Perfect Partner

Perfect Partner
Pelukan Axcel 02



Dira kembali ke UKS dengan membawa makanan dan pesanan Adelia, tapi saat Dira kembali ke UKS Adelia tidak ada disana dan baru saja bel istirahat berbunyi, Dira mendengar suara teriakan para siswi dari arah lapangan, Dira pun menuju lapangan untuk mengetahui apa yang di teriaki oleh para siswi.


Dira melihat ke arah lapangan dan ternyata axcel yang sedang bermain futsal beserta teman sekelasnya melawan Aldi, pantas saja semua siswi berteriak. Dari lapangan Aldi melihat Dira yang sedang memegang makanan di tangannya lalu tersenyum ke arahnya, seketika para siswi itu melihat arah senyuman yang di berikan Aldi dan ternyata di berikan pada Dira, mereka semua kembali menatap lapang tak heran jika Aldi memberikan senyuman pada Dira karena mereka pikir berpasangan.


" Kak axcel semangat hu......" teriak Adelia sangat kencang menyemangati axcel, Dira mendengar teriak Adelia dan langsung menghampirinya.


" Del, ini pesenam loe" ucap Dira pada Adelia, namun Adelia malah fokus pada lapangan melihat axcel yang sedang bermain futsal.


Dira pun menjauh dari kerumunan karena banyak sekali siswi yang berteriak nama axcel, tapi tidak dengan Aldi karena mereka semua mengetahui Aldi sudah mempunyai pacar.


Dira menegguk minuman yang ia beli tadi, dan duduk di kursi depan kelas orang lain.


" Dira" salah satu siswa mendekati Dira dengan wajah genit, Dira jijik melihat wajah tersebut ia langsung menatap tajam pada siswa tersebut.


" kamu tau gak bedanya kamu sama pencuri?"


" ya jelas beda lah" jawab Dira jutek.


" kok gitu sih jawabnya, ok gak papa kalo pencuri itu nyuri barang orang kalo kamu itu nyuri hatiku"


Dira pergi tak mendengarkan perkataan siswa tadi ia sangat jijik dengan gombalannya itu, ia pergi menuju rooftop saat di tangga Dira di hadang oleh sekumpulan Kaka kelas yang nakal dan terkenal suka menggoda.


" Dira cantik mau kemana nih mau Abang temenin gak?" ucap salah satu dari mereka.


Dira terus berjalan tanpa memperdulikan mereka, tapi di antara mereka ada yang menarik bahu Dira otomatis Dira langsung memutarkan tangan siswa tersebut, dengan muka tanpa ekfresinya.


Siswa tersebut langsung melepaskan tangannya, tapi siswa yang lain malah terus menggoda Dira, Dira mau melawan tapi ini di lingkungan sekolah nanti ia berurusan dengan pak Bakri ia sangat malas berurusan dengannya.


Dari belakang axcel datang dan langsung mendorong mereka semua hingga jatuh ke lantai dengan bertindih satu sama lain.


" kamu ga papa Ra?"


" ga papa, makasih" masih dengan wajah datarnya kemudian pergi meninggalkan axcel, axcel tersenyum karena Dira berterima kasih padanya dengan pakaian yang masih basah dengan keringat karena baru saja bermain futsal, axcel mengikuti Dira dari belakang menuju rooftop.


" kenapa loe ngikutin gue?"


Tiba-tiba axcel langsung memeluk Dira dengan sangat erat tanpa membiarkan Dira pergi darinya, Dira diam seperti dirinya menerima pelukan dari axcel.


Dari pintu rooftop Aldi melihat Dira dan Axcel sedang berpelukan untuk yang ke dua kalinya, hatinya sakit seperti pohon yang menimpanya rasa sesak di dada menahan rasa sakit hati, sepertinya Dira masih belum bisa melupakan axcel.


Aldi kembali ke kelas dengan rasa sakit yang amat dalam di hatinya dengan air mata ya g ia tahan, ia pikir selama ini Dira sudah mencintainya tapi ternyata salah dira malah kembali pada axcel.


Dira melepaskan pelukannya dari axcel dengan wajah datar tanpa ada rasa apapun di hatinya, ia benar-benar sudah menganggap axcel sebagai teman tidak lebih dari itu.


" gue mohon Ra jangan lepasin pelukan gue buat kali ini aja" axcel kembali memeluk Dira, tapi sial Adelia malah menghampirinya dan melihat Dira yang sedang berpelukan dengan axcel.


Dira melihat itu, dengan cepat Dira melepaskan pelukannya dari axcel dan pergi mengejar Adelia, Adelia berlari sekencang yang ia bisa Adelia tidak bisa menerima kedekatan axcel dengan Dira.


" jangan deketin gue" ucap Adelia menyuruh Dira agar tidak mendekatinya.


" loe salah paham Del"


" salah paham, akh" Adelia terus meremas dadanya yang ke sakitan, dari belakang axcel datang dan langsung berjongkok bergabung dengan Dira dan Adelia.


" kita ke rumah sakit ya Del"


" loe ga usah perduli sama gue" kemudian Adelia berdiri tapi sayang sakit di dadanya semakin menjadi akhirnya Adelia tersungkur ke lantai dengan meringis kesakitan, Dira menangis melihat keadaan Adelia yang kesakitan.


" ayok gue anter Del"


Adelia tidak mendengarkan Dira ia berusaha berdiri, tapi sayang ia sama sekali tak mampu untuk berdiri, dengan inisatif axcel langsung mengangkat Adelia dan menyuruh Dira untuk menelpon ambulan sepertinya Adelia harus cepat di bawa ke rumah sakit, saat sampai di lantai bawah semua murid tertuju pada axcel yang sedang mengangkat Adelia yang kini tidak sadarkan diri, Dira semakin khawatir dengan keadaan Adelia, guru yang kebetulan lewat langsung menghampiri axcel yang menggendong Adelia.


" ada apa ini"


" Adelia penyakitnya kambuh Bu" jawab Dira karena Axcel fokus membawa Adelia.


" kamu sudah telepon ambulan"


" sudah Bu"


Suara ambulan pun terdengar dan memasuki halaman sekolah, semua murid yang mendengar sirine ambulan langsung berhamburan keluar melihat siapa yang akan di bawa ke ambulan, petugas ambulan langsung membawa Adelia yang di Gending oleh axcel lalu memasukan Adelia ke dalam mobil ambulan Dira ikut ke ambulan untuk menemani Adelia.


Dira mencari ponsel Adelia di saku seragamnya, dan langsung menghubungi ibu dari Adelia.


" halo" dengan terisak tangis yang tak henti-henti Dira menelpon ibu dari Adelia.


" halo Tante ini Dira"


" kenapa kamu nangis Ra?"


" Adelia Tante" dengan sesegukkan menahan tangis.


" kenapa Adelia sayang, ada apa?"


" penyakit Adelia kambuh Tante, Adelia gak sadar diri"


" sekarang kamu tenang kirim alamat rumah sakitnya ya" ibu Adelia pun menahan tangis khawatir dengan keadaan sang anak, karena terakhir kali Adelia cek up kondisi jantungnya sangat memburuk.


👋👋hai-hai jangan lupa like komen dan vote ya gengs, sampai jumpa di episode selanjutnya ya gengs.


@its_qilass