
Saat ini waktunya semua murid untuk pulang begitu juga dengan Kaila ia bergegas pergi menuju cafe tempat dia berkerja paruh waktu, namun sayang sebelum sampai di parkiran Kaila malah di jegal oleh Reva dan beberapa temannya membawa Kaila ke sebuah toilet di dekat sana.
" heh anak udik, loe tuh bener-bener gak tau tempat loe banget ya, Sok banget dengan semua perkataan loe itu" ucap Reva karena kesal dengan perkataan Kaila tadi bahkan saat ini kedua tangan Kaila di tarik oleh kedua teman Reva sedangkan Reva yang terus mengolok-olok Kaila, Kaila berusaha untuk melepaskan tangannya.
" tempat loe di sini" lanjut Reva memberikan kode pada kedua temannya itu untuk mendorong Kaila dengan kuat kemudian meninggalkan di toilet kemudian pintunya di kunci dari luar.
Kaila yang malang ia tersungkur dengan kedua siku tangannya yang membentuk tembok dan terluka, Kaila meringis kesakitan karena luka yang di dapat berusaha berdiri tanpa ada tangisan karena telah di bully oleh teman sekelasnya.
Kaila berjalan menuju pintu namun sayang pintunya di kunci dari dalam oleh Reva and the geng akhirnya Kaila menggedor-gedor pintu berharap seseorang bisa membukakan pintu untuknya setelah 30 menit berlalu tak kunjung ada yang menolongnya ya memang karena toilet tersebut jauh dari lapangan yang mungkin banyak siswa yang masih berkegiatan hanya keberuntungan yang dapat berpihak pada Kaila jika ada seseorang yang lewat di depan toilet tersebut.
Kaila pasrah tak tahu harus berbuat apa hingga akhirnya Kaila mendengar suara langkah kaki, Kaila kembali menggedor-gedor pintu berharap seseorang itu membukakan pintunya.
" tolong buka pintunya" Teriak Kaila pada seseorang yang ada di luar toilet.
" siapa di dalam?" saut seseorang yang ada di luar toilet pada Kaila yang ada di dalam toilet terkunci.
" Tolong bukain pintunya"
" bentar aku panggil satpam dulu ya"
Tak butuh waktu lama seseorang itu membawa satpam untuk membantu membukakan pintu toilet yang terkunci akhirnya toilet terbuka dan naik sangat berterimakasih pada seseorang tersebut dan juga kepada satpam yang membuka pintu. ternyata seseorang tersebut adalah Axcel yang akhir-akhir ini bertemu dengan Kaila.
" makasih kak" ucap Kaila pada Axcel
" sama-sama" jawab Axcel yang tak mau tau kenapa Kaila terkunci di dalam toilet kemudian pergi begitu saja.
Saat akan bergerak menaikkan kedua tali tasnya siku tangan Kaila terasa sakit, ia meringis kesakitan tadinya Kaila berniat untuk pergi ke UKS tapi ia teringat akan pekerjaan paruh waktunya itu.
Kaila menghiraukan rasa sakitnya bergegas menuju parkiran untuk mengendarai motor kemudian menuju sebuah cafe tempat ia bekerja.
" Kenapa telat Ka?" tanya sari yang melihat Kaila datang terlambat, tanpa menjawab pertanyaan sari Kaila langsung berganti pakaiannya dengan sedikit meringis kemudian kembali bergabung dengan Sari.
" aku telat banget ya kak?"
" lumayan, tuh tangan kenapa, jatuh dari motor?" tanya Sari melihat siku tangan Kaila yang sedikit berdarah ketika Kaila sedang mencuci piring.
" engga kak tadi ceroboh aja jadi kaya gini" jawab Kaila, Sari pun berinisiatif untuk membawakan wadah P3K untuk mengobati luka Kaila lalu menyuruh Kaila untuk berhenti terlebih dahulu dari aktivitasnya.
" lain kali jangan ceroboh nanti kalo kamu kenapa-kenapa gak bisa nyari uang"
" iya kak makasih"
" Dah, sekarang boleh lanjutin lagi" jawab Sari setelah mengobati dan menutup luka Kaila dengan perban Kaila kembali melanjutkan cuci piringnya itu.
Malam pun tiba jam kerja Kaila di ganti oleh orang lain ia bersiap untuk pulang dan sudah menerima upah hariannya, ia tersenyum lebar mendapatkan upahnya.
Kaila berjalan menuju parkiran mengendari motornya lalu menepi ketika melihat gerobak makanan teman nasi untuk di bawa pulang, setelah itu Kaila pulang dan sampai di rumah dengan penuh senyuman di bibirnya walaupun masih teras sakit di sikunya.
" Udah pulang nak?" tanya sang ibu pada Kaila ketika tepat sampai di rumah, Kaila tersenyum pada sang ibu memberikan bungkusan makanan pada ibunya.
" Dapat dari mana kamu nak?" ucap sang ibu lagi ketika berada di dalam rumah.
" Kaila kan udah bilang kalo Kaila bantuin ibu kantin terus tadi Kaila liat ada yang jualan temen nasi jadi Kaila beli, maaf ya Bu kalo akhir-akhir ini Kaila pulang telat karena akan ada kegiatan di sekolah" jelas Kaila berbohong padahal dia pergi bekerja untuk membantu ibunya dan juga sang ayah, tetapi Kaila tak mau jika ibu dan ayahnya merasa terbebani dan tak enak akan tindakannya itu.
" o ya Bu, Kaila terpilih jadi perwakilan lomba olimpiade di sekolah, ibu doain semoga semuanya lancar" ujarnya lagi.
" ibu selalu mendoakan kamu nak" jawab sang ibu dengan terukir senyum manisnya.
" ya sudah sekarang kamu makan ya"
" ayah mana Bu?"
" ayahmu sedang tidur dia sudah makan tadi, tanganmu kenapa itu?" kata sang ibu pada Kaila dan juga menanyakan apa yang terjadi dengan sikunya.
" itu Bu tadi Kaila bawa meja terus terbentur jadi kaya gini"
" ga papa itu nak?"
" ga papa Bu" jawab Kaila dengan senyuman seakan memberikan keyakinan jika dirinya baik-baik saja.
Setelah makan dan juga mandi saat ini Kaila sedang berada di dalam kamarnya yang sangat sederhana membuka buku olimpiade yang di berikan pa Bakri padanya memahami satu persatu soal yang ada di dalamnya, Kaila sama sekali tak merasa lelah dia berpikir positif jika lelahnya ini suatu saat nanti akan membawakan kesuksesan yang ia inginkan.
Hingga larut malam Kaila tak kunjung tidur ia terus mengerjakan soal yang ada di buku tersebut sesekali ia juga menguap namun menahannya bahkan sikunya terus terasa sakit pun ia tak merasa mengeluh sekalipun hingga akhirnya target belajar yang sudah ia tentukan selesai.
Kaila langsung membereskan buku-buku yang berserakan dan juga pensil memasukkannya ke dalam tas kemudian bersiap untuk tidur.
SMAN 45 JAKARTA
Kaila sama sekali tak merasa kesal atas apa yang di lakukan oleh Reva, namun saat ini sepertinya Reva masih bersikap sinis pada Kaila, bahkan sampai-sampai menyuruh Kaila untuk menyerah akan olimpiade dan dia akan memberikan uang jika Kaila mengundurkan diri, tapi belum tentu juga Reva terpilih menjadi orang yang mewakili sekolah jika Kaila mengundurkan diri karena secara peringkat umum saat ini Reva berada di 3 tingkat lebih bawah Kaila.
Kaila terus fokus mengisi lembar demi lembar buku olimpiade tanpa memperdulikan Reva yang tengah sibuk bagaimana caranya menyingkirkan Kaila.
***
jangan lupa like komen dan vote gengs