Perfect Partner

Perfect Partner
Perkataan Dira



keesokan harinya Dira bersiap untuk pergi ke sekolah, semua perlengkapan Dira di ambil dari rumahnya oleh asisten pribadi sang kakek, Dira keluar dari kamarnya dengan seragam yang melekat di tubuhnya dan perban yang masih melekat di kepalanya.


" Pagi nek, kek" ucap Dira menyapa nenek dan kakeknya.


" Pagi juga cucu nenek yang cantik" jawab nenek Dira dengan diikuti senyuman manisnya.


" Kamu mau sekolah, udah kuat emang?" Ucap sang kakek pada Dira karena khawatir dengan keadaan Dira, Dira hanya membalasnya dengan senyuman.


" Yuk sarapan dulu yu" ajak nenek Dira, mereka pun sarapan bersama di meja makan.


" Dira kamu ke sekolahnya di anterin sama supir kakek ya" ucap kakek Dira pada Dira, Dira hanya menganggukkan kepalanya, Dira pun selesai sarapan ia langsung menyalami nenek dan kakeknya, Dira langsung menggendong tasnya langsung berlalu pergi menuju mobil yang akan mengantarnya, nenek Dira masih melihat rambut Dira yang berwarna silver itu, ia hanya menarik nafasnya berat.


Pada saat Dira memasuki mobilnya, Dira berpapasan dengan sang ayah, Deni tersenyum pada Dira tapi Dira tidak membalasnya dan langsung masuk ke dalam mobil tersebut, Deni hanya bisa menarik nafas dengan sangat kasar, ia pun melihat mobil yang membawa Dira keluar dari halaman rumah besar Pangestu.


SMA NEGERI 45 JAKARTA


Dira turun dari mobil dan langsung berjalan menuju kelasnya, dari belakang axcel melihat Dira dengan penuh tanya ada apa dengan kepala Dira sehingga di perban seperti itu, axcel pun memanggil Dira.


" Dira" ucap axcel sambil memegang tangan Dira, Dira pun otomatis langsung berbalik dan melihat siapa orang yang memegang tangannya, saat tahu orang yang memegang tangannya adalah axcel ia pun langsung menarik tangannya dan berlalu pergi menuju kelasnya, axcel pun tak hanya diam ia langsung menyamai langkahnya dengan dengan Dira, Dira kesal dengan axcel yang menyamai langkahnya pun langsung berhenti berjalan.


" Mau apa sih loe" ucap Dira dengan menatap tajam pada axcel.


" Kamu kemana aja Ra?" Tanya axcel pada Dira, yang penasaran kemana selama tiga hari ini Dira menghilang.


" Bukan urusan loe" jawab Dira dengan sangat ketus, dari belakang Stella datang dan menghampiri axcel.


" Byyyyy" Stella pun tersenyum pada axcel dan menggandeng tangan axcel, Stella melirik sinis pada Dira.


" Lagi ngapain sih kamu sama cewe ini, aku kan udah bilang jangan deket-deket sama cewe ini" ucap stella sambil menarik tangan axcel membawa ke kelasnya, Dira pun melanjutkan jalan dan menuju kelasnya, saat memasuki kelas beberapa siswa di sana melihat kondisi kepala Dira yang di perban, dan tak sedikit yang bertanya ada apa dengan Dira, tapi mereka tak berani bertanya pada Dira karena Dira yang notabenenya dingin dan sedikit jutek jadi mereka hanya berasumsi dengan pendapatnya masing-masing.


Murid-murid pun berdatangan memenuhi kelas, dan tak lama bel masuk pun berbunyi, guru pelajaran pun masuk ternyata guru pelajaran itu adalah Bu Amel, Dira yang melihat siapa guru yang masuk langsung menundukan kepalanya di meja karena malas melihatnya.


Bu Amel yang melihat Dira begitu langsung menyunggingkan bibirnya.


" Buka buku paket halaman 14-16 ya kalian baca terlebih dahulu setelah itu isi yang ada di bawahnya" ucap Bu Amel, murid-murid pun menuruti perkataan Bu Amel dan mulai membacanya, tapi tidak dengan Dira ia hanya dia saja memejamkan matanya, Bu Amel pun menghampiri Dira.


" saya akan balas perbuatan kamu" bisik Bu Amel pada Dira, dengan sontak dira langsung melebarkan matanya dan menatap tajam Bu Amel yang kembali pada tempatnya semula.


Jam pelajaran pertama pun selesai, Bu Amel pun keluar dari kelas dengan membawa beberapa buku yang di bawanya, Dira mengikuti Bu Amel keluar dan menarik tangan Bu Amel ke ruang kesenian yang berada di samping tangga.


" apa maksud dari perkataan loe heh" ucap Dira pada Bu Amel dengan menatap tajam, Bu Amel tersenyum pada Dira.


" ternyata sifat kamu gak jauh beda sama ayah kamu yah" ucap Bu Amel menatap pada Dira, Dira semakin kesal karena ia di samakan dengan sang ayah.


" awas aja kalo loe berani macem-macem, gue gak bakalan diem aja" ucap Dira dan berlalu pergi meninggalkan Bu Amel, Dira pun kembali ke kelasnya ternyata guru mata pelajaran kedua tidak masuk jadi kelasnya kosong, Dira pun berniat untuk ke kantin membeli minuman.


Dira pun menuju kantin untuk membeli minuman, saat ke kantin Dira berpapasan dengan kepala sekolah.


" kamu mau kemana ke kantin?" tanya kelapa sekolah tersebut, Dira tidak menggubris pertanyaan kepala sekolah tersebut dan terus melangkah menuju kantin, kali ini kepala sekolah membiarkan Dira, ia memperhatikan perban yang melekat di kepala Dira, dan pergi melanjutkan langkahnya.


Sampailah Dira di kantin dan memesan jus strawberry untuk ia minum, ia pun sambil memikirkan perkataan yang di ucapkan Bu Amel tadi.


" liat aja kalo loe berani sama gue" ucap Dira di dalam hatinya, pesanan Dira pun datang dan ia langsung menyedotnya dengan santai sambil terus memikirkan perkataan Bu Amel tadi.


Tak jauh dari Dira Axcel melihat Dira yang duduk sendiria sedang meminum jus strawberry, Axcel berinisiatif mendekati Dira dan duduk di hadapan Dira, Dira yang tahu axcel duduk di depannya langsung beranjak dari duduknya, tapi sayang Axcel langsung menarik tangan Dira otomatis Dira langsung duduk kembali.


" mau loe apa sih heh" tegas Dira pada axcel, axcel hanya tersenyum pada Dira, Dira yang melihat axcel tersenyum padanya langsung beranjak pergi, axcel pun langsung mengikuti Dira dari belakang.


" Ra tunggu, Ra" ucap axcel sambil memegang pergelangan Dira, Dira langsung menepisnya ia marah karena lagi-lagi axcel memegang tangannya.


" Denger ini baik-baik, jangan harap gue bisa maafin loe dan gue gak akan pernah lupa perbuatan loe" ucap Dira berlalu pergi meninggalkan axcel, axcel pun mematung karena mendengar perkataan Dira barusan.


👋👋 hai-hai gengs terus komen ya karena komen kalian semangat aku, dan jangan lupa like, komen dan vote ya.


terus ikutin ceritanya, sampai jumpa di episode selanjutnya gengs.


ig@its_qilass