Perfect Partner

Perfect Partner
Bersembunyi



Axcel terus mengikuti Aldi, Axcel merasa seperti mengenal jalanannya, benar ini adalah jalanan menuju rumah Aldi, apakah Dira ada di rumah Aldi, untuk apa Dira disana?, Pikir axcel dengan mengerutkan dahinya.


Di spion Aldi masih melihat axcel, ia sengaja mengarahkan motornya ke arah rumahnya, karena Aldi tidak ingin jika axcel bertemu dengan Dira, itu akan membuat Dira semakin kesal, apalagi dengan kondisi Dira yang sedang tidak sehat.


Sampailah Aldi di depan rumahnya, Aldi langsung turun dari motornya dan menuju masuk ke rumah dengan kotak kue di tangannya.


" Mamah anak ganteng mamah udah pulang nih" teriak Aldi memanggil mamahnya.


Rosa yang datang dari taman belakang langsung menghampiri Aldi dan menjitak kening Aldi.


" Ah sakit mah" ucap Aldi sambil mengusap keningnya yang sakit.


" Kebiasaan, kalo masuk ke dalam rumah tuh kasih salam bukannya teriak-teriak" ucap Rosa.


" Oke deh, Aldi ulang ya mah" ucap Aldi dan langsung menuju keluar pintu.


" Assalamualaikum mamah ku" ucap Aldi membuka pintu lalu mencium pipi kanan sang ibu dan menuju ke kamarnya.


" Waalaikumsalam" jawab Rosa sambil menggelengkan kepalanya, anaknya itu benar-benar tidak berubah.


Di sisi lain axcel terus memantau rumah Aldi, rumah Aldi memiliki pagar yang tinggi jadi axcel tidak bisa melihat Aldi jika keluar dari pintu rumahnya, axcel akan menunggu jika Aldi keluar dari gerbang rumahnya.


Di kamar Aldi.


" Sial, ternyata dia nungguin gue di depan" ucap Aldi melihat axcel dari kamera cctv yang berada di depan gerbang melalu handphone.


Aldi memutar otak bagaimana caranya bisa keluar dari rumahnya tanpa di ketahui oleh axcel, Aldi mengganti seragamnya terlebih dahulu dan terus memikirkan apa yang akan dilakukannya.


Aldi menemukan cara agar bisa keluar dari rumahnya tanpa di ketahui oleh axcel, Aldi keluar dari kamar dan tidak lupa kotak kue di tangannya, Aldi turun dan mencari sang mamah.


" Mahhh..." Teriak Aldi mencari sang ibu, Aldi menemukan sang ibu di halaman belakang rumahnya.


" Mahhh..." Panggil Aldi pada sang ibu, Aldi medudukan bokongnya di samping sang ibu.


" Aldi, gimana keadaan Dira?" panggil Rosa sang ibu menanyakan kabar Dira.


" Mendingan, o yah mah, mamah mau bantu Aldi gak?" Ucap Aldi dengan tatapan yang berbinar pada Rosa ibunya.


" Syukur Alhamdulillah" ucap Rosa pada Aldi, Rosa melihat wajah Aldi yang begitu mengharapkan bantuan darinya.


" Kamu mau minta tolong apa?" Ucapnya lagi.


" Mamah mau jenguk Dira gak?" Tanya Aldi


" Mau, tapi nanti bareng sama papah" ucap Rosa.


" Sekarang aja yah, yah" ucap Aldi dengan memasang muka yang sanga memohon.


" Nanti"


" Sekarang pleasee" ucap Aldi dengan menyatukan tangannya dan memohon agar ibunya menuruti kemauan Aldi.


" Kamu kalo mau ke rumah sakit, tinggal pergi aja biasanya juga pergi sendiri"


" Mah masalahnya axcel ada di depan rumahnya"


" Terus"


" Terus mamah harus anterin Aldi ke rumah sakit, yah mau yah" ucap Aldi merayu sang ibu agar menuruti kemauannya itu.


" Ok deh" ucap Rosa, ia tahu permasalahan persisnya kenapa Dira sangat membenci axcel. Yah mungkin Aldi dan suaminya yang menceritakan permasalahan itu, karena mereka berdua lah yang dekat dengan keluarga Pangestu.


Tak lama dari itu Ayla datang, Ayla langsung menyalami ibunya dan kakaknya.


" Bang " panggil Ayla pada sang Kaka


" Di depan kayanya ada temen lu deh, o ya mah habis ini Ayla langsung pergi les ya" ucapnya lagi dan berlalu pergi ke kamarnya, Aldi tidak menjawab perkataan adiknya itu.


" Makan dulu ay" teriak Rosa pada anak bungsunya.


Aldi menunggu ibunya di ruang tamu, Rosa pun turun dari tangga dengan pakaian yang sudah rapih, Aldi langsung berdiri dari tempat duduknya, dan menghampiri ibunya.


Ayla yang turun dari kamarnya, dengan tas di bahunya, bertanya-tanya kemana mereka mau pergi, pikir Ayla.


" Mamah sama Abang mau kemana?" tanya Ayla dengan sangat penasaran.


" mamah mau anterin Abang kamu ke rumah sakit" ucap Rosa pada anak bungsunya.


" Abang sakit?" ucap ayla sontak langsung memegang kening sang kakak.


" gak panas ko" ucapnya lagi.


" emang gak sakit, siapa bilang gue sakit" ucap Aldi


" Terus kalian ke rumah sakit mau apa?" ucap Ayla.


" Mau jenguk Dira" ucap Aldi


" ohhh, kenapa gak pergi sendiri, kenapa harus di anter sama mamah?" ucap ayla, Ayla sudah mengetahui bahwa Dira masuk rumah sakit dari cerita yang di dengar dari sang kakak.


" banyak tanya banget sih ay, udah ah yok mah" ucap Aldi.


" ay mau mamah anter sekalian?" tawar rosa pada anak bungsunya.


" mauuu" ucap Ayla dan langsung merangkul tangan sang ibu.


" mah, tempat les ay kan jauh" rengek Aldi seperti anak kecil, Aldi tahu tempat les sang adik berbalik arah dengan rumah sakit yang di tempati Dira.


" udah kamu ikutin aja rencana mamah" ucap Rosa lalu berjalan menuju keluar diikuti oleh Aldi dan Ayla.


Kini mereka bertiga sudah ada di mobil, Aldi membaringkan badannya di kursi belakang dan ia juga tidak lupa membawa kotak kue yang akan di berikan pada dira, Rosa melajukan mobilnya dan keluar dari gerbang, ia menengok ke kiri dan ke kanan memastikan apakah axcel masih berada di sana atau tidak.


Rosa melihat sosok axcel di seberang jalan, Ayla yang bingung dengan sikap sang ibu dan kakaknya itu, kenapa ibunya menengok seperti itu, dan kenapa kakaknya membaringkan badannya?, tapi Ayla tak mau bertanya, ia memilih untuk membaca buku.


Aldi terus berusaha menundukan badannya agar tidak di ketahui oleh axcel, padahal kaca mobilnya berwarna hitam, jadi kalo Aldi bersikap biasa saja pun tidak akan kelihatan dari luar, Aldi berpikir mungkin ibunya akan melakukan sesuatu, benar saja ibunya malah melajukan mobilnya kearah axcel.


" kamu" ucap Rosa pada axcel sambil membuka kaca mobilnya.


" eh Tante" ucap axcel, dengan mata yang menelisik ke dalam, mungkin saja Aldi ikut dengan ibunya, tapi sayang ia hanya melihat seorang gadis yang sedang membaca buku, mungkin itu adik dari Aldi.


" kamu kan yang kemarin ke rumah ya?" ucap Rosa yang sengaja berbasa-basi untuk mengecoh axcel.


" ah iya Tante" ucap axcel


" sedang apa kamu disini?"


" itu Tante saya lagi janjian ketemu sama temen" ucap axcel sengaja tidak memberi tahu tujuan aslinya.


" Oh begitu ya, Tante kira kamu lagi nungguin Aldi" ucap rosa pada axcel.


Axcel langsung menelan salvianya, kenapa dia bisa tahu?, ah mungkin ibu Aldi tahu dari anaknya, pikir axcel


Aldi yang berada di jok belakang malah mendengus kesal kenapa ibunya berbicara seperti itu, axcel pasti akan curiga.


" kalo kamu nungguin Aldi, percuma Aldi gak akan keluar" ucap Rosa dengan menutup kaca mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan axcel.


Axcel hanya bisa mendengus kesal, jadi dari tadi Aldi sudah tahu dengan keberadaan dirinya, pantas saja dia langsung pergi ke rumahnya.


" ah sial " ucap axcel dalam hati dengan tangan yang memukul jok motornya.


👋👋👋hai-hai gengs maaf baru up lagi, soalnya banyak kejadian yang ga keduga, author selalu berusaha buat up terus, tapi gak bisa karena satu dan lain hal, jadi author harap kalian selalu menunggu up dari cerita perfect partner ya, dan jangan lupa like, komen dan vote. oh ya nanti malem up lagi ya di tungguin aja wkwkwkwk


Ig @it_qilass


sampai ketemu di cerita selanjutnya.