Perfect Partner

Perfect Partner
Kolam Renang



Satu jam kemudian Aldi pun sampai di rumah besar Pangestu, Aldi turun dari motornya dan menuju pintu, saat menuju pintu Aldi melihat mobil sang ibu terparkir rapih di halaman rumah tersebut, mungkin ibunya ingin menjenguk Dira karena mendengar dari Aldi bahwa Dira sempat di culik dan kondisinya tidak baik-baik saja, ia pun memijit bel rumah tersebut, munculah sasiten rumah tangga tersebut membukakan pintu untuk Aldi, dan mempersilahkan Aldi untuk masuk ke dalam.


" Assalamualaikum nek,mah" seraya Aldi langsung menyalami nenek dan sang ibu saat mereka berdua asik mengobrol, Aldi pun ikut duduk di sebelah sang ibu.


" Bagaimana sekolah kamu Aldi" ucap nenek Dira, dengan Rosa yang memperhatikan Aldi.


" Ya begitulah nek" jawab Aldi dengan mengela panjang nafasnya.


" Kamu siswa tingkat akhir kan?" Tanya nenek Dira karena semenjak dari rumah sakit nenek Dira tidak pernah menanyakan tentang Aldi sedikitpun.


" Iya nek, Aldi sama Dira beda setahun dan harusnya Dira sekarang kelas 11" jelas Aldi, Rosa terus tersenyum melihat kedekatan nenek Dira dan Aldi ternyata dari anaknya ini mudah sekali akrab dengan semua orang.


" Kamu udah punya pacar belum nih?"


" Sebenernya yang deketin banyak, cuman Aldi udah suka sama satu orang" tak heran Aldi seperti itu, karena memang kenyataanya begitu, Rosa hanya menggelengkan kepalanya sikap narsis sang suami memang turun pada anaknya.


" Terus kenapa kamu gak deketin?" Nenek Dira penasaran dengan perkataan Aldi barusan sebenarnya siapa wanita di sukai Aldi, Rosa yang tahu siapa wanita yang di intai Aldi ia pun tersenyum dan terpikir untuk menjahili Aldi.


" Aldi Cemen Bu, gaya aja selangit deketin cewe aja gak berani" celetuk Rosa pada Aldi, Aldi yang mendengar perkataan itu dari sang ibu langsung cemberut.


" Siapa yang gak berani, mamah liat aja nanti" nenek dia hanya tersenyum melihat kelakuan ibu dan anak ini, Rosa menahan tawanya melihat wajah Aldi merah padam menahan emosinya.


" Sudah-sudah kamu mau ketemu Dira kan di?"


" Iya nek, Aldi mau ketemu dira"


" Dira ada di kamarnya, kamu kesana aja gih" Aldi pun beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan sang ibu menuju kamar Dira.


Tokkk..tokk


Aldi mengetuk pintu kamar Dira, setelah diijinkan masuk oleh Dira, dengan langkah santai Aldi mendekati Dira yang sedang duduk di depan jendela metal kosong ke arah halaman depan, Aldi merasa sangat sedih melihat Dira yang murung seperti setelah kejadian tadi.


" Pangeran datang, untuk menjenguk tuan putri" ucap Aldi sedikit berteriak, Dira pun menoleh pada asal suara tersebut dan ternyata itu Aldi pantas saja suara dan perkataanya sangat menijikan, pikir Dira.


" Pangeran kodok loe" ledek Dira pada Aldi, sontak muka Aldi sedih mendengar perkataan Dira.


" Jahat banget sih, tapi gak papa pangeran kodok juga nantikan butuh ciuman dari tuan putri" ucap menaik turunkan halisnya.


" Apaan sih najis banget loe" Dira langsung keluar dari kamarnya, ia sangat jijik mendengar perkataan Aldi, tapi di hati kecilnya juga senang Aldi datang dan menghiburnya, Aldi pun mengikuti Dira keluar, Dira menuju belakang rumah yang terdapat kolam renang disana, kakinya pun ia masukkan untuk bermain air sebentar begitu juga Aldi.


" Gimana keadaan loe" tanya Aldi pada Dira sambil memainkan air kolam dengan tangannya, Dira menoleh pada Aldi dengan senyuman, melihat senyuman di wajah Dira dada Aldi terus berdetak kencang.


" Maaf ya kemarin gue tinggalin loe di sekolah, seharusnya gue ajak loe kemarin" Aldi memasang muka sangat bersalah pada Dira.


" Ga papa toh semuanya udah terjadi"


" Menurut loe kira-kira siapa yang berani nyulik loe?" Tanya Aldi pada Dira, Dira pun menatap wajah Aldi.


" Menurut gue ada dua orang, yang pasti loe tahu orangnya" jawab Dira dan kembali memainkan air kolam dengan tangannya.


" Terus loe bakal gimana Ra"


" Gue akan selidiki dulu, diantara mereka berdua"


" Tapi tadi gue gak liat Bu Amel di sekolah" memang benar saat di sekolah Aldi tidak melihat Bu Amel di mana-mana biasanya saat akan ke kantin dia selalu melihat bu Amel keluar dari kelas sebelah setelah mengajar, tapi tadi tidak ada bahkan kelas sebelah kosong jamnya tidak ada guru, Dira mengerutkan dahinya mendengar perkataan Aldi jika Bu Amel tidak ada di sekolah tadi, terus kemana perginya wanita itu, apakah dia pelakunya.


" dah lah kita pikirkan nanti" ucap Dira, Aldi terus memandang wajah Dira, walaupun berkata seperti itu pasti Dira masih memikirkannya.


" kenapa loe liat gue kaya gitu" Dira melihat Aldi yang memperhatikan wajahnya.


" soalnya loe cantik sih,tapi sayang loe jutek" Aldi menunjukan barisan giginya pada Dira, Dira yang mendengar perkataan Aldi sontak menceburkan Aldi ke dalam kolam renang.


" hahahaha...syukurin" Dira tidak henti-hentinya tertawa melihat Aldi yang tercebur ke kolam renang karena ulahnya, dari dalam nenek dan Rosa berlari menuju suara yang jatuh ke kolam renang, mereka sedikit kaget takut Dira yang tercebur, tapi akhirnya mereka lega melihat Aldi yang tercebur bukan Dira.


" kamu tuh ya ngagetin aja, mamah pikir Dira yang kecebur" Ucap Rosa sambil mengelus dadanya, nenek Dira terus menggelengkan kepalanya melihat Dira yang tertawa dan Aldi yang cemberut di kolam renang.


" terus kalo Aldi yang kecebur emang mamah gak khawatir apa" ucap Aldi yang masih berada di kolam renang.


" ga papa kamu kan jago berenang" jawab Rosa enteng, Dira tak henti-hentinya tertawa Aldi pun ikut senang melihat Dira yang tertawa lepas, nenek Dira sangat bersyukur karena Dira memiliki teman seperti Aldi yang selalu ada di sisi Dira, Aldi pun menepi ke pinggir kolam dan naik ke atas.


" puas loe" ketus Aldi pada Dira, Dira berhenti tertawa dan duduk di kursi dekat kolam.


" bentar nenek suruh pembantu buat ambilin handuk buat kamu" nenek Dira pun memanggil pembantu untuk membawakan handuk buat Aldi, Aldi menatap sinis pada Dira, ia pun mendekati Dira dan menggoyangkan badannya ke arah Dira, sontak semua air yang ada di badan Aldi mengenai Dira.


" Mau gue ceburin lagi" ucap Dira dengan menatap tajam pada Aldi, Aldi pun langsung melangkah menjauh dari Dira, pembantu yang di suruh untuk mengambilkan handuk untuk Aldi datang dan menyerahkannya pada Aldi.


👋👋yok ah komen gengs supaya semangat nih up nya, jangan lupa like, komen dan vote ya.


sampai ketemu di episode selanjutnya


ig@its_qilass