Perfect Partner

Perfect Partner
Lebih dekat



Dira dan Aldi berjalan berdampingan, hingga akhirnya mereka berpapasan dengan Axcel, Aldi menatap tajam pada Axcel, dengan tatapan Axcel yang mengarah pada Dira, seketika Aldi pun mengikuti kemana Axcel menatap dan ternyata pada Axcel, Aldi pun langsung menarik tangan Dira dengan langkah yang cepat.


" pelan-pelan di" kata Dira yang langkahnya sangat cepat karena Aldi yang menariknya, ia tak ingin jika Axcel dan Dira bertemu lalu menatap satu sama lain, sampai akhirnya mereka sampai di depan kelas Dira.


" kenapa sih ceper banget" ucap Dira lagi, dengan wajah Aldi yang cemberut.


" aku gak suka dia natap kamu" ujar Aldi dengan nada yang sedikit manja, Dira menggelengkan kepalanya ternyata karena Axcel membuat Aldi cemburu, dan Dira tersenyum.


" Kok senyum sih, kamu masih punya rasa sama dia?" ucapnya lagi, dengan wajah yang cemas.


" abisnya kamu kaya anak kecil yang permen ya takut di ambil"


" tapi aku serius loh"


" iya, aku percaya"


" bener nih?"


" kamu percaya sama aku, percaya bahwa sekarang hati aku itu cuman buat kamu dan kamu juga harus percaya jika laki-laki yang aku sayang itu kamu gak ada yang lain" jawab Dira meyakinkan Aldi, jika dirinya benar-benar telah mencintai Aldi sepenuh hatinya.


" aku percaya sama kamu" ujar Aldi dengan mengenggam kedua tangan Dira, di sisi lain Kaila melihat pemandangan yang membuat hatinya sakit, melihat lelaki yang ia sukai sedang menggenggam tangan perempuan lain, tapi apalah daya jika di bandingkan dengan Dira mereka berdua sangatlah jauh, jadi Kaila menerima kenyataan jika cintanya sama Aldi tak akan pernah terbalaskan sampai kapanpun.


" Kaila" panggil Aldi yang melihat Kaila, Kaila pun tersenyum kepada mereka berdua begitupun Aldi dan juga Dira, lalu Kaila menghampirinya dengan melihat tangan Aldi dengan Dira yang tak lepas sama sekali.


" gimana motornya loe udah bisa pake?" tanya Aldi pada Kaila, namun Kaila membalasnya dengan menggelengkan kepala.


" yah terus gimana dong" ucapnya lagi, dengan melihat ke arah Dira.


" kamu aja yang ngajarin Kaila" jawab Dira, Aldi pun mengerutkan keningnya.


" kenapa harus aku, kita berdua aja deh gimana?"


" tapi aku kan ada janji sama papah"


" besok deh bareng kamu oke"


" oke"


" oke besok ya kai, besokkan libur"


" ga papa ya kan Ra" kata Aldi pada Dira dengan di jawab anggukan kepala, kemudian Kaila pamit untuk pergi ke kelasnya.


" aku masuk"


" dadah sampai ketemu nanti" ujar Aldi lalu pergi menuju kelasnya bersamaan dengan Dira yang masuk ke dalam kelasnya.


Beberapa jam setelah jam pelajaran akhirnya jam pulang pun tiba, sesuai dengan janjinya dengan sang ayah, Dira kini sudah bersama sang ayah di dalam mobil menuju sebuah mall untuk berjalan-jalan dengan Deni yang membawa mobil tak ingin di ganggu kebersamaanya dengan sang anak.


" bagaimana sekolahnya nak?"


" baik pah"


" apakah kamu memliki teman di sekolah?"


" tidak hanya Aldi yang selalu bersamaku"


Deni berusaha mencairkan suasana agar tak terlalu kaku, dan sedikit demi sedikit untuk lebih dekat dengan anaknya itu, dengan Dira yang berusaha menyesuaikan semuanya.


" kamu tak mencoba untuk cari teman perempuan?"


" dulu aku punya tapi sekarang di udah pergi pah"


" pergi kemana? keluar kota atau luar negeri?"


" meninggal pah"


" meninggal?" ujar Deni mengulangi perkataan Dira, dan sekilas melihat ke arah Dira yang nampak sedih Deni pun menghentikan mobilnya.


" sudah ya, ikhlaskan semuanya semoga temanmu itu tenang ya" kata Deni dengan mengelus bahu Dira.


" iya pah" jawab Dira, lalu Deni melajukan kembali mobilnya.


***


hai-hai gengsku jangan lupa like komen dan vote ya gengs jangan lupa komen sebanyak-banyaknya