
Pembelajaran pun selesai semua murid berhamburan keluar untuk pulang, dan ada beberapa murid yang mengejek Dira soal pesan suara tadi, bisa-bisanya dia lupa mengecilkan suara di ponselnya, Dira keluar dengan perasaan malunya, tapi untuk hanya teman sekelasnya lah yang mendengar pesan suara tersebut.
" Hahaha...Dira Dira" Adelia tertawa dan melihat Dira, Dira pun langsung menatap tajam, tapi apalah daya Adelia tidak mempan dengan tatapan tajam Dira.
" DIRA" panggil Aldi pada Dira dengan berteriak, semua murid melihat pada Aldi yang memanggil nama Dira, Dira pun cemberut saat Aldi memanggilnya dan mendekatinya.
" loh kenapa mukanya kaya gitu?" jawab Aldi yang melihat wajah Dira cemberut saat melihatnya.
" gara-gara pesan suara yang kakak kirim tuh" jawab Adelia yang menyaut pertanyaan Aldi.
" emangnya kenapa?" Aldi masih merasa bingung emangnya ada salah apa dengan pesan suara yang dikirimnya, sambil tangan yang menggaruk kepalanya padahal tidak gatal.
" tau ah" Dira pergi meninggalkan Adelia dan Aldi, mereka pun mengikuti Dira dari belakang, Adelia menceritakan semuanya pada Aldi.
" hahaha.... serius kaya gitu?"
" iya, dira malu banget loh kak"
" dasar ceroboh"
" o yah kak sebenernya Dira tuh suka loh sama kakak, tapi dia masih bingung sama perasaanya sendiri"
" bingung?"
" iya, tapi coba deh kakak deketin terus Dira siapa tau kalian berdua bener pacaran iyakan"
Aldi pun mendengarkan cerita Dira dari Adelia, betapa senang mendengar perkataan yang di ucapkan Adelia kalau Dira menyukainya tapi Dira masih bingung dengan perasaannya, dengan tekad besar Aldi menyakinkan hatinya akan meluluhkan hati Dira.
" oke gue bertekad akan terus deketin dia"
" semangka" jawab Adelia memberi semangat pada Aldi, tapi Aldi bingung kenapa Adelia mengatakan semangka.
" kok semangka sih loe mau beli?"
" ga gaul nih kak Aldi, semangka itu semangat kakak"
" oh, kalian gak akan kemana-mana kan?"
" kita mau ke salon kak, kakak mau ikut?"
" ke salon mau cat rambut?"
" iya katanya dira mau cat rambut jadi item"
" tumben dia mau"
" Dira udah bosen ka sebenernya cuman katanya males, ya udah aku temenin aja"
" ok deh"
" buruan woi" teriak Dira dari mobilnya karena Adelia berjalan lamban sekali, dengan Aldi di sampingnya dira masih sebal pada Aldi gara-gara pesan suara tadi padahal dirinya lah yang lupa untuk mengecilkan suara tapi Aldi yang kena batunya, Adelia mempercepat langkahnya dan langsung masuk ke mobil Dira.
Mobil pun meninggalkan halaman sekolah, dengan Aldi yang mengikutinya dari belakang, Dira melihat kebelakang ia melihat Aldi yang mengikuti mobilnya.
" kan dia bilang mau pulang bareng tuan putri tadi" celetuk Adelia dengan sedikit tertawa pada Dira, Rasa malu pun datang kembali menghampirinya.
" apaan sih loe"
" pa ke salon citra ya" Adelia berbicara pada sopir Dira untuk mengarahkannya ke salon citra, sopir Dira pun langsung mencari alamatnya di google maps.
30 menit mereka pun sampai di salon Dira dan Adelia turun dari mobil, begitu pun Aldi ia memarkirkan motornya dan turun dari motor lalu menghampiri dira dan Adelia, mereka bertiga masuk dengan di sambut baik oleh para pelayan.
" ada yang bisa saya bantu?" ucap salah satu pelayan yang menghampiri mereka, kebetulan salon tersebut adalah langganan ibu dari Adelia sehingga ia hapal dengan pelayang yang menyapanya barusan.
" ini mbak, teman saya mau cat rambut" jawab Adelia, dengan Dira dan Aldi di sampingnya.
" potong rambut juga ya mbak"
" loh mau potong juga?" ucap Aldi yang kaget karena Dira ingin memotong rambutnya, padahal Dira sangat cantik jika rambutnya panjang dan coklat warna asli dari rambut Dira.
" iya, terlalu panjang"
" mari ikut saya" Dira mengikuti pelayan tersebut dengan menitipkan tasnya pada Adelia, Adelia dan Aldi duduk di kursi tunggu di salon tersebut.
" kak Aldi" panggil Adelia, Aldi yang tengah melihat sekeliling salon pun langsung menoleh pada Adelia.
" kalo boleh tau sejak kapan sih kakak suka sama Dira?"
" udah lama dari kelas 1 SMP"
" terus kenapa Kaka gak bilang sama Dira?"
Aldi pun menceritakan semuanya pada Adelia, karena Adelia pasti sudah mendengar cerita dari pihak dira, jadi Aldi tidak sungkan lagi jika bercerita kepada Adelia apalagi dia orangnya asik saat di ajak bercerita.
" tapi tenang kakak gak usah khawatir Dira gak ada perasaan lagi kok sama kak axcel"
" tau dari mana?"
" Dira sendiri yang bilang, Dira juga bilang kalo sama kakak tuh jantung suka dag-dig-dug gak karuan"
" serius" hati Aldi begitu berbunga-bunga saat mendengar perkataan Adelia, ternyata selama ini jantung Dira berdegup kencang saat berada di dekatnya, Aldi terus tersenyum bahagia.
Adelia pun ikut tersenyum saat melihat Aldi, betapa bahagianya dia sudah menyukai Dira dari dulu dan mengikhlaskan Dira dengan orang lain akhirnya dia akan mendapatkan Dira, ia berharap semoga mereka berdua berakhir bahagia.
3 jam pun berlalu Dira tak kunjung selesai, Adelia sudah bosan menunggu, berbeda dengan Aldi malah ia tak sabar melihat penampilan baru dari Dira.
Akhirnya setelah menunggu lama Dira pun selesai, dira menghampiri Adelia dan Aldi mereka berdua langsung berdiri saat melihat Dira, Dira semakin caring dengan rambut pendek sebahu masih Curly di bagian ujungnya dengan warna hitam, Aldi semakin terpesona dengan penampilan Dira sekarang ternyata setelah rambut Dira di ubah aura Dira semakin terpancar, mata Aldi tak henti-hentinya menatap Dira.
👋👋hai-hai up nih gengs, jangan lupa like komen dan vote ya.
komen terus supaya semangat, sampai jumpa di episode selanjutnya gengs love you♥️♥️♥️♥️♥️
ig@its_qilass