Perfect Partner

Perfect Partner
Ganti rugi



Belajar mengajar berjalan dengan lancar dan tibalah waktunya istirahat, Aldi berjalan menuju kantin untuk mengisi perutnya, sampailah Aldi di kantin ia langsung memesan siomay untuk dimakan, Aldi duduk di kursi seperti biasa yang selalu ia tempati, datanglah pesanan Aldi, tanpa berbasa basi Aldi langsung memakannya, saat Aldi memakan makanannya ada seorang siswi duduk di hadapan Aldi, Aldi pun langsung mendongakkan kepalanya.


" Ka Aldi ya?" Tanya siswi tersebut dengan wajah yang terus memandang Aldi, Aldi merasa bingung kenapa siswi tersebut mengahampirinya.


" Iya kenapa emang?" Aldi berbalik tanya pada siswi tersebut, siswi tersebut merasa gerogi karena bisa berbicara dengan Aldi.


" Aku denger kakak belum punya pacar ya, nih aku bawain Coca cola buat Kaka" siswi tersebut memberikan minuman Coca cola pada Aldi, dan langsung pergi meninggalkan Aldi dengan perasaan yang sangat mendebar, dengan sikap siswi tersebut seperti itu Aldi semakin yakin bahwa dirinya memanglah tampan, senyuman di bibir Aldi pun terus mengembang hingga akhirnya bayangan Dira datang dalam pikirannya, ia pun menarik senyuman dan melanjutkan makannya tanpa mengambil minuman yang berikan siswi tersebut, selesailah Aldi memakan siomay Aldi berencana untuk pergi ke gudang rooftop yang kemarin ia bersihkan untuk menenangkan diri.


Tapi sial saat dirinya berjalan menuju rooftop , Aldi di tabrak oleh Kaila yang sedang membawa tumpukan buku, buku itu pun berhamburan ke lantai.


" kenapa harus dia lagi sih, sial banget " umpat kaila dalam hati, karena buku yang ia bawa berhamburan ke lantai, Aldi yang melihat itu hanya menarik nafas dengan kasar, tanpa memperdulikan kaila Aldi langsung melanjutkan langkahnya.


" sekarang siapa yang gak punya tatak Rama" ucap kaila sedikit berteriak pada Aldi, Aldi pun langsung berbalik dan melangkah menuju kaila.


" loe ngomong sama gue?" ucap Aldi menatap Kaila yang sedang membereskan buku yang berserakan di lantai.


" gak saya ngomong sama orang yang gak punya tatak rama" jelas kaila, Aldi merasa tersinggung dengan perkataan kaila ia pun membantu membereskan buku yang berserakan di lantai, selesailah buku yang berserakan itu di rapihkan, Kaila menatap tajam pada Aldi.


" apa?" Aldi membuat Kaila memalingkan pandangannya, yang tadinya menatap Aldi tapi Kaila memalingkan wajahnya ke asal arah.


" pokoknya Kaka harus minta maaf sama saya, dan bantu saya simpan buku ini di ruang guru" tegas Kaila memerintah Aldi, Aldi yang mendengar itu langsung mengangkat sebelah alisnya.


" gak salah denger nih gue, loe yang nabrak gue"


" nyebelin banget nih orang kalo bukan Kaka kelas udah gue jitak" Kaila terus bergerutu dalam hatinya.


" gue denger ya cacian loe" Aldi melihat raut muka Kaila yang sedang bergerutu dalam hatinya.


" kenapa dia bisa tau sih?" ucap kaila dalam hati, Tak mau berdebat dengan Aldi lagi,Kaila pun langsung membawa tumpukan buku itu menuju ruang guru, di sisi lain Axcel terus memperhatikan Aldi, kenapa Aldi tidak bersama Dira, kemana lagi Dira, pikirannya terus melayang memikirkan Dira.


" awas jangan terlalu benci sama gue, nanti loe suka lagi" ucap Aldi berteriak pada punggung kaila yang menjauh menuju ruang guru.


" gak bakalan suka sama kakak kelas yang nyebelin gitu" ucap Kaila dengan mengisikan kepalanya karena jijik mendengar perkataan Aldi.


Axcel mengikuti kemana arahnya Aldi, Aldi yang mengetahui ada orang yang mengikutinya ia pun langsung membelokkan diri menuju toilet, Axcel curiga mungkin saja yang melakukan teror itu Aldi, tapi ia tidak punya bukti kuat, Axcel pun kembali ke kelasnya.


Aldi kembali keluar saat di rasa axcel tidak mengikutinya, saat ia kembali menuju tujuannya bel masuk pun berbunyi, ia kesal tidak bisa ke gudang tersebut karena terhalang oleh Kaila dan Axcel tadi.


" mau apa loe?" ucap Aldi pada axcel dengan memasang muka kesal, axcel terus menatap Aldi dengan tatapan menyelidik.


" Dengar ini, gue gak akan biarin loe terus hasut Dira dan bareng terus sama Dira" ucap axcel langsung pergi meninggalkan Aldi, Aldi menyunggingkan senyumannya.


" jangan mimpi loe" teriak Aldi pada axcel, axcel pun berbalik melangkah menuju Aldi.


" apa?"


" loe liat aja nanti Dira bakal kembali sama gue"


" hahahaha bangun loe udah siang jangan mimpi terus" Aldi terus tertawa dengan perkataan axcel barusan, bagaimana pun Dira sudah terlanjur membenci axcel dan di pasti Dira tidak akan pernah memaafkannya, Axel terus berjalan dan tak mendengarkan perkataan Aldi lagi, karena untuk saat ini ia akan mengurus Stella terlebih dahulu setelah itu, ia akan mengembalikan kepercayaan Dira pada dirinya.


Aldi terus berjalan menuju parkiran dan menghampiri sepeda motornya, Aldi menaiki motor tersebut saat akan melajukan motornya dari arah belakang terdapat Kaila yang sedang mengendarai sepedanya yang blong menuju Aldi, Aldi dan Kaila pun tersungkur ke tanah dengan di perhatikan murid-murid yang belum meninggalkan sekolah, Aldi pun langsung berdiri dan mengangkat motornya dan melihat apakah ada yang baret dengan motornya, begitu pun dengan kaila ia berdiri kemudian sepedanya.


" kenapa sih gue selalu sial kalo ketemu loe, dan sekarang motor gue baret gara-gara sepeda loe itu" Aldi sangat marah karena motornya baret karena di tabrak oleh sepeda Kaila.


" maaf kak saya gak sengaja" Kaila menundukan kepalanya kali ini ia tidak berani untuk melihat wajah Aldi yang begitu marah.


" gak sengaja loe bilang, jangan-jangan loe emang sengaja karena kesal sama gue iya" wajah Aldi begitu memerah ia sangat marah dan terus menatap Kaila yang menundukan kepalanya, sontak Kaila langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.


" maaf kak sepeda saya remnya blong jadi...." ucapan Kaila terpotong oleh Aldi.


" pokoknya gue gak mau tau loe harus ganti rugi 5 juta" ucap Aldi pada Kaila, Kaila yang berani sekarang menciut dan menelan salvianya dengan kasar, Kaila bukanlah murid yang kaya raya, Kaila bingung bagaimana caranya ganti rugi pada Aldi, sedangkan sekarang saja untuk memperbaiki sepedanya yang blong ia tidak punya uang. Kaila bisa bersekolah di sekolah tersebut karena berkat kecerdasannya yang membuat dirinya bisa masuk ke sekolah tersebut.


" tapi kak, saya gak punya uang sebanyak itu" Kaila yang kali ini menatap wajah Aldi, Aldi menghela nafas dengan kasar, murid yang belum pulang pun terus mengamati Aldi dan Kaila.


" Oke loe gak usah ganti rugi dengan uang, tapi besok loe datang ke aula temuin gue" ucap Aldi walaupun merasa kesal pada kaila tapi Aldi memiliki sedikit rasa iba pada Kaila, akhirnya ia pun menyuruh Kaila untuk tidak membayarnya dengan uang, tapi ia memintanya untuk menemui Aldi di aula besok, entah apa yang akan di lakukan Aldi, Aldi pun pergi meninggalkan Kaila dan meninggalkan sekolah menuju rumah besar Pangestu untuk menemui Dira, sehari saja ia tidak bertemu dengan Dira rasanya seperti tak bernafas.


Kaila membuang nafasnya lega karena Aldi tidak meminta rugi dengan uang, tapi entahlah apa yang akan di lakukan Aldi besok.


👋hai-hai up nih, jangan lupa like,komen dan vote ya


sampai jumpa di episode selanjutnya ♥️♥️♥️♥️♥️