
Dira tersenyum kembali pada Kaila, Kaila memang tipe orang yang memiliki aura positif, dan lagi-lagi Kaila terpesona oleh senyuman manis Dira.
" kai, nanti abis pulang sekolah loe ikut gue ya" ajak Dira pada Kaila.
" kemana?"
" pokonya loe ikut aja oke" tegas Dira lalu beranjak pergi dari hadapan Kaila, Kaila terus menatap kepergian Dira.
" Dira pantas saja kak Aldi dan juga kak Axcel memperebutkannya, Dira adalah wanita yang langka" ucapnya lalu pergi dari kantin.
Saat pulang sekolah Dira menunggu Kaila, tak lama Kaila pun datang dan tersenyum pada Dira lalu Dira membalasnya lagi dengan senyuman.
Dira langsung melangkahkan kaki masuk kedalam mobil miliknya yang dikendarai oleh supir, karena tadi ia meminta supirnya untuk datang menjemput dengan Aldi yang mengikutinya dari belakang, sepertinya Kaila tahu akan kemana ia di bawa.
Sampailah di sebuah deler motor, Kaila bingung kenapa dirinya di ajak kemari, dia pikir akan di ajak ke toko sepeda sesuai apa yang dibilang oleh Aldi tadi pagi.
Dira turun Kaila pun ikut turun dan masuk ke dalam deler motor tersebut, Dira langsung menyuruh Kaila memilih motor yang diinginkan, sontak Kaila kaget kenapa ia harus di belikan motor padahal ia dijanjikan sepeda.
" Ra gak usah" kata Kaila pada Dira, namun Dira tak menerima tolakan.
" udah diem aja dari pada loe jalan dari rumah ke sekolah" ucap Aldi pada Kaila, Kaila merasa sakit di hati ketika Aldi memanggilnya dengan 'loe' tanpa sebutan yang seminggu ini ia pakai yakni 'kai' hati Kaila terasa teriris, tapi mau bagaimana lagi sekarang Aldi dan Dira sudah resmi pacaran dan tak akan pernah bisa di pisahkan.
Akhirnya Dira lah yang memilihkan motor untuk Kaila, ya walaupun pengakuannya Kaila tidak bisa menggunakan motor tersebut, setelah menandatangani semua berkas dan motor itu atas nama Kaila, setelah itu motornya di antarkan ke rumahnya lalu Kaila, sedangkan Kaila meminta Dira untuk menurunkannya di sebuah cafe.
" loe mau apa ke sini"
" biasalah, makasih Ra"
" oke"
mobil Dira pun kembali melaju, dengan Aldi yang memberikan klakson pada Kaila, Kaila membalasnya dengan senyuman.
Dengan seragam yang masih melekat di tubuhnya, Kaila langsung langsung mendatangi kasir untuk menanyakan tentang lowongan pekerjaan tersebut.
Kaila langsung mengikuti arahan kasir untuk bertemu owner dari cafe tersebut, pada saat bertemu sang owner melihat Kaila dari atas hingga bawah, sambil mengerutkan dahinya.
" Dari SMA 45 Jakarta?" tanya owner tersebut mengenali seragam yang di kenakan oleh Kaila.
" iya"
" kamu yakin?"
" ya saya yakin"
" oke kamu mulai sekarang boleh bekerja di sini sebagai pembersih ya"
" makasih"
Kemudian Kaila di berikan seragam untuk bekerja lalu mengganti baju tersebut, menaruh semua barangnya di loker lalu bekerja dengan membersikan meja serta piring-piring dan gelas yang kotor.
" anak baru?" tanya seorang wanita yang umurnya jauh dewasa dari dirinya.
" iya kak, mohon bantuannya"
" kenapa kamu mau bekerja?"
" karena kebutuhan kak"
" gak malu? siapa namanya?"
" engga, Kaila kak"
" salam kenal Kaila, aku Sari"
" iya kak sari, kak sari sendiri udah berapa lama kerja disini?"
" setengah tahun mungkin"
" lama juga ya"
" iya"
" heh anak baru nih cuci semuanya" ucap seorang wanita yang nampak wajahnya sangat jutek pada Kaila, Kaila hanya menarik nafas lalu membuangnya.
" sabar kai, dia emang kaya gitu kaya nenek lampir hihi" ucap Sari saat membuatkan sebuah ice coffe.
Kaila hanya tersenyum pada Sari dengan tangan yang mencuci piring dan gelas, sedangkan Dira dan juga Aldi sedang berada di rumah Aldi, karena Rossa ibu Aldi ingin bertemu dengan Dira.
" ya ampun gimana kabarnya Ra?" kata Rossa langsung menghampiri Dira yang tengah duduk di ruang tamu, Dira pun seketika langsung berdiri dan memeluk Rossa, dengan senang hati Rossa membalasnya.
" Tante Dira kangen"
" sama Tante juga"
" mamah Aldi kangen" ucap Aldi yang ingin ikut berpelukan namun di tolak oleh sang ibu, Dira pun menjulurkan lidahnya pada Aldi.
" mamah gitu deh kalo ada Dira pasti anaknya di lupain" jawab Aldi cemberut, dan melirik pada sang mamah yang sedang memeluk Dira, setelah itu Dira melepaskan pelukan dan Rossa melemparkan bantal sofa pada Aldi yang cemberut kemudian pergi ke dapur, dan Dira meledeknya lagi dengan menjulurkan lidah pada Dira.
Setelah Dira dan ibunya ke dapur Aldi naik kedalam kamarnya sambil tersenyum karena kedekatan sang ibu dan juga Dira yang sekarang berstatus sebagai pacarnya, masih tak menyangka jika ini benar-benar terjadi.
" gue gak akan pernah melepaskan Dira lagi, setelah sekian lama akhirnya" ucap Aldi sambil membuka baju dan berjalan menuju kamar mandi.