Perfect Partner

Perfect Partner
Wanita itu



Setelah Dira dan aldi menghabiskan siomay mereka bel tanda masuk pun berbunyi, Dira dan aldi kembali masuk ke kelas masing-masing.


Saat ini Dira sedang memperhatikan pelajaran yang sedang diterangkan oleh guru mata pelajaran dan sesekali menguap.


jam pelajaran pun berakhir, semua murid berhamburan keluar untuk pulang tak terkecuali Dira, dia keluar dengan tas di punggungnya. Aldi yang sedari tadi menunggu Dira di depan kelasnya, Aldi yang melihat Dira keluar dari kelasnya langsung menarik tangan Dira, Dira yang kaget langsung memukul badan Aldi dengan sangat keras.


" Sakit Ra" ucap Aldi meringis kesakitan dan memegang badanya yang tadi walaupun sakitnya berapa.


" sukurin siapa suruh ngagetin" ucap Dira berlalu meninggalkan Aldi, Aldi mengikuti Dira dari belakang dan berjalan menuju parkiran.


Meraka berdua langsung menaiki motor masing-masing dan keluar dari sekolah menuju ke suatu tempat, Aldi hanya mengikuti saja kemana Dira pergi.


sampailah mereka di sebuah rumah yang sederhana tidak bertingkat, Dira dan aldi turun dari motor masing-masing. Aldi yang bertanya-tanya rumah siapa ini dan mau apa Dira ke sini, tanpa bertanya kepada Dira dia hanya mengikuti saja.


Dira langsung menuju pintu rumah tersebut dan mengetuk dengan sangat keras, berharap ada orang yang membukakan pintu tersebut. tapi sayang tidak ada seorang pun yang membukakan pintu.


Dengan muka kesal Dira berbalik ke arah motornya, Aldi yang sangat kebingungan ia langsung bertanya.


" Ra sebenernya ini rumah siapa sih, dan siapa orang yang lagi loe cari" tanya Aldi


" loe lupa gue kan bilang, gue mau cari orang yang kasih tau jati diri gue sama pa Bakri" ucap Dira, Aldi menjawab dengan memperlihatkan giginya yang berjajar rapih dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Sekarang loe ikut gue ke sekolah lagi" ucap Dira mengajak Aldi.


" balik lagi" tanya Aldi, tanpa di jawab oleh Dira dan pergi dengan motornya, Aldi langsung menyusul Dira.


Sampailah mereka berdua di sekolah dan memarkirkan motornya, Dira langsung berjalan menuju ruang guru untuk mencari seseorang tersebut diikuti Aldi di belakangnya.


Dira sampai di ruang guru, ia melihat orang yang sedang dicarinya. Dengan rasa kesal dia menghampiri orang tersebut, ternyata orang tersebut adalah Bu Amel, Bu Amel adalah orang yang ketika itu berpelukan dengan ayah dira, dan ikut ayah Dira ke Singapura, dira menyangka selama ini Bu Amel yang menyebabkan keluarganya hancur berantakan dan dia juga tahu semua tentang Dira dan siapa Dira, besar kemungkinan dia lah yang memberi tahu semuanya kepada pa Bakri.


Aldi merasa kaget ketika Dira menghampiri Bu amel, dan berpikir jadi selama ini wanita yang menganggu keluarga Dira adalah Bu Amel. Bu Amel yang melihat Dira ke arahnya langsung berdiri dari tempat duduknya.


" Dira ada apa" tanya Bu Amel


" Ga usah banyak basa basi deh" ucap dira dengan Aldi yang berdiri di sampingnya.


" Apa maksud kamu apa Dira" ucap Bu amel, Dira langsung menarik tangan Bu Amel untuk membawanya keluar. Dengan Aldi yang tak menyangka melihat kelakuan Dira yang sangat kasar beda dengan Dira dulu.


" Mau kamu apa?" tanya Bu Amel.


" Ga usah sok ga tau deh, loe kan yang ngasih tau semuanya tentang gue ke pa bakri" ucap Dira dengan muka yang sangat merah, Aldi hanya memperhatikan apa yang di lakukan Dira kepada Bu Amel.


" Dan denger, loe jangan ikut campur tentang hidup gue" ucap Dira mengingatkan Bu Amel untuk tidak ikut campur dengan masalah yang berhubungan dengan dirinya, Dira langsung pergi meninggalkan Bu Amel dengan diikuti Aldi dari belakang.


Aldi mengejar Dira dari belakang, Dira berjalan dengan sangat cepat dan menghampiri motornya.


" Ra" panggil Aldi, Dira menoleh


" Hmm.." jawab Dira yang berusaha meredakan emosinya.


" Mending sekarang kita ke cafe buat nenangin diri kuy" ajak Aldi dan mengiring Dira untuk naik ke motornya Dira mengikuti ajakan aldi, mereka langsung menjalankan motornya dan meninggalkan sekolah menuju cafe.


sesampainya mereka di cafe, mereka berdua langsung memesan makanan yang Meraka inginkan.


" Ra " panggil Aldi.


" Apa" jawab Dira dengan sedikit membentak Aldi, dan mengerjai Aldi.


" Ra loe tuh sebenernya marahnya sama gue atau sama Bu Amel sih dari tadi ketus banget" ucap Aldi lagi.


" hahahaha....." Dira tertawa dengan pertanyaaan yang di sampaikan oleh Aldi.


" Dasar sialan loe ya, jadi dari tadi loe ngerjain gue heh"


" loe takut sama gue?" tanya Dira


" Bukan takut tapi serem, loe bener-bener berubah Ra" ucap Aldi


" Gue yang dulu beda dengan gue yang sekarang"


Tak lama dari itu pesanan mereka datang dan langsung melahapnya, tak terasa makanan yang mereka makan habis.


" eeuuuu" Aldi bersendawa dengan sangat keras sehingga Dira yang ada di sana tertawa terbahak-bahak.


" jorok banget sih"


" Tapi gue ganteng kan"


" ih najis pede banget lu"


" Harus pede dong dan emang kenyataanya gue ganteng kan"


" iya iya deh biar cepet"


"hehehehe"


" Abis ini loe mau kemana?" tanya Aldi


" gue mau ke salon dulu"


" Ke salon? mau apa?"


" Mau benerin rambut, gue males sebenernya, tapi ya mau gimana lagi untuk sementara gue akan nurutin kemauan tuh orang"


" Ra apa mungkin Bu Amel bilang jati diri loe supaya loe nurut sama dia?" sangka Aldi, Dira memikirkan perkataan Aldi dan mungkin yang di katakan Aldi ada benarnya.


Dira tidak mau semua orang tahu bahwa dirinya anak dari Deni Pangestu, karena ayahnya adalah pemilik sah sekolah yang di tempati Dira dan aldi, dia tidak mau jika suatu saat ada orang yang memanfaatkannya lagi seperti dulu.


" Ra" ucap Aldi menyadarkan Dira yang sedang berpikir.


" loe jadi cat rambut loe" ucapnya lagi


" Ga jadi" ucap Dira dengan menyunggingkan bibirnya, mungkin dia memikirkan sesuatu.


Aldi hanya menggelengkan kepalanya, dia akan melihat tindakan apa selanjutnya yang akan Dira lakukan, dan dia akan selalu siap sedia mendampingi, menolong Dira, pasalnya dalam hati kecilnya Aldi sudah dari dulu menyukai Dira tapi Dira tidak pernah tahu tentang perasaannya, Aldi lebih memilih seperti ini yang menurutnya bisa leluasa terus bersama dira.


😊halo gengs jadi udah ketahuan nih siapa wanita yang berpelukan dengan ayahnya dira, dan kira-kira ada hubungan apa yah ayah dia dengan Bu Amel?


ikutin terus ceritanya dan jangan lupa like, komen, vote dan tambahkan ke favorit buat kalian yang belum itu semua sangat berharga buat author supaya author terus semangat nulis


Ig @its_qilass