
" di boleh gue nanya?"
" boleh"
" loe punya hubungan apa sama Kaila?"
" kenapa loe nanya gitu, loe cemburu?"
" kalo iya kenapa?"
Aldi kaget ketika mendengar Dira cemburu Kaila, apakah itu artinya Dira memiliki perasaan uang sama dengannya.
" Gue gak ada hubungan apapun sama Kaila" ucap Aldi serius pada Dira yang sudah menghentikan aktivitas makannya.
" egois gak sih kalo gue bilang loe gak usah deket-deket lagi sama dia, gue tau kita hanya sebagai sahabat tapi kalo gue minta lebih dari itu?"
" tapi bukannya dulu loe gak mau ngerusak hubungan kita dari sahabat jadi pacar"
" tapi itu dulu di saat gue masih sayang sama Axcel, dan untuk sekarang gue sadar kalo gue sayang sama loe saat loe Deket sama Kaila gue gak terima itu"
" dulu juga hati gue sakit saat loe Deket sama Axcel, gue gak terima tapi untuk kebahagiaan loe gue tahan itu semua, sampai pada akhirnya gue menerima pembalasan cinta dari loe berarti untuk saat ini loe resmi jadi pacar gue"
" iya"
" yes akhirnya gue pacaran sama loe Ra, setelah lima tahun gue nunggu loe dan akhirnya"
Dira hanya tersenyum melihat Aldi yang sangat kegirangan karena pada akhirnya ia menerima cinta Aldi dan tak bertepuk sebelah tangan lagi.
" jadi aku boleh panggil kamu putri oke"
" iiih jijik"
" kenapa?"
" aneh loe panggil aku kamu"
" sekarang kan kita udah pacaran, kita panggil aku kamu"
" ga mau" Dira dengan sengaja menjahili Aldi dengan wajah yang sedikit merah karena menahan tawa, sedangkan Aldi ia bingung harus apa.
" hahahahah"
" oh kamu jailin aku, nih" kata Aldi sambil mencolek wipcream pada hidung Dira.
" hahahaha rasain kamu"
" Aldiii, lap gak!" ketus Dira dengan wajah datar dengan telunjuk mengarah pada hidung dengan wipcreamnya, Aldi langsung mengelap hidungnya ketika melihat ekspresi Dira.
Seketika Dira pun langsung membalas Aldi dengan wipcream niatnya ingin mencolekan wipcream tersebut pada pipi tapi malah mengenai mata sehingga Aldi kelilipan oleh wipcream.
" ya ampun maaf" Dira langsung membersikan cream tersebut dari mata Aldi, dengan wajah yang sangat dekat dan khawatir.
Wajah Dira sangat dekat dengan wajahnya Dira benar-benar khawatir dengan dirinya ia masih tak percaya jika sekarang Dira sebagai pacarnya, penantian yang cukup lama akhirnya dapat ia tuai dengan hasil yang ia inginkan.
" maaf ya aku gak sengaja" ucap Dira merasa bersalah.
" ga papa"
" makasih"
" makasih untuk apa?"
" makasih karena kamu selalu ada saat aku susah maupun senang, makasih kamu mau menunggu aku sabar sama semua sikap aku dan selalu buat aku bahagia, dan gak pernah merasa sendiri"
" aku melakukan itu semua karena aku sayang sama kamu"
" Aku beruntung di pertemukan dengan kamu, walaupun kadang semesta tak adil dengan aku tapi kamu selalu ada untuk aku, dan kemarin saat kamu tak bersama aku itu lah titik dimana aku benar-benar sendiri"
Dira sekuat tenaga menahan tangisnya ia tak mau merusak momen yang menurutnya sangat spesial, setelah itu Dira melepaskan pelukan Aldi dan tersenyum dengan sangat lebar dan manis, dan juga di balas kembali oleh Aldi kemudian duduk kembali ke tempat duduknya.
" dari SMP kita selalu kesini, semoga saja sampai kita punya anak nanti kita bisa kesini lagi"
" jika kita berjodoh"
" harus"
" kalo tidak?"
" aku akan meminta pada Tuhan untuk mempersatukan kita dalam sepertiga malamku"
" semoga doamu terkabul"
" pasti"
Dira tersenyum kembali setelah mendengar Aldi meminta dirinya berjodoh dengannya, dan melanjutkan makannya kembali.
" mau bikin list gak?"
" list apa?"
" list tentang apa aja yang akan kita lakuin saat pacaran pergi sampai pulang sekolah"
" kenapa harus bikin list?"
" aku mau membuat kenangan dengan kamu dan mau ngajak kamu ke tempat yang selama ini aku impikan saat bersama kamu"
" boleh"
" nanti malam aku akan kirim pesan sama kamu"
" kenapa enggak sekarang?"
" listnya ada di buku catatan, dan buku catatannya ada di kamar"
" kamu punya buku harian?"
" punya"
" aku gak nyangka seorang Aldi mempunyai buku harian"
" aku juga butuh buku harian untuk mencurahkan semua kegiatan dan kejadian yang aku alami seharian"
" bukannya kamu memiliki Tante Rossa yang siap mendengarkan semua keluh-kesahmu"
" iya aku menceritakan semuanya pada mamah, tapi aku juga butuh privasi Ra"
" aku boleh tau?"
" nanti kalo kamu jadi istri aku, baru aku akan ceritain semuanya dan kamu boleh sepuasnya membuka buku harianku"
" lama"
" tenang aku bentar lagi lulus dan akan langsung lamar kamu"
" aku masih sekolah kali"
" aku akan nunggu kamu sampai kapanpun, nunggu kamu lima tahun aja aku sanggup apalagi nunggu kamu selesai sekolah"
" eh jadian nih kalian, bagus deh supaya nih cewek gak kegatelan" kata Stella yang sedang mengunjungi cafe tersebut bersama kedua temannya, seketika Dira pun terbawa emosi ketika Stella mengatakan dirinya kegatelan.
" maksud loe apa?" Aldi pun langsung berdiri ketika Stella mengatakan pada Dira seperti itu.
" selamat ya kalian udah resmi jadian dan loe jangan pernah deketin Axcel lagi" dorong Stella pada Dira, Dira pun sedikit terdorong oleh Stella yang sudah pergi dari hadapannya. ---