
Tak terasa waktu berjalan dengan cepat sehingga mentari sudah berganti tugasnya dengan sang bulan, Dira merasa begitu nyaman dan hangat ketika berada di rumah Aldi. karena disini dia bisa merasakan kehangatan yang dulu pernah dirasakan olehnya. mereka semua tertawa bersama saling berbagi cerita, dan tak menyadari ada seorang yang masuk.
" seru nih kayanya" ucap seseorang tersebut, ternyata orang tersebut adalah Raka Bagaskara yang tak lain adalah ayah dari Aldi.
" eh papah, udah pulang lah?" tanya Rosa ibu dari aldi.
" belum, papah mau pergi" jawab Raka dengan menggoda Rosa di depan dira, aldi, dan Ayla. Rosa yang menerima ibu seketika langsung melayangkan bantal kursi yang ada di dekatnya ke arah muka Raka. Raka sangat pecicilan sama halnya dengan Aldi
" sakit mamah" ucap Raka dan duduk di samping rosa, Raka yang menyadari keberadaan Dira disana langsung memperhatikan penampilan dira dan melihat wajah dira dengan sangat lekat kepada Dira. dan menyadari bahwa itu Dira anak dari rekan kerjanya.
"kamu Dira kan?" ucap Raka kepada Dira.
"i----iya om" Dira menjawab dengan sangat canggung dan diikuti dengan senyuman.
"ya ampun kemana kamu Ra?" tanya Raka kepada Dira dengan tatapan yang begitu bertanya-tanya kemana selama ini Dira menghilang.
" panjang pah ceritanya, nanti Aldi ceritain" bukannya Dira yang jawab malah Aldi yang menyaut. Dira hanya tersenyum dan berniat untuk berpamitan karena tidak enak jika ada kehadiran ayah dari aldi.
" hmmm Tan Dira pamit ya"ucap Dira berpamitan
" loh kenapa mau pulang ra?"ucap Rosa yang menjawab ketika Dira berpamitan.
"loh kenapa cepet banget ka" ucap Ayla dengan memasang muka sedih karena Dira berpamitan, Ayla sangat nyaman dan nyambung ketika bersama Dira.
" udah mau malem ay, nanti Kaka main lagi" ucap Dira, padahal dalam hatinya dia tidak ingin pulang ke rumahnya dia masih ingin berlama-lama di rumah Aldi tapi merasa tidak enak ketika ayah Aldi ada disana.
" Ra gue antar ya" ucap Aldi menawarkan diri.
" iya biar kamu di antar sama Aldi" ucap Raka membenarkan ucapan aldi, sebenernya dari Adi Raka selalu memperhatikan penampilan dira yang begitu berbeda, seingatnya Dira anak dari rekan bisnisnya itu berpenampilan yang sangat sopan dan anggun, tapi Dira yang sekarang sangatlah berbanding terbalik.
Dira hanya menjawab dengan senyuman, dan langsung menyalami orang tua Aldi dan keluar dari rumah Aldi, Dira dengan muka sedikit sendu menatap langit dan memperlihatkan bulan yang bergelantung disana dengan sedikit awan yang menghiasi keindahan langit malam hari tanpa adanya bintang.
" Ra loe yakin mau pulang, kalo loe ga mau mending loe nginep aja disini" tawar Aldi, karena Aldi tahu bahwa Dira enggan untuk pulang.
" gue pulang aja di gapapa" ucap Dira karena dia tidak mau merepotkan Aldi dan keluarganya, dan mungkin nanti ayah Aldi akan bertanya kepadanya kemana selama ini dia pergi dan kenapa penampilannya berubah, Dira tidak mau menceritakan itu lagi, walaupun mungkin nanti ayah Aldi akan bertanya pada Aldi itu jauh lebih baik dari pada harus dirinya yang bercerita, itu hanya mengingatkan dia kepada mendiang sang ibu.
" gapapa di, gue pulang aja" tolak Dira, dira pun menghampiri motornya yang terparkir di halaman rumah Aldi dan diikuti oleh Aldi di belakang, mereka berdua sama-sama menaiki motornya dan keluar dari halaman rumah aldi untuk ke rumah dira.
Sampailah mereka berdua di rumah ayah Dira dan masuk ke halaman rumah dan turun dari motor mereka, rumah ayah Dira sama seperti dahulu saat Dira tinggal bersama almarhum sang ibu walaupun ada sedikit yang di renovasi, sekarang rumah yang dulu di tempati Dira banyak penjaga yang menjaganya, mungkin itu untuk melindungi dira, atau hanya melindungi dirinya entahlah yang pasti disana banyak orang yang berbadan kekar.
" Dira ko sekarang rumah loe banyak penjaganya sih?" tanya aldi yang sangat penasaran.
" yah seperti yang loe lihat beginilah" ucap Dira, tak jauh dari mereka ada seorang lelaki paruh baya keluar dari rumah dan mendekat ke arah mereka.
" Dira" panggil lelaki paruh baya itu, Dira tidak mendengarkan panggilan lelaki itu dia langsung masuk ke dalam rumab dan pergi meninggalkan Aldi dan lelaki paruh baya yang memanggilnya.
" aldi" ucap lelaki paruh baya itu.
"iya om" jawab Aldi, dia tahu siapa lelaki paruh baya yang tengah berbicara kepadanya, dia adalah ayah dari Dira sekaligus rekan kerja sang ayah yang bernama Deni, lebih tepatnya Deni Pangestu.
" terimakasih sudah mengantar Dira pulang" ucap Deni ayah Dira dengan menepuk bahu Aldi.
"iya om sama-sama" jawab Aldi dengan sedikit senyum di wajahnya.
" Aldi om minta tolong sama kamu di" ucap Deni, sedangkan dira yang berada di dalam kamarnya memperhatikan Aldi dan ayahnya sedang berbicara lewat kaca kamarnya yang kebetulan ada di lantai dua menghadap ke halaman, Dira bertanya-tanya mereka sedang membicarakan apa. tak mau menghiraukan mereka lagi Dira langsung merebahkan badannya di kasurnya karena telah menerima hukuman di sekolah pada hari pertama dia masuk, tanpa sadar di langsung terlelap tidur.
Pada jam sebelas malam Dira bangun dari tidurnya dia merasa perutnya perlu diisi, dira hanya makan pada saat dengan Aldi dan memakan beberapa pisang goreng pada saat di rumah Aldi. Dira berjalan keluar dari kamarnya menuju dapur untuk mencari sesuatu yang bisa dia makan, pada saat dira ingin ke dapur dia melihat ayahnya sedang duduk di ruang tamu di temani dengan beberapa orang yang berbadan kekar seperti penjaga rumahnya. Dira tanpa sadar mendengarkan pembicaraan mereka.
" Pokonya harus sesuai rencana" itulah kalimat yang keluar dari mulut ayah Dira.
" rencana, rencana apa yang di maksud" ucap Dira dalam hati dan melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan orang-orang yang ada di ruang tamu, ayah Dira yang tahu keberadaan Dira disana langsung menyuruh anak buahnya untuk pergi dari sana.
" Dira sedang apa kamu nak?" tanya Deni kepada anaknya, lagi-lagi Dira tidak menjawab dan berlalu pergi ke arah kamarnya dengan roti di tangannya, sejak saat kematian sang ibu Dira tidak pernah berbicara banyak dengan sang ayah, walaupun Deni sang ayah selalu berusaha untuk berbicara dengan Dira dan berusaha meminta maaf atas kesalahannya di masa lalu dengan memberi fasilitas yang sangat nyaman untuk Dira, tapi Dira tidak menyukai itu.
😊hai-hai gengs tercinta terus ikutin ceritanya ya author akan selalu berusaha menampilkan cerita yang lain dari pada yang lain, pokonya jangan lupa like, komen, vote, dan tambahkan ke favorit buat kalian yang belum, sampai ketemu di cerita selanjutnya.
Ig author @its_qilass