Perfect Partner

Perfect Partner
Sakit jantung



" udah ah keasikan ceritanya, Tante ada janji buat arisan jangan lupa minum obat ya sayang momi udah siapin di meja dapur" ibu Adelia pun beranjak dari duduknya dan pergi menuju kamar untuk mengambil tasnya, Adelia pun pergi menuju dapur untuk mengambil obatnya dan meminumnya di ruang tamu.


" loe sakit?" tanya Aldi spontan setelah Adelia meminum obatnya, dengan dira yang memperhatikan obrolan mereka.


" ya gitulah, dari kecil gue udah punya penyakit jantung jadi gue harus minum obat sering-sering"


" apa loe punya penyakit jantung" ucap Dira dengan di beri anggukan oleh Adelia, pikiran Dira langsung tertuju pada mendiang sang ibu karena ibunya meninggalkan akibat serangan jantung.


" tenang Ra ga usah syok gitu dong, gue ga papa kok"


" o ya katanya mau bikin brownies yuk kita bikin" ucap Adelia mengalihkan pembicaraan karena melihat Dira dengan wajah sedihnya ketika mendengar dirinya punya riwayat penyakit jantung, pikirnya.


Saat Dira dan Adelia beranjak bangun dari tidurnya tiba-tiba ponsel Aldi berbunyi, ia pun langsung mengangkat ponselnya.


" maaf gue gak bisa lebih lama disini,soalnya nyokap gue nyuruh gue jemput adek gue" ucap Aldi pada Dira dan Adelia, Adelia menganggukan kepalanya pada Aldi kemudian Aldi pergi meninggalkan rumah Adelia, turunlah dari lantai atas ibu dari Adelia dengan pakaian rapih langsung menghampiri Adelia.


" Adel momi pergi dulu, kamu udah minum kan obatnya?"


" iya mom udah" ibu Adelia pergi dengan memberi ciuman di pipi kanan Adelia lalu pergi meninggalkan Adelia dengan Dira, Dira yang melihat kedekatan Adelia dengan sang ibu membuatnya iri dan meneteskan air mata teringat perlakuan sang ibu dulu semasa ia masih hidup.


" Ra are you oke?" Dira pun langsung mengusap air matanya dan tersenyum pada Adelia.


" udah jangan sedih yuk kita buat kita buat browniesnya" mereka berdua pun membuat dan sesekali Adelia menjahili Dira dengan tepung awalanya Dira marah, tapi lama kelamaan Dira ikut membalas kejahilan Adelia dan tertawa bersama dengan sangat bahagia.


setelah 30 menit mereka bermain tepung, akhirnya mereka jadi juga membuat kue brownies, dari arah pintu ibu Adelia datang dan langsung menuju dapur karena mendengar tawa dari arah sana.


" ya ampun" Dira pun langsung berhenti tertawa ketika melihat ibu Adelia datang dan melihatnya dengan tepung dimana-mana bahkan wajah mereka pun penuh dengan tepung Adelia hanya tersenyum melihatkan barisan giginya yang rapih.


" buat apa sih sampe-sampe nih dapur penuh dengan tepung?" tanya ibu Adelia, Dira mengangkat brownies yang baru saja matang dan menunjukannya pada ibu Adelia.


" cuman bikin ini doang?"


" sorry mom"


" ga papa asal nanti kalian beresin ya" mereka berdua pun menganggukan kepalanya bersamaan kemudian menatap satu sama lain dan saling tertawa kembali.


Dapur pun mereka bersihkan serta tubuh mereka yang terkena tepung, hari ini Dira benar-benar sangat bahagia Adelia memang sangat ramah dan baik sekali apalagi ia nyaman ketika dekat dengannya, mereka berdua duduk di meja makan Adelia bertugas memotong brownies itu lalu di berikan pada Dira brownies buatannya itu, Adelia sangat menyukai masak segala jenis masakan ia bisa.


Dira pun menyuapi potongan pertama pada mulutnya, dan betapa kaget karena brownies itu sama persis yang di buat oleh mendiang sang ibu Dira pun terharu ternyata Adelia bisa membuat brownies persis seperti mendiang ibu Dira buatkan, dulu mendiang sang ibu selalu membuatkan brownies ketika Dira memintanya, brownies Adelia sangat-sangat enak apalagi jika di taruh strawberi di atasnya itu akan lebih sempurna.


👋👋 hai-hai up nih gengs, untuk malam ini aku gak akan up ya soalnya ada acara jadi aku gak bakalan sempet buat up, terus ikutin ceritanya ya selalu setia sama cerita perfect partner.


sampai jumpa di episode selanjutnya ya love you, jangan lupa like komen dan vote.


ig@its_qilass