
" udahlah jangan di bales di" kata Dira pada Aldi yang termakan emosi oleh Stella yang baru saja mendorong dirinya dan kemudian pergi.
" aku gak terima ya pacar aku dilakukan kaya gitu" jawab Aldi sambil mengelus pipi Dira dengan sangat lembut, Dira tersipu malu karena Aldi berperilaku seperti itu.
" Dahlah sekarang duduk dan makan lagi" ucap Dira yang malu kemudian duduk kembali, begitupun Aldi yang duduk kembali namun pandangannya tak teralihkan pada Dira uang sedang memakan beberapa makanan di depannya, Dira yang sadar sedang di perhatikan oleh Aldi ia merasa salah tingkah.
" bisa gak sih liatinnya biasa aja!" ucap Dira dengan wajah yang sedikit cemberut pada Aldi.
" enggak"
" kenapa?"
" karena kamu terlalu sempurna sehingga mataku tak bisa teralihkan dari kamu, ciptaan Tuhan yang sempurna" jawab Aldi dengan mata yang berbinar sekaligus tak percaya jika dia benar-benar menjadi pacarnya.
" gombal"
" mbak pacar saya cantikkan?" kata Aldi pada seorang wanita yang duduk di sebelah meja mereka, wanita itu sontak kaget karena ia duduk sendiri tiba-tiba Aldi langsung menanyakan hal tersebut, dan menjawab dengan anggukan kepala.
" tuh kata si mbaknya juga cantik"
Dira tersenyum pada wanita itu ada sedikit rasa malu pada dirinya sekaligus rasa senang.
" mbak doain ya supaya jodoh sampai nikah" ucap Aldi lagi pada wanita yang duduk di sebelah mejanya, dan menjawab dengan hal yang sama.
" di udah dong"
" kenapa? malu"
Dira menganggukan kepalanya pada Aldi karena Aldi terus bertanya pada wanita itu, Dira juga takut jika dia akan terganggu oleh Aldi.
" ngapain malu"
" Aldi"
" hehe maaf"
" kenyang"
" abisin"
" Aldi kamu mau siksa aku, aku kenyang"
" ya udah kalo kenyang, Abis ini kita ke mall dulu ya mau?"
Aldi membayar makanan mereka dan keluar dari cafe tersebut dengan tangan yang terus menggenggam tangan Dira bibirnya pun terus melengkung di bibirnya.
Kemudian pergi menggunakan motor Aldi menyusuri kota yang begitu padat, tetapi saat itu semuanya terasa milik mereka berdua Dira yang memeluk pinggang Aldi dengan sangat erat, langit pun seakan mendukung kedekatan mereka berdua nampak cerah dan tak begitu terik.
Rasa ingin hidup Dira pun kembali lagi, kini dia memiliki tujuan hidup dengan Aldi seperti yang di bilang Aldi tadi ia akan hidup dengan Aldi sangat yakin Aldi merupakan sosok laki-laki yang sudah bisa di buktikan kesetiaannya.
Dari kaca spion motor Aldi sesekali melihat kearah belakang melihat Dira yang benar-benar ada bersamanya dengan senyuman sangat lebar yang terukir di senyuman Dira.
30 menit kemudian mereka sampai di mall Aldi memarkirkan motornya dengan membuka helm yang dikenakan Dira, Aldi memperlakukan dia dengan sangat baik.
setelah itu mereka berjalan bersama dengan tangan yang saling menggenggam layaknya percintaan SMA yang benar-benar terjadi dalam sebuah novel atau drama, berjalan-jalan menyusuri setiap pertokoan dan keluar tanpa ada satupun barang yang di beli, kemudian langkahnya menuju sebuah tempat untuk bermain mereka berdua memainkan berbagai permainan di sana, benar-benar dunia milik berdua tanpa menghiraukan yang lain ada di
sana.
" hahaha seru banget aku baru kesini lagi" kata Dira dengan menyisakan tawa di bibirnya, sedari tadi Aldi terus memperhatikan Dira yang nampak bahagia, ia juga ikut tersenyum.
" mau yang lebih seru?"
" apa?"
" main itu" tunjuk Aldi pada sebuah permainan capit boneka namun dengan ukuran yang besar dan capitannya di gantikan oleh seorang manusia.
" ayo siapa takut"
mereka berdua pun langsung menghampiri permainan tersebut, dan langsung memainkannya. Dira yang memainkannya terlebih dahulu dari luar Aldi terus berteriak menyemangati Dira, sedangkan Dira yang mulai diturunkan dari atas ia bersiap melebarkan tangannya untuk mengambil barang yang ada di permainan tersebut, sebelum memainkan permainan tersebut Aldi mengikatkan jaketnya di pinggang Dira karena Dira memakai rok.
Dira mendapatkan satu snack dan satu kita berwarna ungu yang bisa di tukarkan di kasir, untuk selanjutkan Aldi dan langsung turun ia melebarkan tubuhnya dengan sangat lebar agar bisa mengambil banyak barang yang ada di sana.
Aldi mendapatkan lima buah barang dengan satu boneka kodok dengan mahkota di kepalanya dan empat kotak berwarna merah,biru.
" liat nih banyak, dan ini untuk kamu" ucap Aldi dengan membawa semua barang dan memberikan boneka kodok pada Dira.
" pangeran kodok"
" sialan kenapa bisa pas padahal aku kan..."
" apa, pangeran kodok wleee" jawab Dira sambil menjulurkan boneka itu di hadapan wajah Aldi, Aldi yang melihat kelakuan Dira langsung menggelitik Dira dengan semua hadiah dibiarkan begitu saja di lantai.
" ampun di" ucap Dira karena malu di perhatikan oleh semua pengunjung yang ada di sana, kemudian mereka berdua langsung menukarkan hadiah yang mereka dapat dengan berbagai alat tulis serta ice cream yang mereka dapat.