Perfect Partner

Perfect Partner
Penyesalan



Ketika Dira menuju ke kamarnya dengan roti di tangannya, dia tak sengaja kakinya tersandung dengan kaki kursi dan langsung jatuh ke lantai, Deni sang ayah yang berada disana langsung menolong dira, tapi tangannya ditepis oleh dira dengan langkah pincang Dira kembali ke kamarnya dengan roti yang dibiarkan begitu saja dan meninggalkan sang ayah.


" Dira" panggil Deni, tetapi lagi-lagi di abaikan oleh dira, Deni hanya menatap sedih punggung Dira yang menjauh dan masuk ke kamar dengan pintu yang langsung di tutup.


kamar Dira


Dira langsung mengusap kakinya yang tersandung, menampakan warna biru di kaki jempolnya dan meringis kesakitan, Dira langsung mencari kotak p3k untuk mengobati lukanya.


Setelah Dira mengolesi kakinya dengan salep, dia membaringkan badannya di kasur untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu karena lapar, yah walaupun niatnya untuk mengisi perut gagal. Dari pintu Deni sang ayah memperhatikan Dira yang terlelap tidur dan menghampirinya.


" maafkan papah Dira, papah akan tebus semua kesalahan papah di masa lalu" ucap Deni dengan sangat menyesal lalu mengusap kepala Dira dan memberikan kecupan singkat di kening Dira yang sedang terlelap, Deni berbalik dan melangkah pergi dari kamar Dira.


pagi hari


Dira yang sudah siap dengan seragam yang melekat di tubuhnya seakan dia siap untuk berangkat sekolah, walaupun dalam hatinya dia enggan untuk bersekolah, tapi setidaknya dia tidak hanya diam di rumah, kali ini rambut Dira tidak di biarkan tergerai melainkan diikat satu seperti ekor kuda.


Dira keluar dari kamarnya dan beranjak turun untuk mengambil roti di dapur untuk ia makan, tapi pada saat Dira berjalan ke dapur dia melihat ayahnya sedang sarapan di meja makan seorang diri.


" Dira ayo duduk dan sarapan sama papah" ucap Deni sang ayah mengajak Dira untuk sarapan. Tapi lagi-lagi Dira tidak menjawab hanya mengambil roti dan menghabiskan susu yang sudah di buat oleh pelayan disana, lalu pergi meninggalkan sang ayah, Deni hanya menarik nafas dengan berat.


Dira berjalan keluar dan menuju motornya yang terparkir di halaman rumahnya, pada saat Dira akan menaiki motornya tiba-tiba ada sebuah mobil berwarna hitam masuk ke halaman rumahnya. Seseorang yang berada di dalam mobil tersebut turun dan memperlihatkan wujudnya. Dira memperhatikanorang tersebut sepertinya dia pernah liat orang tersebut.


" selamat pagi" ucap orang tersebut dengan senyum dengan sangat ramah, tapi Dira tidak menjawabnya dia hanya diam dengan pikiran mengingat orang tersebut pernah bertemu dengannya ketika di sekolah kemarin. mungkin orang tersebut juga memikirkan yang sama, dan mungkin juga orang tersebut rekan kerja ayahnya tak mau ambil pusing Dira menaiki motornya dan berlalu meninggalkan orang tersebut.


SMA NEGERI 45 JAKARTA


Dira turun dari motornya dan menuju ke kelas, pada saat Dira menuju kelas dia dihadang oleh seorang siswi.


" loe yang namanya Dira" ucap siswi tersebut kepada Dira, tapi Dira tidak menghiraukan itu dan langsung masuk ke dalam kelas.


" loe ga denger heh anak baru" ucapnya lagi, lagi-lagi Dira tidak menggubris dan membuat siswi tersebut marah.


" LOE BUDEG" ucap siswi tersebut dengan kaki menendang meja Dira, Dira yang sedari tadi diam menanggapi siswi tersebut.


" Denger ya loe ga usah deket-deket sama axcel, axcel itu pacar gue" mungkin dia tahu ketiak axcel menghampiri Dira.


Dira hanya sedikit menyunggingkan bibirnya.


" inget itu, dan loe ga usah keganjenan " ucap siswi tersebut, Dira tidak menjawabnya lagi, lagi pula dia tidak mau ribut di kelas pada pagi hari bisa-bisa dia berurusan dengan pa bakri. siswi tersebut pergi dari kelas Dira dengan orang yang ada di sekitar kelas Dira maupun di dalam yang sedari tadi melihat kelakuan siswi yang baru saja keluar dari kelas dira.


Tak lama dari itu semua murid sudah datang dan memenuhi kelas, Dira hanya diam dan menundukan kepalanya di meja. tak terasa bel tanda masuk pun berbunyi, tapi bukannya guru mata pelajaran masuk malah guru BK yang masuk, mungkin waktunya buat merazia dan mengamankan orang yang tidak ikut aturan di sekolah, murid yang membawa sesuatu langsung panik ketika pa Bakri dengan di temani dua guru lainnya masuk ke kelas mereka, sedangkan dira hanya bersikap santai dan tak bergeming sama sekali.


" kalian semua ke depan dan berkumpul disini saya mau periksa tas kalian" ucap pa Bakri, mereka semua nurut tak terkecuali Dira. satu persatu tas di periksa oleh pa Bakri dan guru yang mengikuti pa Bakri tadi. Pa Bakri menemukan beberapa lipstik di siswi, dengan membawa barang tersebut. Pa Bakri dan dua guru lainnya beralih memeriksa penampilan siswa dan siswi yang berdiri di hadapan papan tulis.


Pandangan pa Bakri langsung tertuju ke arah Dira.


" Dira " panggil pa Bakri, Dira langsung menengok ketika namannya di panggil.


" Besok kamu harus cat rambut kamu seperti sebelumnya" titah pa Bakri terhadap dira.


" Saya ga mau" ucap Dira dengan ketus.


" kalo kamu gak mau mengikuti peraturan sekolah ini, mending kamu keluar dari sekolah ini" ucap pa bakri. Dira langsung melangkah menuju mejanya dan mengambil tas untuk pergi meninggalkan kelas tapi di tahan oleh pa Bakri.


" mau kemana kamu Dira"


" bapak bilang, kalo saya ga mau mengikuti peraturan sekolah, saya harus keluar jadi, sekarang saya akan keluar" ucap Dira dengan dilihat oleh semua orang yang berada di dalam kelas. pa Bakri mendengar jawaban dari Dira membuatnya geram.


" ya sudah silahkan kamu keluar tapi saya akan buka kartu kamu" ucap pa Bakri mengancam Dira, Dira yang mendengar itu langsung mendengus kesal dan berbalik ke tempat semula, murid-murid yang ada disana menatap ke raha, karena Dira begitu berani melawan pa Bakri.


😊 halo-halo gengs terus ikutin ceritanya ya dan jangan lupa like, komen, vote dan tambahkan ke favorit buat kalian yang belum


sampai ketemu di cerita selanjutnya Ig author @its_qilass