
Bel pertanda masuk berbunyi, belajar mengajar pun berjalan dengan lancar, tidak ada yang menegur Dira lagi tenfang penampilannya mungkin mereka semua sudah cape dengan sikap Dira yang tak mau mendengarkan siapapun yang penting bagi Dira bisa mengikuti pembelajaran dengan baik.
Setelah beberapa jam belajar bel istirahat pun berbunyi, Aldi sudah setia menunggu Dira di depan kelas semua murid yang berada di kelas Dira semakin yakin kalo bahwasannya Dira dan Aldi memiliki suatu hubungan, Dira pun keluar dan melihat Aldi.
" Ikut gue dulu ya" ucap Aldi, Dira heran kemana Aldi akan membawanya biasanya Aldi akan langsung ke kantin setiap kali jam istirahat. Dira pun mengikuti perkataan Aldi dengan memasang wajah yang malas mau bagaimana lagi kalo ia tidak mengikuti Aldi pasti Aldi akan bilang pada sang kakek, jika kakeknya tau pasti bodyguard akan mengikutinya, Dira tidak mau itu terjadi jadi Dira mengikuti Aldi, mereka berdua berjalan berdampingan dengan sorot mata yang memperhatikan mereka di setiap lorong, ada yang sirik dengan kedekatan mereka berdua, bahkan ada yang sedih karena Aldi sudah memiliki pacar pikir, gosip mengenai Aldi dan Dira yang berpacaran mulai menyebar di sekolah tersebut, entah siapa yang menyebarkannya yang pasti mereka semua tahu sekarang bahwa Aldi dan Dira berpacaran.
Sampailah mereka di aula, Dira tak mengerti kenapa Aldi membawanya ke aula untuk apa? Tak lama dari itu datanglah seorang siswa yang menundukan kepalanya karena rasa bersalah pada Aldi, Dira semakin di buat bingung, Dira mengenal siswi tersebut wajahnya terpampang jelas sebagai ketua OSIS di sekolahnya, ada urusan apa Aldi dengannya?.
Kaila pun mendekati Aldi dan berdiri tepat di hadapan Aldi, rasa canggung karena kejadian tadi pun menghampiri kaila, Dira menyenggol tangan Aldi seakan memberi isyarat ada urusan apa Aldi dengan ketua OSIS ini.
" Dia nambrak gue?" Dira tak mengerti ia pun mengerutkan dahinya, sebaiknya Dira memperhatikan saja apa yang akan mereka bicarakan.
" Sebagai gantinya loe harus ngikutin apa yang gue perintah sampai gue lulus" ucap Aldi dengan memasang wajah juteknya dan tangan yang di masukan kedalam saku celana, Dira semakin tak mengerti apa maksud dari perkataan Aldi ia pun terus memperhatikan Aldi dan Kaila.
" Tapi ka" Kaila membantah perkataan Aldi, Aldi pun langsung menatap tajam pada Kaila seketika Kaila kembali pada posisi awal.
" Baiklah" terpaksa Kaila mengikuti perintah Aldi, karena ia tidak bisa Menganti kerugian motor Aldi dengan uang jadi sebaiknya ia mengikuti apa yang di mau Aldi, pikirnya.
" Ayo ke kantin" Aldi langsung menarik tangan Dira, seolah-olah ini adalah kesempatan baik untuknya agar bisa lebih dekat dengan Dira, padahal mereka berdua sudah dekat tapi mungkin pikir Aldi supaya bisa lebih dari dekat, meninggalkan Kaila di aula.
Kaila menatap kesal pada Aldi rasa ia ingin sekali memaki Aldi karena Aldi sangat menyebalkan.
" memang ya semua orang kaya bersikap semaunya" gumam Kaila ia pun melangkah keluar dari aula.
Dira melepaskan tangannya dari genggaman Aldi, Aldi berpikir sepertinya ada yang ia lupakan Aldi pun membalikan badan, benar saja Kaila berjalan tepat di belakangnya Aldi pun memanggil Kaila untuk menghampirinya.
" ada apa lagi" ucap kaila dengan malas, Aldi meraih ponselnya di saku dan memberikannya pada Kaila, Kaila tak mengerti apa maksud dari Aldi yang memberikan ponselnya pada dirinya, Dira hanya memperhatikan mereka berdua.
" ketik nomor hp loe, gue akan hubungin loe jika gue butuh bantuan loe" Kaila pun paham akhirnya ia mengetikan nomornya di ponsel Aldi, setelah Kaila mengetikan nomornya Aldi pun merebut ponsel miliknya dari Kaila dan pergi meninggalkan Kaila.
" dasar manusia yang gak punya tatak Rama" gumam Kaila pada Aldi, Kaila memperhatikan siswi yang sedari tadi bersama Aldi dan memperhatikan penampilannya sangat tidak patut berada di sekolah ini itu sangat melanggar peraturan apalagi dia seorang ketua OSIS, Kaila pun berinisiatif untuk melaporkannya pada pa Bakri.
" ada urusan apa loe sama dia" ucap Dira yang sangat penasaran, mereka mengobrol sambil berjalan dengan di perhatikan oleh sepasang mata di lorong-lorong kelas, tapi mereka berdua tak memperdulikannya.
" biasalah sama cowok ganteng gitu, suka cari perhatian" Dira menatap tajam pada Aldi ia menanyakan serius tapi Aldi malah membanggakan diri.
" Rese loe ya, udah ikhlasin aja loe pasti bisa lah perbaiki motor loe itu" Dira sedikit merasa iba, kejam sekali Aldi pada Kaila padahal ia mampu untuk memperbaiki motornya sendiri.
" sebenernya gue juga kasian Ra, tapi ya mau gimana lagi tuh orang rese banget"
" maksud loe?"
" iya gue kalo ketemu dia selalu aja sial"
" jangan-jangan loe jodoh lagi sama dia" ucap Dira pada Aldi.
" amit-amit jangan sampai deh" ucap Aldi sambil menggelengkan kepalanya.
" jangan kaya gitu, bisa aja kan"
" gak gue gak mau, sama cewe culun itu" Dira pun tertawa dengan sikap Aldi yang seperti itu, di sisi lain sedari tadi ada seseorang yang selalu memperhatikan Dira dan Aldi, siapa lagi kalo bukan axcel, axcel sangat cemburu dengan kedekatan mereka apalagi terdengar kabar bahwa mereka berpacaran, axcel memasang wajah marah ketika Dira tertawa begitu puas saat bersama Aldi.
Axcel terus mengikuti mereka berdua, dan sampailah di kantin Axcel duduk tak terlalu dekat dengan Aldi dan Dira ia terus memperhatikan mereka berdua, sampai pada akhirnya axcel berdiri untuk membeli susu stroberi untuk di berikan pada Dira, karena Axcel masih hapal kesukaan Dira, axcel menghampiri meja Dira dan Aldi dan memberikan susu tersebut.
" buat kamu Ra di minum ya, GWS" ucap Axcel karena masih melihat perban uang melekat di kepalanya, Axcel pun pergi dari hadapan Dira dan Aldi karena tak tahan melihat kedekatan mereka berdua.
Dira menatap punggung Axcel yang menjauh, dan memperhatikan susu yang di berikan Axcel ternyata Axcel masih mengingat minuman kesukaannya, Aldi memperhatikan sikap Dira sepertinya Dira senang di beri susu stroberi oleh Axcel.
" udah nanti gue kasih loe jus stroberi" Aldi pun meminum susu pemberian axcel, Aldi merasa cemburu ketika axcel perhatian dengan Dira, Dira membiarkan Aldi meminum susu pemberian axcel.
" heh gak enak, untuk aja loe gak minum ra" ucap Aldi dan langsung membuang susu tersebut, Dira tak menjawab perkataan Aldi ia pun beranjak dari duduknya untuk memesan makanan, Aldi senang karena Dira tak marah ketika dirinya meminum susu yang di berikan Axcel itu artinya Dira benar-benar membenci axcel, Aldi tak henti-hentinya tersenyum dan ada kesempatan untuk dirinya bisa mendekati Dira dan menjadikannya lebih dari seorang sahabat.
👋👋hai-hai up lagi nih gengs, jangan lupa like komen dan vote.
sampai jumpa di episode selanjutnya ya
ig@its_qilass