
Deni pun sampai di kediaman Amel, ia pun langsung turun dari mobil, dan langsung masuk kedalam rumah Amel.
" Amel dimana kamu, Amel..." Teriak Deni memanggil Amel, Amel pun keluar dari dapur dan menghampiri deni, dengan membawa minuman di tangannya.
" Jangan berteriak seperti itu, kemarilah duduk bersamaku terlebih dahulu" ajak Amel pada Deni agar duduk bersamanya di sofa ruang tamu, tapi Deni tidak mau berbasa-basi lagi, ia akan langsung membahas pada intinya saja kenapa dirinya datang ke rumahnya.
" Apa maksudmu tadi?" Ucap Deni menanyakan ancaman yang di katakannya tadi pada saat di telepon.
" Jangan terlalu terburu-buru, lagi pula aku belum memulainya" jawab Amel sambil meneguk minumannya, Deni sangat marah dengan jawaban Amel barusan dia pun langsung menarik tangan Amel dengan sangat kasar.
" Kenapa kamu kasar sekali heh" ucap Amel pada Deni dengan memasang muka yang sedikit tersenyum.
" Jangan buat saya marah" tegas Deni pada Amel, karena semakin menguji kesabarannya.
" Hahahhahahha, baru ku ancam saja kamu sudah begini apalagi jika aku benar-benar melakukannya" melihat kemarahan Deni Amel malah tertawa dengan sangat puas, Deni yang melihat Amel tertawa sangat puas marahnya semakin memuncak, ia sempat berpikir untuk menelpon sekretarisnya untuk membawa beberapa anak buah ke rumah Amel, tapi ia urungkan ia takut jika Amel sudah merencanakan sesuatu di luar dugaannya.
Deni benar-benar tidak menyangka jika Amel kini berubah tiga ratus enam puluh derajat dari Amel yang dulu ia kenal, ia sadar kenapa Amel berubah secepat ini, itu karena perbuatannya yang terlalu egois.
" Jika kamu berani berbuat sesuatu pada keluarga saya, apalagi kamu menyentuh Dira sedikit pun, saya gak akan biarin kamu hidup dengan tenang" tegas Deni pada Amel, Amel hanya menyunggingkan bibirnya.
" Kamu lihat saja nanti" ucap Amel mengancam Deni, lagi-lagi Deni di buat geram dengan perkataannya, ia menahan emosinya dan pergi melangkah keluar meninggalkan rumah Amel.
" dulu pun aku bisa menyingkirkan istri kamu" ucap Amel dan berlalu pergi menuju kamarnya.
Rumah sakit Citra Medika
Pukul 08.00 Dira sedang di gantikan perbannya oleh dokter, lukanya memang belum sepenuhnya sembuh, Tapi dokter menyarankan nanti jika Dira sudah keluar dari rumah sakit Dira harus mengganti perbannya dengan sangat rutin agar lukanya tidak terinfeksi, saat ini di ruangan rawat Dira hanya ada Dira dan Aldi, dengan dokter dan suster yang sedang mengganti perban Dira, nenek dan kakek Dira pulang untuk menyiapkan kamar yang akan di tempati Dira dan Aldi diberikan tugas untuk menjaga Dira, dengan senang hati Aldi menurutinya, Dira pun sudah selesai digantikan perbannya,
pada saat dokter keluar dari ruangan rawat Dira, Rosa dan Raka masuk ke dalam ruangan Dira, Dira tersenyum kepada kedua orang tua Aldi tersebut, orang tua Aldi pun membalas senyuman Dira.
" gimana kondisi kamu Dira" ucap Raka ayah dari Aldi pada Dira.
" jauh lebih baik om" jawab Dira.
" o ya Dira nih Tante bawain chiken buat kamu" ucap Rosa sambil menyodorkan bungkusan makanan kepada Dira, Aldi yang melihat perlakuan mamahnya yang begitu perhatian pada Dira ada sedikit iri di dalam hatinya.
" kamu beli aja sendiri sana" ucap Rosa sedikit menggoda Aldi karena melihat wajah Aldi yang sedikit cemburu, Raka yang ada di sana hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap istrinya seperti itu pada sang anak.
" mah, mamah bener gak bawain makanan buat Aldi juga Aldi belum makan loh" ucap Aldi sambil menggelantungi tangan sang ibu dengan begitu manja, Dira yang melihat Aldi begitu manja pada ibunya, ia jadi kangen dengan almarhum sang ibu, tapi ia tidak mau menunjukan hal itu dan ia pun membuka makanan yang di berikan oleh Rosa tadi ternyata isinya ada dua.
" Tan ko isinya ada dua sih?" tanya Dira pada Rosa, Rosa malah mengedipkan matanya seakan memberi kode untuk menjahili Aldi, Dira pun mengerti maksud dari kedipan mata Rosa.
" Mungkin itu punya gue Ra, sini-sini gue laper nih" ucap Aldi langsung ingin meraih makanan itu, tapi dengan sigap Dira langsung menutupnya kembali.
" Ra kasih gue sedikit ya please, masa loe tega sih sama gue Ra, nanti Aldi yang ganteng ini kelaparan loh masa tega sih" ucap Aldi memohon pada Dira, Dira malah dengan sengaja membuka lagi makanan itu dan menyodorkannya pada Aldi seakan Dira memberikannya, tapi sayang pada saat Aldi ingin menerimanya Dira malah menariknya kembali dan memakannya, dengan sangat sengaja Dira memperlihatkan suapan chikennya pada Aldi untuk menggoda Aldi yang kelaparan, sebenarnya Dira tidak tega melihat Aldi seperti itu, tapi itu membuat dirinya senang.
" ok kalo loe ga mau ngasih gue, gue bakalan beli bye" ucap Aldi dan melangkah menuju pintu.
" dih baperan loe, sini balik nih buat loe" teriak Dira pada Aldi, Aldi pun berbalik ke tempat Dira dan menerima chikennya tanpa berbasa-basi Aldi langsung melahapnya, Raka dan Rosa salut kepada sikap Aldi yang selalu mengalah pada Dira, padahal saat di rumah ketika Aldi berebut makanan dengan adiknya, ia sama sekali tidak mau mengalah, mereka berdua tau perasaan Aldi pada Dira, walaupun Aldi tidak pernah mengatakan pada mereka secara gamblang.
Mereka berempat pun terus berbincang-bincang dengan Aldi dan Dira yang sedang memakan chikennya, sampai pada akhirnya orang tua Aldi pun pamit untuk pulang, kini di ruangan itu hanya Aldi dan Dira, Dira sedang tertidur lelap, Aldi terus memandangi wajah Dira yang begitu tenang saat tertidur, ia pun tersenyum simpul.
Rumah Deni Pangestu.
Saat ini Deni sedang mengumpulkan semua anak buahnya, dia sedang membicarakan rencana yang akan dilakukannya untuk membalas dendam pada Jovan. anak buahnya pun mengerti apa yang diperintahkan Deni, Deni mempercayai semuanya pada sekretarisnya, semetara dirinya akan berfokus pada perusahaan.
🤔gengs sebenernya apa yang di lakukan Amel pada ibunya Dira, dan siapakah Jovan?
Kalo gengs ngikutin ceritanya dari awal pasti tahu jawabannya, tapi kalo masalah bu Amel melakukan apa pada ibu Dira, itu akan terungkap nanti ya wkwkkwk, jangan lupa like, komen dan vote.
terus kasih komen dan semangatin aku ya gengs supaya aku berusaha terus up ceritanya, dan stay healthy gengs bye-bye.
sampai jumpa di episode selanjutnya gengs ku.
jeongmal saranghae
ig@its_qilass