
Tak lama dari itu bel istirahat pun berbunyi, axcel kembali ke kelasnya untuk mengambil ponsel yang tertinggal, axcel pun langsung mencari ponselnya, tapi saat mencari ponsel ia menemukan selembar kertas yang bertuliskan " KAMU TIDAK AKAN HIDUP TENANG" dengan tinta yang berwarna merah, axcel pun kaget dan langsung mengepal kertas itu, kelakuan siapa ini, siapa yang berani menaruhnya disini, begitulah pikiran axcel sekarang.
Axcel pun langsung mengambil ponselnya dan bergegas keluar untuk berlatih bermain piano, sebab di kelas tidak ada seorang pun disana kecuali dirinya, Ketika axcel berjalan menuju ruangan musik ia merasa ada orang yang sedang mengikutinya, axcel pun langsung menoleh ia melihat sekelebat bayangan, axcel pun langsung mengejarnya dari belakang, axcel melihat orang tersebut mengenakan jaket berwarna merah dengan celana hitam axcel pun terus berlari mengejar orang tersebut, saat di lorong persimpangan orang tersebut pun menghilang, axcel pun mencari ke ruangan yang ada di sana, tapi sayang orang tersebut tidak ia temukan axcel keluar dari ruangan tersebut saat melangkah keluar pintu tiba-tiba ada kertas yang di lempar di tepat di depannya, axcel membuka gulungan kertas tersebut dan membacanya.
" Aula sekolah, pulang sekolah" tulisan dari kertas tersebut, axcel pun langsung mengernyitkan dahinya, sebenarnya siapa orang ini dan mau apa dia, pikirnya.
Axcel pun langsung menyakui kertas tersebut, dan langsung menuju ruangan musik untuk berlatih, sampailah axcel di ruangan musik dan menuju piano untuk ia mainkan, tapi pikirannya masih memikirkan siapa orang itu, dan siapa orang yang memberika kertas tersebut, pikir axcel.
Saat axcel memainkan pianonya, Stella datang dari arah pintu dengan membawa makanan dan minuman untuk di berikan pada axcel, axcal mengetahui Stella yang datang langsung memainkan irama yang cepat dan tinggi, Stella pun mendekati axcel dan menyodorkan makanan yang di bawanya.
" By makan dulu nih" ucap stella, axcel pun menghentikan tangannya memijat piano dan menerima makanan yang di beri Stella, kali ini axcel tidak menolak pemberian dari Stella karena sang ayah telah memerintahnya.
Flashback on
Jovan pulang ke rumahnya dan langsung masuk ke kamar axcel, tapi axcel tidak ada di kamarnya ia pun mencari ke ruangan yang lain dan ternyata axcel berada di ruangan musik, ruangan itu sengaja di buat untuk axcel karena axcel sangat menyukai musik, Jovan pun masuk dan menghampiri axcel yang sedang bermain piano, axcel yang mengetahui ayahnya masuk langsung menghentikan bermainnya.
" Kamu harus bantu papah axcel" ucap Jovan pada axcel, axcel tahu arah pembicaraannya kemana pasti ini soal Stella lagi, axcel hanya memperhatikan pembicaraan sang ayah tanpa ingin menjawabnya.
" Kamu gak mau kan hidup kita sengsara?" Tanya Jovan pada sang anak, axcel terus menatap lekat ayahnya.
" Tapi pah axcel gak mau kesalahan yang dulu terulang lagi" axcel pun menjawab perkataan dari ayahnya.
" Terserah jika kamu ingin sengsara, semua pilihan ada di tangan kamu" ucap Jovan, axcel pun memikirkan perkataan ayahnya.
" Dan jika kamu tidak mau hidup kita sengsara, maka dari itu ikutin yang papah perintah" ucapnya lagi.
" Tapi pah axcel gak suka sama Stella" ucap axcel pada sang ayah, ayahnya pun memegang pundak axcel.
" Hanya sementara, setelah itu terserah apa yang akan kamu lakukan" Jovan pun pergi meninggalkan axcel, axcel terus memikirkan perkataan sang ayah, akhirnya ia pun mengikuti perintah ayahnya.
Flashback off
Axcel pun langsung memakan makanan yang di berikan Stella, Stella terus tersenyum melihat axcel memakan makanan yang di berinya, karena kali ini axcel tidak menolaknya lagi.
Di belakang sekolah Dira sedang menunggu Aldi karena tadi ia berpapasan dengan Aldi dan memintanya untuk datang, Aldi pun datang dengan membawa minuman.
" Lama banget sih" ucap Dira sambil menekuk makannya.
" Maaf tadi ada urusan bentar hehehe" ucap Aldi sambil memberikan minuman pada Dira, Dira pun menerimanya dan meminumnya.
" Ra minta nomer loe dong, biar gampang gue hubungin loe" ucap Aldi pada Dira, Dira pun langsung meminta ponsel Aldi, Aldi pun menyerahkannya Dira langsung mengetikkan nomernya di ponsel Aldi.
" Nih, jangan hubungin gue jika loe gak perlu-perlu banget" ucap Dira dengan melirik Aldi dengan tajam.
" Kayanya gue akan bales dendam" ucap Dira pada Aldi, Aldi pun langsung menatap pada Dira.
" Gue akan bantu loe Ra" ucap Aldi menawarkan diri.
" Pulang sekolah gue tunggu loe di sini"
" Oke, tapi gue agak telat ya"
" Emangnya loe mau kemana?" Tanya Dira dan menatap tajam pada Aldi.
" Ada lah, urusan cowok loe gak perlu tau" ucap Aldi pada dira.
" Tapi kalo loe mau ikut juga ayo, gue tunggu di aula pulang sekolah oke" ucap Aldi sambil mengacungkan jempolnya, Dira langsung memalingkan wajahnya menatap pohonnya yang berada di di depannya.
Bel masuk pun berbunyi, Dira dan Aldi kembali ke kelasnya, Dira pun duduk di bangkunya dan mengikuti pelajaran sampai akhir.
Akhirnya bel yang bertanda pelajaran selesai pun berbunyi, semua murid berhamburan keluar dari kelas, Dira pun mengingat perkataan Aldi tadi untuk datang ke aula, Dira pun menuju aula tanpa menunggu Aldi terlebih dahulu, sampailah Dira di aula, tapi ia tidak menemukan siapa pun di sana, Dira pun memutuskan untuk menunggu Aldi, mungkin sebentar lagi Aldi akan datang, Dira mendengar langkah kaki menuju aula mungkin itu Aldi, pikirnya. Tapi bukannya Aldi yang masuk ke dalam aula tersebut, malah axcel yang masuk ke dalam aula tersebut, Dira yang tahu axcel masuk ke dalam aula tersebut langsung bersembunyi di balik bangku yang berada di aula.
Axcel melihat sekeliling tapi tidak menemukan orang disana, tak lama ia berdiri di aula ponselnya berbunyi, menunjukan pesan yang baru saja ia terima, axcel pun membacanya.
" Naik ke atas panggung dan cari lipatan kertas" isi dari pesan tersebut, axcel pun langsung mengikuti perintah dari pesannya tersebut dan naik ke panggung mencari kertas yang ia cari.
Dari balik bangku Dira terus memperhatikan gerak-gerik axcel, apa yang ia lakukan di sini, pikir Dira.
Axcel pun menemukan lipatan kertas di selipan not piano, ia langsung membukanya, dan membacanya.
" waktu untuk bermain sudah di mulai" isi dari lipatan kertas tersebut, axcel merasa bingung sebenarnya siapa yang mengirim pesan dan kertas untuknya, axcel pun melihat di sekitar mencari orang yang berada di aula, tapi tidak ada seorang pun di sana.
Dira melihat axcel menemukan kertas di not piano sebenarnya apa isi kertas tersebut, pikir Dira, axcel pun keluar dari aula dan menyimpan kertas tersebut di sakunya, Dira yang melihat axcel keluar dari aula ia pun langsung keluar dari tempat sembunyiannya, tak lama dari itu Aldi datang menepuk pundak Dira, Dira langsung terperanjak karena kaget, Dira langsung memukul Aldi dengan reflek karena kaget.
" Sakit Ra" ucap Aldi dengan memasang wajah kesakitan.
" kebiasaan loe" jawab Dira dengan mata yang sedikit melotot, Aldi hanya menunjukan barisan giginya.
🤔kira-kira siapa ya yang mulai meneror si axcel?
sampai sini dulu ya gengs, jangan lupa like, komen dan vote.
bye-bye di episode selanjutnya
ig@its_qilass