
Deni masih menggenggam tangan Dira dengan erat, ia sangat takut kehilangan Dira dan tidak mau kejadian almarhum istrinya terjadi kepada Dira.
Tak lama dari itu Dira membuka matanya, Deni yang melihat Dira siuman langsung memeluk dira, tapi sayang pelukannya di tepis oleh Dira.
" Pergi" usir Dira, Deni menatap sedih ke arah Dira, ia menyadari sikap Dira seperti itu karena ulahnya, Deni pun keluar dan membiarkan Dira bersama kedua orang tuannya dan Aldi. Deni menyesali segala perbuatannya, ia menyadari keegoisannya hampir membuat Dira bernasib sama dengan almarhum sang istri, sekarang Deni di ambang kebingungan siapa yang harus dia pilih. Jika dia memilih Dira ia akan kehilangan wanita yang ia cintai, dan jika ia memilih Bu amel, ia akan kehilangan Dira dan kedua orang tuanya tidak akan membiarkan Deni bertemu lagi dengan Dira, ia sangat prustasi.
Sedangkan di dalam ruangan Dira memeluk sang nenek dengan sangat erat dan menangis di pelukannya, ia mengeluarkan semua rasa sakit yang selama ini ia rasakan dadanya begitu sangat sesak, ia merindukan sosok ibu yang selalu ada ketika ia sedih atau pun bahagia, bagaimana tidak merasa sakit hati pria pertama yang Dira cintai, yaitu sang ayah berani-beraninya membela wanita itu di hadapan Dira,apalagi sampai menampar dirinya, Dira terus menangis dengan sesegukkan sama halnya dengan sang nenek nasib sang cucu membuatnya sangat iba.
Aldi dan kakek Dira hanya melihat Dira yang menangis di pelukan sang nenek, mereka berdua hanyut terbawa suasana, Aldi merasa takdir seperti tidak adil dengan Dira, tapi Aldi yakin Dira pasti bisa melalu itu semua.
" Sudah sayang kamu pasti kuat ada nenek sama kakek di sini" ucap sang kakek dengan mengelus-ngelus pundak Dira.
Dira pun melepaskan pelukan sang nenek, masih dengan sesegukkan, ia sangat tidak kuat dengan semua kelakuan sang ayah, yang dulu di alami sang ibu di rasakan oleh Dira, betapa sakit hati ibunya menahan semua ini sendirian.
Dira terus menangis dengan pandangan yang kosong, neneknya terus menguatkan Dira begitupun aldi dan kakeknya. Dira merasakan berat di kepalanya serta mata yang mulai gelap, Dira pingsan dan menghempaskan diri ke tempat tidurnya dengan pipi yang masih basah, Aldi, nenek dan kakek Dira panik, nenek Dira terus menepuk-nepuk pipi dira agar Dira tersadar begitupun dengan sang kakek, Aldi berlari keluar ruangan untuk mencari dokter dengan sangat tergesah, Deni yang melihat Aldi keluar ruangan langsung berlari masuk ke dalam ruangan Dira.
Dokter pun masuk dan menyuruh semua orang untuk keluar, mereka semua panik takut terjadi apa-apa, nenek Dira tak henti menangis melihat kondisi sang cucu dengan bersandar ke dada suaminya. Deni terus saja mondar-mandir di depan pintu ruangan Dira, Aldi begitu cemas dengan keadaan Dira, Dokter pun keluar dari ruangan Dira.
" Bagaimana keadaan anak saya dok" tanya Deni, dan di perhatikan oleh Aldi dan kedua orang tuanya.
" Pasien baik-baik saja dia butuh istirahat dan jangan sampai membuatnya tertekan" ucap dokter itu berlalu pergi. Mereka semua masuk ke dalam ruangan Dira, pada saat Deni akan masuk ke ruangan Dira tangannya di cekal oleh ayahnya.
" Aku mau masuk pah"
" Papah mau bicara sama kamu" ucap kakek Dira, Deni pun mengikuti arahan sang ayah.
" Kamu itu gak berubah, selalu pikirin diri kamu sendiri, kamu mau anak kamu jadi korban karena keegoisan kamu itu heh" ucap kakek Dira dengan tegas. Deni tidak menjawab perkataan dari ayahnya.
" Kamu denger gak sih papah ngomong, kamu itu bukan anak kecil lagi, seharusnya kamu itu bijak"
" Tapi pah" ucap Deni
" Papah gak mau cucu papah satu-satunya jadi korban keegoisan kamu, kamu bilang mau buat Dira percaya sama kamu, tapi mana buktinya kamu malah sibuk dengan wanita itu"
" Cukup pah aku juga sedang berusaha untuk membalikan kepercayaan Dira"
" Sekarang kamu fokus dulu buat ngebalikin semua kepercayaan Dira sama kamu, dan putuskan hubungan kamu dengan wanita itu, jika kamu gak mau Dira di bawa pergi oleh kami" ucap kakek Dira dan berlalu pergi meninggalkan Deni, saat ini dia benar-benar bimbang dan harus segera memutuskan pilihan secepatnya.
Di dalam ruang rawat Dira terbaring lemah, nenek Dira menetap sedih pada Dira yang terbaring lemah di ranjang, pasalnya Dira tidak pernah masuk rumah sakit sekalipun menantu dan dirinya sangat menjaga Dira.
Sampai pada akhirnya Dira tertidur dengan perut kosong, nenek dan kakek Dira membiarkan Dira tidur, dan nanti ketika dira terbangun dia akan menyuruh Dira makan.
Aldi berpamitan pulang karena melihat waktu sudah menunjukan pukul 8, ia berjanji akan kembali ke rumah sakit setelah mandi . Tersisa lah nenek dan kakek Dira entah dimana ayah Dira sekarang, yang pasti nenek dan kakek Dira sangat geram dengan kelakuan sang anak.
Di rumah Bu Amel
Deni sedang mengobrol dengan Bu Amel, mungkin dia akan membicarakan soal pilihannya.
" Mel kita sudahi saja hubungan ini" ucap Deni
" Loh ko tiba-tiba kamu..." Ucap Bu Amel terpotong dengan muka yang sangat kaget
" Aku gak mau Dira terus tersakiti gara-gara hubungan kita"
" Tapi kamu bilang, kamu akan jelasin semuanya sama Dira tentang hubungan kita"
" Tadinya aku berpikir begitu, tapi kamu tahu sendiri saat aku menjelaskan tentang hubungan kita Dira malah bersikap seperti itu, aku gak mau dira terus membenciku, dan aku minta maaf sama kamu hubungan kita berakhir sampai disini" ucap Deni lalu pergi meninggalkan Bu Amel. Bu Amel merasa sangat sedih dengan sikap Deni seperti itu, Deni lebih memilih anaknya dari pada dirinya, Bu Amel mengejar Deni dan menahan tangan Deni agar Deni tidak pergi.
" Lepasin Mel" titah Deni, tapi masih di pegang erat oleh Bu Amel.
" Deni aku mohon jangan tinggalin aku, kita bisa jelasin pelan-pelan sama Dira ya" ucap Bu Amel.
" Mel aku gak mau kehilangan Dira, dan aku harap kamu bisa ngerti itu"
" Terus bagaimana dengan aku"
" Aku harap kamu bisa menemukan lelaki yang lebih baik dari aku" ucap Deni melepaskan tangannya dan pergi meninggalkan Bu Amel menuju mobilnya, lalu pergi dari halaman rumah Bu Amel menuju rumah sakit.
Dengan air mata yang masih membasahi pipinya, sudah dua kali dia kehilangan cinta pertamanya, Bu Amel mengusap air matanya kali ini dia tidak mau kehilangan Deni lagi, ia bertekad akan merebut Deni dari dira
👋 Hai-hai gengs terus ikutin ceritanya ya dan jangan lupa like, komen, and vote
Sampai ketemu di episode selanjutnya ya
Ig@its_qilass