Perfect Partner

Perfect Partner
Baikan



Dira sangat menyesali akan dirinya yang saat ini mengapa ia baru sadar saat ini jika Aldi sudah menyukainya dari dulu, dan kenapa ia harus memilih Axcel yang telah mengkhianatinya, semesta memang tak adil dengan Dira, tangisan Dira semakin mengeras hingga pada akhirnya ada seorang siswi yang mengetuk pintu toilet tersebut.


" Dira, Ra" panggil siswi tersebut dengan mengetuk sangat kencang karena khawatir yang terjadi di dalam, apalagi mendengar tangisan Dira yang begitu histeris.


Seketika saat namanya di panggil Dira langsung mengusap air matanya, namun tak bisa ia sembunyikan jika matanya benar-benar merah, Dira pun langsung membuka kunci dan keluar kembali dengan wajah yang dinginnya.


" loe gak papa?" Ternyata siswi tersebut adalah Kaila orang yang sedang dekat dengan Aldi saat ini.


" Gue gak bisa bilang kalo gue baik-baik aja" ucapnya kemudian pergi meninggalkan Kaila. tepat di depan toilet ada Aldi, Dira melewatinya begitu saja tapi pada saat Dira kembali ke dalam kelas pusing pung menghampirinya kembali sehingga membuat badannya sedikit sempoyongan, dengan reflek Aldi pun langsung menahan tubuh Dira.


Bibir Dira sangat kering, ditambah mata yang merah nafasnya pun tersengkal-sengkal sangat sesak, rasanya berat sekali untuk bernafas dari toilet keluarlah Kaila, Kaila langsung menuju ke arah Aldi dan juga Dira dengan di perhatikan oleh siswa yang lain.


" Kai, tolong ambil air minum cepet" kata Aldi sedikit berteriak karena ia khawatir dengan Dira yang sesak nafas, tanpa berpikir panjang Kaila langsung mengambil air minum dari seorang siswa yang lewat mungkin siswa itu sengaja ingin menolong Dira, Aldi pun langsung meraih botol air mineral untuk di berikan pada Dira.


" Minum Ra" Aldi menyodorkan air tersebut pada Dira dan sedikit membantunya, Kaila yang melihat pemandangan itu hatinya merasa tak rela jika Aldi memperlakukan Dira seperti itu, tapi apa daya Dira dan Aldi sudah kenal terlebih dahulu sebelum dirinya dan Aldi.


" Gimana?" tanya Aldi setelah Dira selesai meminum habis satu botol air mineral, Dira langsung duduk di bangku yang ada di depan kelas, dengan kondisi yang lumayan membaik, Aldi juga ikut duduk di sana dengan wajah yang sangat khawatir.


" Ra minum yang banyak ya" Kata Aldi yang terus menatap Dira, seraya Dira langsung melihat pada Aldi.


" Makasih" Ucap Dira langsung berdiri bersiap untuk pergi dari hadapan Aldi.


" Ra tunggu" panggil Aldi, Dira pun langsung menghentikan langkahnya.


" Nanti sepulang sekolah aku tunggu kamu di roftop" ucap Aldi, setelah itu Dira langsung melanjutkan langkahnya menuju kelas, tepat sekali bel berbunyi saat itu.


Sepulang sekolah setelah jam pelajaran, Dira menuju ke roftop sesuai yang di katakan Aldi tadi, yang ternyata Aldi sudah berada di sana dengan pandangan yang mengarah ke arah lapangan, Aldi pun berbalik ketika merasakan ada seseorang yang sedang menghampiri dirinya.


" Ra" panggil Aldi dengan Dira yang sedikit tersenyum pada Aldi, tak bisa di pungkiri jika ia sangat senang Aldi masih mau bertemu dengannya.


" kenapa loe ngehindar terus dari gue" kata Aldi pada Dira, Hati Dira langsung retak ketika Aldi mengatakan kata 'loe, gue'.


" Bukannya itu yang loe mau"


" iya emang itu yang gue mau, tapi jujur satu Minggu ini gue gak tahan kalo gak liat wajah loe sehari aja"


" karena gue tau loe sama Axcel masih saling sayang dan cinta"


" kata siapa?"


" waktu itu gue liat loe sama Axcel berpelukan di sini"


" gue udah gak punya rasa sama dia"


Aldi tersenyum ketika mendengar perkataan jika Dira tak lagi mencintai Axcel apa itu artinya dirinya memiliki kesempatan untuk bersama Dira.


" maaf Ra"


" gak papa, jujur saat loe minta gue buat gak ketemu loe lagi gue sangat kesepian apalagi gue sangat bersalah atas kepergian Adelia" kata Dira dengan air matanya yang mulai mengembun ia berusaha menahan namun sayang air matanya lolos begitu saja.


" Gue merasa sendiri di, gue merasa gak ada orang yang sayang dan peduli sama gue, gue ngerasa hidup gue kembali lagi seperti dulu tak ada yang bisa gue ajak bicara" sambungnya lagi dengan sesegukkan, Aldi langsung menghampiri Dira dan memeluknya, ternyata keputusannya saat itu membuat Dira kembali lagi kedalam hidupnya yang dulu.


" gue juga pernah berpikir kenapa tuhan gak adil dengan gue, huhu..."


" maafin gue Ra, gue terbawa emosi saat itu"


" tapi gue bersyukur loe mau bertemu dengan gue lagi"


" gue janji, gak bakalan ninggalin loe lagi"


" gue hanya punya loe di yang selalu peduli sama gue"


" udah ya, gue gak akan kemana-mana dan gue akan kembali seperti Aldi yang loe kenal dulu"


****


Hai-hai gengs jangan lupa like komen dan vote karena komen kalian adalah mood booster ku