Perfect Partner

Perfect Partner
Tolong



Kaila akhirnya pulang dari rumah larut malam sekali karena hari ini cafe tempat kerja Kaila sangat ramai, Kaila terus berjalan sampai ke ujung jalan menunggu angkot, namun sayang angkot sudah tidak ada karena terlalu malam, di sisi lain dari arah yang berlawanan gerombolan geng laki-laki, Kaila ketakutan untuk berbalik pergi ke cafe tempat ia bekerja setidaknya ia bisa aman di sana karena pemilik cafe belum pulang, namun sayang saat ingin pergi salah satu laki-laki dari geng tersebut mencekal tangan Kaila.


" lepas, tolong" kata Kaila berusaha sekuat mungkin melepaskan tangannya.


" teriak aja gak akan ada yang bantu cantik" ucap lelaki itu dengan tertawa lepas, menyeramkan bagi Kaila, Kaila panik harus bagiamana sama sekali tak ada orang yang lewat, bahkan penerangan pun sangat minim.


" gimana ini aku takut banget" ucapnya dalam hati dengan tangan yang terus berusaha melepaskannya.


" lepas" teriak Kaila dengan tangan yang berusaha sekuat tenaga melepaskannya, akhirnya Kaila pun menendang kelamin lelaki tersebut dengan kakinya, sehingga lelaki itu langsung terjungkal dan otomatis tangannya terlepas, Kaila memanfaatkan waktu sebisa mungkin lari dengan sekuat tenaga namun ternyata sia-sia semua lelaki lainnya mengejar hingga tangan Kaila mereka pegang.


" tolooooong" teriak Kaila sekuat tenaga supaya ada orang yang menolongnya, Aldi yang kebetulan lewat langsung menghentikan motornya lalu memukul para lelaki tersebut, Kaila pun akhirnya lepas, tapi ia bingung bagaimana menyelamatkan Aldi, Aldi pasti kalah jika melawan lima orang sekaligus, Kaila berpikir kelas dengan perasaan kalutnya, akhirnya ia pun menelpon polisi yang sedang berpatroli, tak lama dari itu polisi datang mereka yang mengetahui polisi datang langsung pergi, namun tetap di kejar oleh polisi.


Namun tiba-tiba Kaila menghampiri Aldi dan langsung memeluknya dengan sangat reflek, mungkin karena ia sangat ketakutan, untuk menenangkannya Aldi membalas pelukan Kaila.


" udah kai gak papa" kata Aldi sambil mengelus punggung Kaila menenangkannya, dari arah kejauhan entah siapa ada seseorang yang diam-diam mengambil gambar mereka berdua entah siapa orang itu.


Kaila langsung melepaskan Aldi ketika mendengar suara Aldi, dan mengusap air matanya yang sempat turun tadi.


" makasih kak"


" kok loe selarut ini ada di luar?"


" selarut ini?"


" tadi cafenya rame jadi aku lembur"


" ya udah loe ikut gue, gue anterin loe pulang"


Aldi menaiki motornya dengan Kaila mengikuti Aldi dari belakang kemudian naik ke motor Aldi dan mengenakan helm, akhirnya Aldi pun mengantarkan Kaila pulang ke rumahnya karena takut kejadian yang tak di ingin kembali terjadi apalagi Kaila seorang wanita.


Beberapa menit kemudian sampailah di ruang Kaila, Kaila langsung turun dari motor Aldi memberikan helm yang tadi ia kenakan.


" makasih kak"


" kalo pulang malem terus mending loe bawa alat setrum, jaga-jaga kalo kejadian kaya tadi terjadi lagi, gue pulang"


" makasih"


Aldi melajukan motornya dan memberikan klakson pada Kaila, Kaila terus tersenyum melihat Aldi yang menjauh dengan motornya, momennya memang benar-benar tepat layaknya seorang tokoh utama pria yang menyelamatkan tokoh utama wanita yang sedang kesusahan, apa iya bisa di bilang seperti itu tapi Aldi adalah tokoh utama pria Dira mana mungkin ia bisa menjadi tokoh utamanya.


Ah entahlah yang pasti saat ini Kaila sangat senang karena Aldi menolong dan juga mengantarkan dia pulang, sampai dalam rumah pun Kaila terus tersenyum.