
Keesokan harinya interaksi antara anak dan ayah itu semakin dekat dan menyayangi satu sama lain, dan kali ini Dira tak di antarkan sekolah oleh ayahnya karena Dira bilang ia akan berangkat bersama dengan Aldi.
Aldi dan Dira pun sampai di sekolah, dengan tawa yang sangat ceria dan kali ini Dira benar-benar berbeda, tak seperti Dira yang awal pertama masuk, Dira dengan jutek sikapnya dingin dan juga rambut yang di warnai, kini berubah menjadi Dira yang dulu, anggun dan juga ceria, ya walaupun hanya sebagian orang yang bisa dia ajak bicara dan tertawa, tapi itu di anggap sebagai perubahan yang sangat signifikan oleh teman-teman sekelasnya, yah itulah Dira yang sebenarnya, kembali dengan tanpa beban dan masa lalu yang sudah ia lupakan menerima keadaan sekarang.
Aldi POV
Aku senang ketika Dira kembali seperti dahulu, apalagi saat ini dia sudah resmi menjadi pacarku, sahabat wanita satu-satunya yang sejak dari dulu aku menyukainya, sampai saat ini pun aku tak percaya jika Dira benar-benar ada dalam hidupku, dulu aku pernah berpikir kenapa aku harus di pertemukan dengan Dira, yang hanya menyakiti aku saja, dan dia hanya menganggapku sebagai sahabat sekaligus tempat curhat untuknya, Dira selalu menceritakan apapun padaku, mulai dari pertengkaran orang tuanya, bahkan sampai dia menyukai Axcel, jujur aku kesal sekali saat itu, kenapa harus Axcel padahal aku yang selalu mendengar keluh kesah Dira, hingga akhirnya Dira menghilang entah kemana, selama satu tahun aku mencari keberadaanya tak ada kabar darinya.
Hingga akhirnya aku mendengar jika Dira pergi ke luar negeri, yang aku sendiri tak tahu pasti itu kemana, aku terus mencari Dira menggali semua informasi namun hasil tetap nihil tak ada informasi yang aku dapat, satu tahun pun berlalu hingga akhirnya aku bertemu dengan Dira, Dira yang bukan aku kenal sebelumnya namun masih ramah denganku, dengan sikap sedikit dingin dan cuek, ah entah mungkin kalian semua tahu tentang hal itu, tapi pastinya saat aku berusaha untuk dekat lagi dengan Dira ternyata Dira belum sepenuhnya melupakan Axcel padahal dia tahu apa yang di lakukan Axcel, begitulah cinta tak dapat dipaksa, dan aku mulai menyerah dengan keadaan yang terus tak mendukungku hingga akhirnya aku berkata pada Dira untuk menjauh dariku, ku pikir itu bisa berhasil tapi aku salah.
setelah ku suruh Dira untuk menjauhiku, sikap Dira malah semakin dingin, selalu menyendiri bahkan dia lupa untuk makan, rasa ingin hidupnya hilang, nampak jelas rasa sedih yang sedang Dira rasakan, walaupun aku menyuruh Dira untuk menjauhiku tapi aku tak bisa membohongi diriku sendiri untuk menjauh dari Dira, aku terus memperhatikannya.
ah entahlah itu semua sudah terjadi, dan sekarang Dira sudah kembali dengan senyum cerianya dan semangat hidup yang membara dalam dirinya
Author POV
Dira dan Aldi kini berada di atas roftop seperti biasanya, bercerita tentang masa SMP yang mereka lalui hingga sekarang, sangat jauh berbeda di bandingkan dengan kehidupan Aldi yang Dira dengar lurus tanpa adanya masalah, tak seperti dirinya yang harus menerima semua yang telah terjadi.
" aku senang kamu kembali seperti dulu Dira yang sangat ceria" jawab Aldi dengan tersenyum.
" yah semua masalah yang datang padaku membuat aku semakin dewasa dan bisa belajar tentang kesabaran dan bijaksana dalam segala perbuatan, dan aku juga belajar bagaimana harus mempunyai hati yang besar seperti almarhum mamah"
" aku tau kamu bisa menjalani semua itu, dan kadang kala kehidupan itu tak selamanya mulus, kamu harus menjalan segala cobaan untuk membuatmu tegar dan belajar apa artinya kehilangan"
" ya kamu benar"
" ya begitulah hidup gak seru jika terus-terusan lurus hidup itu harus seperti rollercoaster akan seru jika ada tanjakan dan turunan dengan rute yang berbelok-belok"
***
hai-hai up nih jangan lupa like komen dan vote