Perfect Partner

Perfect Partner
Kesempatan



Setelah Dira dan Aldi dari kantin, Aldi terlebih dahulu mengantarkan Dira ke kelasnya sebenarnya Dira risih dengan keberadaan Aldi apalagi sekarang beredar gosip tentang dirinya dan Aldi, tapi mau bagaimana lagi jika ia mengusir Aldi kakeknya pasti akan memberi dirinya pengawalan bodyguard, Dira tak ambil pusing biarlah mereka semua membecicrakan tentangnya.


Bel bertanda masuk berbunyi, Dira sudah ada di kelasnya mengikuti pembelajaran seperti biasanya, jam pelajaran pun selesai semua murid berhamburan keluar untuk pulang begitupun dengan Dira saat Dira melangkahkan kaki keluar dari kelasnya bukan Aldi yang menunggu Dira di depan pintu melainkan axcel, semua murid yang ada di sana bertanya-tanya sedang apa axcel di sini? Menunggu siapa dia? Apakah Dira?.


Dira berjalan tanpa menghiraukan Axcel, tapi Axcel mencekal tangan Dira dengan terpaksa Dira melangkahkan kakinya dan berbalik menatap axcel dengan tajam.


" Ra aku mau bicara sama kamu" ucap axcel, tapi Dira tak menggubrisnya sama sekali, murid yang sedari tadi memperhatikan Dira dan Axcel berpikir bukannya Axcel pacarnya Stella yah lalu kenapa dia menghampiri dira? Begitulah kira-kira yang mereka pikirkan.


Dari arah belakang Aldi melepaskan tangan Dira dari axcel dan menariknya pergi dari hadapan axcel, tapi axcel tidak membiarkannya berjalan begitu saja Axcel menarik tangan Dira yang lain, tarik menarik pun terjadi Dira merasa kesal dan risih, Axcel dan Aldi saling menatap tajam.


" Lepas" ucap Dira melepaskan tangannya dari Aldi dan Axcel, kemudian pergi meninggalkan mereka berdua, sekilas Aldi menatap tajam pada axcel seakan memberi peringatan pada axcel untuk tidak mendekati Dira lagi, Aldi pun pergi mengikuti Dira.


Axcel menatap kepergian Dira dengan tatapan sendu, semua murid yang memperhatikan mereka bertiga mulai membubarkan diri begitu pun dengan Axcel.


Dira dan Aldi sampai di parkiran Dira masuk ke dalam mobil yang dikendarai sang sopir lalu pergi meninggalkan halaman sekolah, Aldi mengikuti mobil yang di tumpangi Dira.


Kaila yang melihat kepergian Aldi dengan sepeda motornya merasa lega karena hari ini Aldi tak memerintah apapun padanya, tapi entahlah hari selajutnya mungkin cowo angkuh dan pembawa sial itu akan memerintahnya Kaila akan selalu menyiapkan diri untuk menghadapi Kakak kelas yang menyebalkan itu.


Di dalam mobil Dira menyuruh sopir yang membawanya untuk pergi ke pemakam sang ibu, Dira sudah lama tak menengok pemakaman ibunya itu, sampailah di sebuah pemakaman Dira pun turun sebelum menuju makan sang ibu Dira membeli bunga di toko bunga yang berada di pemakan Aldi pun mengikuti kemana arah Dira melangkahkan kaki, Dira membiarkan Aldi mengikutinya.


Mereka berdua berjalan menuju makam ibu Dira dengan bunga yang di bawa oleh Dira, pada saat menuju makam sang ibu Dira melihat seorang pria yang sedang berjongkok dan menangis sepertinya ia mengenalnya Dira mendekati makam sang ibu ia melihat seorang pria yang sedang menangis itu dan ternyata itu adalah ayahnya, Dira berjongkok dan menaruh bunga yang ia beli Deni melihat tangan seseorang yang menaruh bunga di makam sang istri, Deni pun melihat siapa orang yang menaruh bunga tersebut dan ternyata anaknya.


Dira menatap wajah ayahnya itu penuh dengan sisa-sisa air mata sepertinya sang ayah benar-benar menyesali perbuatannya itu, lalu Dira mengusap batu nisan yang bertuliskan nama ibunya itu dan menangis, Aldi hanya memperhatikan anak dan ayah, ia ikut berjongkok.


" Mah, bagaimana keadaan mamah disana Dira harap mamah selalu bahagia" ucap Dira air mata terus keluar mengingat semua kenangan dengan sang ibu dulu, Deni menatap pada Dira yang menangis hatinya sama sakit ketika melihat Dira menangis di depan makam sang istri, penderitaan yang di berikannya pada sang istri membuatnya terbanyang dan merasakan sakit yang dulu istrinya rasakan.


" Mah, Dira akan kasih dia satu kesempatan" ucap Dira sambil menatap pada Deni begitu pun dengan Deni, apa maksud dari perkataan Dira? Apa dia di beri kesempatan untuk memperbaiki semuanya.


" Dira, papah janji gak akan ulangi kesalahan papah lagi" ucap Deni menatap pada Dira dan menatap pada makam sang istri, Dira pun beranjak pergi dari makam sang ibu di ikuti oleh Aldi, tapi Deni menahan tangan Dira sontak Dira langsung menatap ayahnya itu.


" Dira, terima kasih" Deni langsung memeluk anaknya dengan sangat erat, Deni bahagia karena Dira memberi kesempatan untuk dirinya. Mungkin ini adalah takdir tuhan mempertemukan mereka dan berencana untuk mempersatukannya kembali, semoga Deni tidak mengulangi kesalahannya dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan Dira.


Aldi pun ikut tersenyum melihat kedekatan Dira dengan ayahnya ya walaupun Dira belum benar-benar memaafkannya tapi setidaknya dia berhasil membujuk Dira untuk memberi kesempatan pada sang ayah.


Rumah Deni


Setelah dari pemakaman Dira mengikuti ayahnya pulang ke rumah untuk membuka buku harian ibunya, sedangkan Aldi ia pamitan pulang saat di makam untuk memberi ruang antara Dira dan ayahnya.


Dira mengikuti sang ayah menuju kamarnya, Deni menuju lemari dan membuka brangkas untuk mengambil buku harian istrinya itu, Dira hanya memperhatikan sang ayah dan duduk di kasur kamar tersebut, Deni menghampiri anaknya dengan buku harian yang dibawa di tangannya.


Setelah melihat buku harian itu Dira langsung membuka kalung yang ia kenakan, dan memberikannya pada sang ayah ternyata benar kalung yang di kenakan Dira adalah kunci dari buku harian tersebut, Deni menarik nafas setelah buku harian itu terbuka sedangkan Dira terus memperhatikan buku harian itu dengan seksama.


Deni membuka buku harian itu dengan sangat hati-hati, di halaman pertama tertulis nama sang istri dengan foto pernikahan mereka dan foto Dira yang masih bayi Deni terus menatap sedih ke arah foto tersebut, tak menyangka jika dia akan mengetahui semua ini setelah sang istri telah tiada, selanjutnya Deni membuka halaman kedua yang berisi.


👋👋hai-hai up nih gengs jangan lupa like komen dan vote gengs.


sampai jumpa di episode selanjutnya.


komen terus ya komen kalian semangatku.


love you ♥️♥️♥️♥️♥️


ig@its_qilass