Perfect Partner

Perfect Partner
Terima kasih aldi



Pukul 1 malam Dira bangun dari tidurnya, ia melihat nenek dan kakeknya tidur di sofa, Dira tidak melihat sosok ayahnya, kemana ayahnya pergi, tapi Dira tidak perduli dengan hal itu, mungkin ayahnya sedang bersama wanita itu pikir Dira.


Lalu Dira beralih melihat ke sisi lain dan mendapati Aldi yang sedang tertidur di kursi yang kecil. Dira merasa kasihan pada Aldi, dia berniat ingin membangunkan aldi, tapi pada saat Dira ingin beranjak dari ranjangnya, Aldi bangun dari tidurnya dan langsung menghampiri dira yang ingin turun dari ranjangnya.


" Mau kemana Ra" ucap Aldi sambil memegang tangan Dira.


" Tadinya gue mau bangunin loe" ucap Dira


" Emang kenapa, loe butuh sesuatu?" ucap Aldi dengan penasaran.


" Engga gue cuman kasian"


" Kasian?"


" Iya loe tidur di kursi kecil, gue takut badan loe sakit"


" Cieee perhatian"


" Apaan sih loe" ucap Dira dan menarik tangannya yang tadi dipegang Aldi.


Nenek dan kakek Dira bangun dari tidurnya, karena mendengar suara kegaduhan.


" Dira" ucap sang nenek dengan diperhatikan oleh kakek Dira. Kakek Dira punggungnya terasa sakit karena tidur di sofa, ia pun mencoba untuk merentangkan badannya.


" Iya nek"


" Kamu makan ya nak, biar nenek suruh supir nenek buat beli makanan, kamu mau makan apa?" ucap nenek dira, sebenernya Dira bangun karena memang perutnya terasa lapar. Bukannya Dira yang menjawab tapi malah Aldi yang menyaut.


" Nanti biar Aldi aja nek yang beli, nenek sama kakek mending pulang aja, Dira biar Aldi yang jaga" ucap Aldi karena melihat kondisi nenek dan kakek Dira begitu kelelahan.


Nenek dan kakek Dira saling pandang, seakan mereka sedang berdiskusi apakah mereka pulang aja dan mempercayakan semuanya pada Aldi.


" Ya sudah kalo begitu, nenek dan kakek pulang dulu ya Ra, besok nenek sama kakek kesini lagi" ucap nenek Dira menyetujui ucapan aldi.


" Jaga Dira baik-baik ya di, dan ini nomer rumah kakek jika ada sesuatu sama Dira kamu telepon aja ya" ucap kakek Dira pada Aldi, mereka berdua pun keluar dari ruangan rawat Dira.


Sekarang tersisa Aldi dan dira di ruangan tersebut dengan Susana yang hening perut Dira bersuara dengan sangat nyaring.


" Kayanya ada yang minta makan nih" ucap Aldi meledek Dira.


"sekarang loe tepati janji loe beliin gue makanan" ucap Dira dengan sangat ketus.


" Santai bos santai"


" Santai, santai perut gue laper nih"


" Ya udah sekarang loe mau makan apa?" Tawar aldi dengan Dira yang sedang berpikir makanan apa yang pas untuk di makan.


" Gue mau nasi goreng spesial"


" Oke deh gue pesen dulu" ucap Aldi, untung nasi goreng langganannya masih buka dan akan tutup jam tiga nanti, jadi Aldi pikir akan memesankan nasi gorengnya lewat aplikasi dengan begitu dia tidak akan meninggalkan Dira sendirian.


" Loe tau darimana kalo gue di rumah sakit" tanya Dira pada Aldi.


" Ada lah, loe tau kan gue itu ahli dalam mencari informasi, apalagi yang berhubungan dengan loe" ucap Aldi membanggakan diri, Aldi sengaja tidak memberi tahu Dira darimana dia tahu bahwa Dira masuk rumah sakit, jika Dira tau kalo aldi dapat informasi dari Bu amel, entah apa yang akan terjadi selanjutnya.


" Iya iya" ucap Dira dengan sangat terpaksa.


Pada saat Dira dan aldi berbincang tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan rawat Dira.


Tokk...tokkk


Aldi keluar dan mengecek siapa tahu orang yang mengantarkan pesanannya, benar saja orang tersebut mengantarkan nasi goreng yang di pesan aldi, Aldi langsung menerima dan membayarnya.


Aldi kembali masuk ke ruangan Dira, dan membuka bungkusan nasi sgoreng itu.


" Aaaa...." Ucap Aldi menyodorkan sesendok nasi goreng pada Dira, tapi dira menatap Aldi dengan tajam dan merebut sendok tersebut dari tangan Aldi.


" Loe pikir gue lumpuh apa, pake di suapin segala" ucap Dira dan langsung memakan nasi goreng tersebut, Aldi tidak menjawab perkataan Dira, ia memperhatikan Dira makan dengan lahapnya.


Aldi menunggu sebentar agar Dira benar-benar tertidur, setelah menunggu dan berpikir Dira sudah tidur dengan pulas, Aldi merasa matanya sangat berat, ia pun menuju ke sofa dan memejamkan matanya.


Pukul 05.55


Dira membangunkan aldi untuk membantunya ke toilet, ia masih merasa sangat lemas, Aldi pun membantu Dira membawakan selang infusan Dira dan memapahnya.


Aldi menunggu Dira di depan pintu toilet, saat Aldi menunggu dira, seseorang masuk ke ruangan tersebut.


" Om" ucap Aldi, ternyata orang yang masuk ke dalam ruangan tersebut adalah Deni.


" Di dimana Dira" tanya Deni, karena Deni tidak melihat Dira di ranjangnya.


" Dira di toilet om" jawab Aldi.


" Aldi om titip Dira ya, om ada urusan penting yang gak bisa om tunda, jadi om minta tolong sama kamu" ucap Deni pada Aldi.


" Iya om" jawab Aldi, Aldi bertanya-tanya mau kemana ayah dira pergi sepagi ini, dan urusan apa yang di maksud olehnya, tega-teganya dia menelantarkan Dira yang sedang sakit, kira-kira seperti itulah isi pikiran Aldi, tapi Aldi tidak mau bertanya dan ikut campur dengan urusan ayah Dira, biarlah ayah Dira pergi.


Mungkin itu jauh lebih baik dari pada ayah Dira harus menemani Dira dan situasi pun tidak memungkinkan untuk ayah Dira berada disana mungkin Dira akan mengusirnya lagi, pikir aldi.


" ya sudah kalo begitu di, om pamit dulu dan ini kartu nama om jika ada sesuatu telpon om ya di" ucap Deni, Aldi hanya menganggukkan kepalanya, lalu Deni berlalu keluar dan pergi meninggalkan rumah sakit.


Setelah kepergian ayahnya, Dira keluar toilet dengan memegang botol infusan, di raihlah botol infusan itu oleh aldi dan memapah kembali badan dira.


Dira pun membaringkan kembali badannya di ranjang, pada saat Dira di toilet tadi, Dira mendengar Aldi sedang berbicara dengan seseorang walaupun terlihat samar-samar karena suara keran air, dira pun menanyakan siapa orang yang berbicara dengan Aldi.


" di" panggil Dira


" hmmm..."


" siapa barusan"


" maksud loe"


" tadi pas gue di toilet, gue dengar loe lagi ngomong sama orang"


" orang?, siapa orang gue dari tadi sendirian disini, mungkin loe salah denger kali" ucap Aldi tidak memberi tahu dengan siapa tadi dia berbicara.


" mungkin" ucap Dira.


" loe gak pulang apa"


" loe ngusir gue" ucap Aldi menatap tajam ke arah Dira.


" ya engga, emang orang tua loe ga nyariin apa"


" gue udah bilang mau nemenin loe di rumah sakit"


" ooh, terus loe gak sekolah gitu?"


" ini baru jam berapa Dira, gue akan sekolah nanti jam 6, dan kalo nenek, kakek loe udah datang buat nemenin loe baru gue pulang" ucap Aldi dengan tersenyum pada Dira.


" makasih di" ucap dira dengan menatap wajah Aldi.


" makasih buat apa?" tanya Aldi dengan mengerutkan dahinya.


" makasih karena loe selalu ada buat gue" ucap Dira dan langsung memeluk Aldi.


" gue akan selalu ada buat loe Ra" ucap Aldi membalas pelukan Dira dengan hati yang sangat bahagia.


👋👋hai-hai gengs terus ikutin ceritanya ya gengs, jangan lupa like, komen dan vote.


sampai jumpa di episode selanjutnya bye


ig@its_qilass