
Malam pun tiba tapi Dira belum keluar dari kamarnya, nenek Dira semakin khawatir dengan keadaan cucunya itu, sebenarnya apa yang telah terjadi sehingga Dira seperti itu, tak lama dari itu telepon rumah berdering entah siapa yang menelepon nenek Dira menghampiri telepon rumah itu, dengan di perhatikan oleh sang suami, tapi saat nenek Dira akan mengangkatnya telepon itu malah berhenti berbunyi, akhirnya nenek Dira pun tak tahu siapa yang menelepon lewat telepon rumah barusan, tapi nenek Dira tak ambil pusing ia pun langsung duduk kembali bersama sang suami sambil menunggu Dira keluar dari kamarnya.
Semakin malam Dira tak juga kunjung keluar dari kamarnya, nenek Dira pun mendekati pintu kamar Dira tapi sayang tak ada jawaban dari Dira di sana.
" Bagaimana ini, aku takut terjadi sesuatu" ucap nenek Dira pada sang suami, kakek Dira memanggil pelayan dan menyuruhnya untuk membawakan kunci cadangan kamar Dira tersebut, tak waktu lama pelayan itu memberikan kunci cadangan dan kakek Dira membukanya.
Nenek Dira langsung masuk ke dalam kamar Dira tapi tak menemukan Dira di kamarnya, semakin khawatir lah nenek Dira begitu pula dengan kakek Dira, dengan langkah cepat kakek Dira menyuruh semua bodyguard yang ada di rumah tersebut untuk mencari keberadaan Dira, sedangkan nenek Dira memeriksa kamar mandi tapi kamar mandinya kosong tak ada Dira disana.
Tenanglah" ucap kakek Dira menyuruh istrinya tenang agar tensi darahnya tak naik, tapi bagaimana bisa tenang kalo sang cucu menghilang seperti ini.
Kakek Dira mendekati jendela kamar Dira yang kebetulan langsung menuju halaman rumah dan ternyata betul jendelanya terbuka, apakah Dira pergi melalu jendela ini, kakek Dira langsung memanggil petugas keamanan untuk memeriksa cctv halaman rumah, tapi sayang penjaga itu tak kunjung datang menemuinya.
Kakek Dira menyuruh istrinya tenang dan pergi keluar untuk memeriksa apa yang terjadi pada penjaga rumahnya, saat ia menuju pos penjaga ternyata semua penjaganya pingsan, kakek Dira mengerutkan dahinya semakin tak mengerti, apakah Dira di culik? Tapi bagaimana bisa?
Kakek Dira memanggil pelayan rumah yang lain untuk mengurus penjaga keamanan yang pingsan tersebut sedangkan diraihnya memeriksa cctv yang berada di sana, saat kakek dira memeriksa cctv tersebut kakek Dira berdecak karena cctv tersebut tak berfungsi hanya bayangan hitam yang menutupi semua cctv.
" Sepertinya ini ada hubungannya dengan Deni" kakek Dira meraih ponselnya dan menelepon anaknya, untuk memberi kabar bahwa Dira tak ada di rumah dan kemungkinan besar Dira di culik, dengan santai kakek Dira menelpon anaknya itu, tapi bukannya sang anak yang menjawab malah Bimo yang menjawabnya.
Di rumah Deni
Bimo sedang mengawasi tuannya itu yang sedari tadi terus menyakiti dirinya sendiri, tapi kini Deni melamun pandangan lurus dan kosong, Bimo sudah mengerahkan bawahannya untuk mencari keberadaan Dira dan kemukiman besar yang menculik Dira adalah Amel, karena dia sangat dendam dengan keluarga Pangestu.
Saat Bimo menyesap rokoknya dan begitu setia mengawasi Deni ponselnya berdering dari salah satu bawahannya yang menelepon.
" ada apa?" ucap Bimo pada bawahannya di sebrang telepon.
" gawat tuan!" Bimo berdiri setelah mendengar nada cemas yang di sampaikan bawahannya itu, dan berdiri dari duduknya.
" gawat kenapa jelaskan jangan terlalu banyak bicara" tegas Bimo dan mematikan rokok yang baru saja ia nyalakan.
Deni seperti kesetanan ia langsung pergi menuju mobilnya dengan Bimo yang mengikuti dari belakang, Bimo merebut kunci dari Deni ia tak mau jika deni yang mengendari mobilnya takut terjadi sesuatu, Bimo pun melajukan mobilnya ia di perintah oleh Deni untuk menuju rumah Jovan.
Di sisi lain Dira diikat tangannya begitu juga dengan kakinya, dengan penerangan yang minim sekali sampai Dira tak bisa melihat sekitarnya, ia di bawa saat dirinya masih meluapkan emosinya pada sang ayah tiba-tiba ada orang masuk kedalam kamarnya melalu jendela kamar Dira, sekarang mood Dira benar-benar tidak baik, Dira mencari cara untuk membebaskan dirinya tapi sayang ikatan di tangan dan kakinya tak lepas.
Samar-samar Dira mendengar langkah kaki menuju dirinya mungkin itu penjaga yang menjaga Dira, suara langkah kaki itu semakin mendekat dan ternyata menampakan seorang lelaki yang di kenal oleh Dira dan ternyata Aldi, Dira sangat kaget bagaimana Aldi berada disini, tanpa berpikir panjang Aldi langsung melepaskan ikatan pada Dira, Dira pun bebas dari ikatan tersebut, Dira masih mengenakan baju seragamnya karena tadi memang ia tak sempat Menganti pakaiannya ia sibuk dengan emosi dan kemarahannya terhadap ayahnya, tapi emosi dan kemarahan itu belum sepenuhnya menghilang Dira semakin emosi ketika para penjahat itu datang dan membawanya Dira mengira pasti ini ada sangkutannya dengan sang ayah.
Dira dan Aldi berjalan keluar dengan sangat pelan, dan berusaha sebisa mungkin tidak menimbulkan suara agar para penjaga di depan sana tak mendengar, Dira terus berpikir bagaimana Aldi bisa tahu kalo dirinya di bawa kemari, entahlah Dira akan menanyakan pada Aldi nanti.
mereka terus mengendap-ngendap keluar bangunannya seperti gedung yang sudah tak terpakai penerangannya pun begitu minim sehingga Aldi dan Dira susah untuk mencari jalan keluar dari sana, sial salah satu penjaga melihat mereka berdua, penjaga tersebut memberi tahu penjaga lainnya bahwa Dira kabur.
Aldi dan Dira berlari menjauhi penjaga tersebut, dengan tangan Dira yang selalu di genggam oleh Aldi, sekilas Dira melihat tangannya yang di genggam tapi ia tak memperdulikan itu, mereka berdua berlari sebisa mungkin saat akan menuju keluar ada dua penjaga yang mengahalangi mereka berdua dan akhirnya mereka berdua terkepung, Dira dan Aldi bingung bagaimana caranya membebaskan diri dari para penjaga.
" mau kemana kalian, kalian gak akan bisa lolos" ucap salah satu penjaga, Dira dan Aldi saling menatap akhirnya Dira memberikan kode anggukan kepala pada Aldi untuk menyerang para penjaga tersebut, dan baku hantam pun terjadi Aldi dan Dira melawan lima penjaga, Aldi dan Dira terus melawan para penjaga tersebut, mereka berdua memiliki keterampilan dalam bela diri dan mempunyai sabuk yang cukup lumayan tinggi sehingga Meraka berdua tak kewalahan dengan perlawanan dari para penjaga tersebut, Aldi melihat serpihan kaca yang baru saja pecah ia pun mengambil serpihan itu dan mengarahkannya pada penjaga yang sedang ia lawan, Aldi melawan dua penjaga sedangkan Dira melawan tiga penjaga sekaligus, penjaga yang di lawan oleh Aldi satu tumbang karena Aldi menancapkan serpihan kaca itu tepat di lehernya dengan darah yang mengenai wajah tampan Aldi, setelah itu aldi melawan satu penjaga lagi ia menendang kejantanan penjaga tersebut dan memukulnya di bagian leher membuat penjaga itu pingsan.
setelah membereskan dua penjaga yang melawannya Aldi pun berganti membantu Dira, Dira sudah melumpuhkan satu penjaga dengan membantingkan kursi tepat di kepala penjaga tersebut, kini mereka berdua satu per satu tapi Dira tersungkur, Aldi yang melihat Dira tersungkur ketanah seketika pandangannya pun lengah Aldi pun akhirnya di pukul tepat di leher dan pingsan.
" aldiiii" teriak Dira yang melihat Aldi tersungkur ke tanah dan pingsan, akhirnya mereka berdua di sekap bersamaan.
👋👋hai-hai gengs maaf telat, apa yang akan terjadi selanjutnya ya? terus ikutin ceritanya dan jangan lupa like komen vote.
sampai jumpa di episode selanjutnya
love you♥️♥️♥️♥️♥️
ig@its_qilass