Perfect Partner

Perfect Partner
Jus stroberi



Deni menundukan kepalanya, ia berpikir bagaimana caranya mendekati Dira, jika Dira saja sikapnya selalu seperti itu ketika bertemu dengannya, Deni pun duduk di ruang tamu menundukan kepala dan menjambak kasar rambutnya.


" Papah tidak akan mencampuri urusanmu, silahkan kamu selesaikan dan ingat jangan selalu bertindak gegabah" kakek Dira pun pergi menuju kamarnya meninggalkan sang anak dan istrinya, nenek Dira pun menepuk pundak sang anak dan pergi mengikuti suaminya, ia tidak akan ikut campur lagi urusan anaknya biarlah anaknya yang bertanggung jawab atas kesalahannya, apalagi tadi ia juga sudah di peringati oleh sang suami agar tidak mencampuri urusan anaknya.


Deni terus memikirkan bagaimana caranya ia mendekati Dira, tak lama suara bel berbunyi pelayan pun melihat siapa orang yang memungkinkan bel di pintu, ia langsung membuka pintu dan melihat ternyata Aldi dengan pesanan Dira di tangannya, Aldi pun masuk dan melihat Deni yang tengah duduk menunduk dengan rambut yang diremas kuat oleh tangannya, Aldi pun menghampiri Deni.


" Om" ucap Aldi memanggil Deni, Deni pun menoleh pada asal suara yang memanggilnya.


" Aldi, duduk di" suruh Deni, Aldi bertanya-tanya ada kejadian apalagi ini kenapa ayah Dira begitu frustasi, Aldi duduk dan menaruh pesanan Dira di meja.


" Kamu mau ketemu Dira di?" Deni pun menanyakan tujuan Aldi datang ke rumah besar Pangestu.


" Iya om, Dira nya ada kan ya?"


" Dira ada di kamarnya" Deni sejenak berpikir apakah Deni suruh Aldi saja untuk menceritakan bahwa Deni meminta kalung yang di kenakan Dira untuk membuka buku harian ibunya, karena jujur saja jika Deni terus berbicara pada Dira hasilnya pasti nihil. Pelayan datang dengan dua minuman yang di bawanya untuk di suguhkan pada Deni dan Aldi, pelayan itu pun menaruhnya di meja, dan Kembali ke dapur.


" Aldi, om boleh minta tolong?" panggil Deni pada Aldi, Aldi pun menoleh pada Deni dan memperhatikannya.


" Boleh dong om, emangnya om mau minta tolong apa?" Aldi sangat penasaran apa yang membuat ayah Dira itu meminta tolong, apakah ini soal Dira lagi, Deni pun menceritakan semuanya pada Aldi, Aldi terus mengangguk memahami cerita dari Deni.


" Bagaimana kamu bisa bantu om bujuk Dira?" Ucap Deni pada Aldi dengan memasang wajah yang memohon.


" Aldi gak begitu yakin om, bisa membantu atau tidak"


" Om berharap kamu bisa Aldi" Deni mengambil minuman yang di suguhkan dan langsung meminumnya.


" Aldi akan berusaha om" ucap Aldi, dari lantai atas turunlah nenek Dira yang melihat Aldi dan langsung menghampirinya.


" Aldi" panggil nenek Dira, Aldi pun berdiri untuk menyalami nenek Dira dan senyuman yang mengikutinya, nenek Dira pun menyuruh Aldi untuk duduk kembali.


" Di minum di" ucap nenek Dira, Aldi pun mengambil minuman tersebut dan meminumnya, Deni pun berdiri dan berpamitan untuk pulang lalu menyalami sang ibu, Deni pun pergi meninggalkan rumah tersebut.


" Bentar nenek panggil ditanya dulu ya di" nenek Dira memanggil Dira ke kamarnya setelah sang anak pergi, ia tahu tujuan Aldi kesana karena tadi Dira berbicara akan memanggil Aldi untuk menemaninya mengobrol, Dira pun datang dengan wajah datar tanpa ekpresi yang ia perlihatkan, Dira langsung menghampiri Aldi dan menjitak kepala Aldi, Aldi pun meringis kesakitan serta mengelus-ngelus kepalnya.


" sakit Ra, apaan sih loe tiba-tiba jitak pala gue" Aldi memasang muka memelas, sakitnya memang tak seberapa tapi ia terus memasang wajahnya tersebut.


" bodo amat, gue kan udah bilang kalo loe panggil gue itu lagi gue bakal terus jitak loe"


" kejam banget loe" nenek Dira hanya menggelengkan kepalanya pasti ketika Dira dan Aldi bertemu pasti ada saja yang di ributkan, suasana rumah pun jadi ramai karena cekcok mereka.


" mana pesanan gue" Dira menyodorkan tangannya meminta pesanan yang di pesannya pada Aldi, Aldi pun menyerahkan kotak brownies dan minuman stroberinya, Dira langsung merebutnya dari tangan Dira, moodnya benar-benar sedang tidak baik, benara-benar waktu yang pas untuk ia memakan brownies dan jus stroberi tersebut, Dira langsung membukanya tanpa menawari makanan itu pada nenek ataupun Aldi, nenek Dira berpamitan untuk masuk ke kamarnya Dira tidak menggubris sang nenek yang pamit ia terus fokus dengan kue brownies di tangannya.


" loe gak mau bagi apa sama gue" ucap Aldi menatap Dira yang sedang fokus memakan kue brownies, Dira tidak akan memberi pada siapapun ketika memakan brownies, Dira sekilas melirik tajam pada aldi dan kembali memakan brownies dan sesekali meminum jus stroberi tersebut.


" gue minta yang jus loe" Aldi langsung meraih dan menyeruput jus stroberi yang belinya tadi, Dira langsung merebut minuman itu dari Aldi dan langsung menatap tajam ke arah Aldi, seperti singa yang sedang memakan buruannya dan buruan itu di ambil oleh hewan lain.


" loe tuh yah, ga sopan banget"


" abisnya loe pelit sih"


" bodo amat" Dira langsung mendekap jus stroberi itu berjaga-jaga agar tidak di ambil lagi oleh Aldi, dan melanjutkan makannya, Aldi merasa gemas melihat Dira yang bersikap seperti anak kecil seperti itu, Aldi pun mencubit pipi Dira yang nampak mengemaskan tersebut, Dira pun menaruh kotak brownies dan jus stroberi di meja dan memukul Aldi dengan meja sofa yang ada disana, Aldi pun terus meminta ampunan pada Dira tapi Dira tidak menggubrisnya.


" udah ampun Dira, ampun" Dira berhenti memukul Dira, karena sedikit tenaganya terpakai apalagi lebar dan tangannya masih terasa sedikit sakit ia pun langsung menyeruput habis jus stroberinya kalau menyenderkan badannya di senderan sofa sama halnya Aldi seperti itu, Aldi sesekali melirik pada Dira, dia sangat bahagia bisa sedekat ini dengan Dira.


" Ra"


" apa"


" santai-santai jangan ngegas"


" kalo boleh tahu loe di culik di bawa kemana, dan siapa yang nemuin loe, apa bener asisten bokap loe?" Aldi menanyakan yang selama ini mengganjal hatinya.


" tanyanya satu-satu dong"


" ya maaf kan jiwa kepo gue bergejolak"


Dira pun menceritakan semuanya pada aldi dan tanpa ada yang ia tutup-tutupi, saat Dira melawan penjaga-penjaga itu dan sampai ia pingsan entah apa yang terjadi setelah itu.


" bukan kaleng-kaleng memang Dira yang sekarang" Aldi mengagumi Dira melawan penjaga yang menculiknya.


" emang gue barang loe sebut kaya gitu"


" ya engga loe bener-bener berubah Ra, salut gue sama loe"


Aldi pun memperhatikan Dira pandanganya tertuju pada leher Dira tepatnya pada kalung yang di kenakan Dira, jadi kalung itulah yang di maksud oleh ayah Dira, Dira yang menyadari Aldi menatap padanya langsung menatap manik mata Aldi, dan pandangan mereka bertemu, ada perasaan aneh yang muncul dari hati Dira entah apa itu. Dira pun langsung mengalihkan pandangannya ke sembarang arah begitu pun Aldi, seketika suasana pu jadi canggung.


" mi---minum tuh" ucap Dira sambil mengangguk-anggukan kepalanya memberi kode agar Aldi meminum minuman yang di suguhkan tadi, Aldi pun langsung meminumnya dengan perasaan kikuk.


👋👋 hai-hai up nih maaf ya telat, jangan lupa like komen dan vote oke gengs.


sampai jumpa di episode selanjutnya


ig@its_qilass