
Restoran xXx menjadi tempat pilihan ars untuk bertemu dengan kliennya . seorang pengusaha muda berasal dari italia menanamkan investasinya berupa hotel berbintang 5 di salah satu kota terbesar di Indonesia . untuk itu pengusaha itu memilih arsyila untuk menjadi arsitek untuk bangunan hotel tersebut .
Ravi Rusic pengusaha muda di bidang perhotelan yang kini menjadi klien arsyila. pemuda itu merapikan jasnya dan dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran tersebut.
Ternyata Ravi datang lebih dahulu dari arsyila . pria itu duduk santai menanti kedatangan arsitek cantik yang ingin ia temui secara langsung tanpa melalui perantara. itu sebabnya, Ravi memilih untuk terbang langsung dari Italia menuju Indonesia hanya untuk bertemu dengan arsyila.
“ maaf sir ,saya telat... “ seorang wanita menyapa Ravi secara halus dari arah kanan.
Sorot mata Ravi menjalar liar ke seluruh bagian tubuh arsyila . wanita itu memakai kemeja berbahan sifon berwarna merah marun, memakai rok slim fit berwarna hitam dan rambut yang di biarkan terurai.
Arsyila menyadari sorot tatapan kotor pria yang tengah duduk santai hadapannya itu . arsyila segera berdehem agar pria itu berhenti menatapnya secara kurang ajar.
“. hmmm...maaf sir, anda mendengar sapaan saya bukan ?" ucap Arsyila sakartis.
Ravi menyudahi tatapan mesumnya itu dan kini ia salting dengan berpura-pura merapikan jasnya yang sama sekali tidak ada apapun.
“ oh ya ... maaf ..saya terlalu kagum melihat mu secara langsung seperti ini ." ucap ravi
Arsyila hanya berekspresi datar menghadapi pria yang berada di depannya itu.
“sebelum memulai semuanya. kau bisa memesan sesuatu terlebih dulu." Ravi berbasa-basi
“terima kasih , saya hanya ingin ice green tea “.
“hanya minuman? kau tidak mau memesan makanan?"
“ tidak ..terima kasih. saya mesti harus menemui klien yang lain nya ,setelah urusan kita selesai."
Ravi mengangguk dan segera memanggil pelayan untuk mendekat dan memesan pesanan milik Arsyila.
Arsyila mengeluarkan map yang sudah ia bawa dan menyerahkan pada Ravi lembaran-lembaran yang berisi gambar rancangan bangunan pesanannya.
“ jika kamu kurang puas atas rancangan ku atau ada bagian yang kurang menurut mu,aku bisa memperbaiki nya. " Ravi terlihat serius menatap lembaran yang ia pegang.
ini merupakan kali ke tiga , Ravi bekerja sama dengan arsyila, namun baru hari ini ia bertemu langsung dengan wanita yang merancang bangunan nya.
“aku selalu puas akan hasil kerjamu, Miss arsyila. pekerjaan mu selalu memukau dan tidak pernah mengecewakan , i love this ." puji Ravi yang hanya ditanggapi Arsyila dengan senyuman tipis.
“ Terima kasih atas pujiannya, Mr Ravi . aku hanya melakukan sesuai arahan mu." ucap Amanda merendah
“aku mengatakan apa yang sebenarnya, Miss Arsyila. kau memang wanita yang sempurna, berbakat dan begitu cantik serta menarik." kalimat bualan Ravi terdengar begitu menjijikkan di telinga Arsyila.
Arsyila mulai menyedot sedikit minuman ice green tea yang telah datang didepannya, sebelum ia berpamitan pada Ravi. iya sudah sangat tidak betah berlama-lama di dekat pria ini.
"sepertinya urusan kita sudah selesai, jika ada kendala atau yang mau ditanyakan mengenai desain tersebut kau boleh menghubungiku atau asistenku. aku pamit pulang terlebih dahulu." jelas Arsyila sambil membereskan map-map yang di bawahnya.
" Miss arsyila." panggil Ravi dengan suara lembut. mau tak mau membuat arsyila menoleh dengan tatapan penuh tanya.
" ya ?ada apa ?"
" memang ada apa?"
" jika kau luang, datanglah ke hotel tempat aku menginap. aku akan memberikan apapun dan berapapun yang kau inginkan untuk kita bersenang-senang." apa Ravi dengan senyum mesum di wajahnya.
Arsyila berdecih mendengar kalimat sampah yang menggores harga dirinya itu.
" **** you, kau pikir aku *******. silahkan kau cari wanita yang mau dibayar dengan uang mu itu. pekerjaanku hanya seorang arsitek ternama, tidak memiliki selingan sebagai *******." cemburu arsyila dengan emosi
" come on, Arsyila.kau tidak perlu munafik! jangan takut, aku bisa membayar dengan harga tinggi. tinggal sebut saja berapa nominal yang kau mau." kata Ravi dengan nada mengejek.
Arsyila tersenyum sinis sambil menyiramkan minuman ice green tea miliknya tepat ke wajah Ravi.Wanita itu melenggang keluar tanpa ucapan apapun.meninggalkan Ravi dengan kondisi yang memalukan.
Semua pengunjung disana menatap Ravi dan Amanda dengan tatapan penuh tanda tanya.
" Damn !, dasar ****** munafik." umpat Ravi sambil membersihkan wajahnya dengan tisu
**
Arsyila seorang cewe yang lembut ya walaupun ga lembut lembut amat ya 😂. dia juga seorang cewek yang periang ceria seperti autornya ini😎😎🤣. tapi seiring berjalan nya waktu karna pengalaman nya yang selalu digoda dan pernah di tinggalkan kekasihnya sifat lembutnya itu berkurang ... LANJUT 🤭
**
Arsyila masuk ke dalam mobilnya dan memukul stir dengan keras sambil mengumpat kesal. pria gila yang sangat kurang ajar.
ia merogoh tasnya mengambil smartphone miliknya untuk berbagi kekesalan yang tengah ia rasakan pada seseorang. Empat kali dering sambungan telepon nya tidak di angkat namun nada dering ke lima, seseorang disana mengangkat teleponnya.
"lu sedang sibuk ra? apa gw ganggu?" tanya Arsyila pada Raisya.
" uummh...... Yach....nggak ...gw nggak....aaghhkk..."
Arsyila mengernyitkan dahinya saat mendengar jawaban sahabatnya itu. suara desahan seperti orang yang sedang melakukan bermain kuda-kudaan.😕
"apa yang lagi lu lakuin?"🤔😕desak arsyila ( kepo )
" shit... uugh ... gw lagi main kuda-kudaan ..arsyila saaayaaaang ..ughh" jawab Raisya
Arsyila memijat dahinya dan memejamkan matanya, mencoba menenangkan dirinya agar umpatan kasar tidak keluar dari bibirnya.
"shut up! lanjut kegiatan olahraga panas lu.dasar ***** !. lu mengotori telinga gw dengan desahan lu Raisya sialan !" Arsyila mematikan sambungan telepon saat ia menyadari ia telah salah menelepon disaat waktu yang tidak tepat.
" astaga kenapa sahabat gw gampang banget sih ngasihin wadah buat celap celup lollipop pria itu, kapan dia bakal berhenti bermain." gumam Arsyila
Setelah beristirahat sejenak di apartemennya, arsyila memilih untuk memenuhi undangan salah satu kliennya disebuah club' malam ternama di daerah ibukota.
sudah nyaris hampir dua bulan arsyila sudah tidak menghabiskan waktunya di sana akibat pekerjaannya yang begitu padat.
saat kaki jenjangnya yang dibalut dengan high heels merah melangkah masuk ke dalam club malam dan tubuhnya dibungkus dengan dress hitam tanpa lengan yang cukup menonjolkan beberapa bagian tubuh membuat terlihat begitu seksi.para mata pria menatap nya dengan tatapan lapar dan buas.