dering ponselnya berbunyi dan menampilkan nama Aldi dengan sebutan " Kaka kelas rese" Kaila pun berusaha mengabaikan panggilan dari Aldi tapi tak berapa lama pesan masuk ke dalam ponselnya.


...Kaka kelas rese...


..."berani ya loe gak angkat telepon gue"...


Kaila mengabaikan pesan yang masuk dan kembali fokus pada pekerjaan yang ia kerjakan dengan anggota OSIS lainnya, pesan pun kembali masuk ke ponsel Kaila berturut-turut tak henti-henti.


" bales woi"


" woi"


" ga punya pulsa loe ya"


" kalo loe gak bales juga, gue akan suruh loe ganti rugi dengan uang"


Dengan sangat terpaksa Dira pun kembali menelpon Aldi, dan meminta ijin pada semua anggotanya untuk keluar sebentar.


" halo"


" cepetan beliin gue dua teh botol dan siomay bawa ke rooftop gak pake lama" ucap Aldi di sebrang telepon pada Kaila dan langsung mematikan sambungan telepon itu.


" heh dasar nyebelin, rese, pembawa sial" ucap kaila memaki ponselnya yang baru saja menelpon Aldi, dengan langkah malas Kaila menuju kantin untuk membeli pesanan yang di pesan Aldi.


" kenapa juga dia gak ke kantin sendiri sih? malah diem di rooftop buat apa juga? pasti lagi pacaran" di sepanjang jalan menuju kantin Kaila terus memaki Aldi dan bergerutu kesal, emang Aldi tidak meminta ganti rugi uang tapi malah ia menyuruh Kaila seenaknya.


Setelah membeli pesanan Aldi ia pun menuju rooftop untuk memberikan pesanan Aldi, dan ternyata dugaannya benar Aldi tengah berduaan dengan Dira, dan entah kenapa ada rasa tidak suka ketika Aldi berdekatan dengan Dira tapi ia tak menghiraukan itu dengan wajah cemberut ia memberikan pesanan Aldi, tanpa berterima kasih Aldi pun langsung memberikan uang ganti dan menyuruh Kaila untuk pergi dari sana.


" emang ya orang kaya itu selalu seenaknya" gumam Kaila di sepanjang tangga menuju ruangan OSIS, tapi tak sengaja ia menabrak axcel yang sedang terburu-buru, Kaila pun meminta maaf pada axcel dengan senyuman di bibirnya tapi sayang Axcel pergi begitu saja, padahal Kaila adalah salah satu dari semua murid yang menyukai axcel sejak dirinya dari kelas sepulu, tapi ia tak menghiraukan itu mungkin saja ada urusan yang penting sehingga ia harus terburu-buru.


👋👋hai-hai up nih, komen sebanyak-banyaknya dong biar author semangat nulisnya, dan jangan lupa like komen dan vote ya.


Sampai ketemu di episode selanjutnya love you♥️♥️♥️♥️♥️


ig@its_qilass