
Di sisi lain Kaila sudah siap dengan seragam yang sangat rapih mencerminkan seorang ketua OSIS.
" sarapan dulu nak" kata sang ibu pada Kaila.
" Kaila nanti aja Bu di sekolah"
" loh memangnya kamu punya uang?" kata sang ayah yang keluar dari kamar dengan otomatis Kaila langsung membantu sang ayah untuk duduk.
" ada kok yah, Kaila berangkat ya Bu yah" ucap Kaila pada kedua orang tuanya, Kaila berbohong jika ia memiliki uang padahal tak sepeser pun.
Tapi untunglah ada seorang teman yang mengajaknya untuk pergi berangkat bersama, hingga akhirnya Kaila sampai di sekolah dengan seragam yang masih rapih dan tak berbau keringat, setelah berterima kasih dan menuju ke kelas Kaila berpapasan dengan Aldi dan juga Dira.
" kai, loe ke sekolah naik apa?" tanya Aldi pada Kaila sebab sepedah yang di Kendari Kaila rusak karena ulahnya, sedangkan Dira ia diam tak ikut campur namun dengan hati yang sedikit terbakar api cemburu.
" nebeng kak" jawab Kaila.
" loe kirim alamat loe sama gue nanti"
" buat apa?"
" ganti sepeda loe yang waktu itu"
" makasih kak"
Setelah Kaila berterima kasih Aldi berjalan berdampingan dengan Dira tangannya yang menggenggam tangan Dira yang sangat erat, Kaila diam tak bergeming melihat Aldi dan juga Dira, hatinya sesak melihat pemandangan yang sedang ia lihat sekarang, apalagi ia tahu satu Minggu ini Aldi menceritakan semua tentang Dira, tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan, sepertinya cinta Aldi kali ini berhasil.
" loe suka sama Aldi?" kata Axcel yang datang dari arah belakang memperhatikan Aldi dan juga Riana yang mulai menjauh.
" e--eh kak"
" loe gak akan bisa misahin mereka berdua"
" lagian siapa juga kak yang mau misahin mereka berdua, kalo aku suka juga aku tau diri kak permisi" kata Kaila kemudian pergi dari hadapan Axcel.
Di depan kelas Dira.
Dira ingin masuk ke dalam kelas namun Aldi tak kunjung melepaskan tangannya, Dira berusaha melepaskannya namun tak kunjung di lepas oleh Aldi.
" lepas di aku mau masuk"
" bentar, mau liat muka kamu dulu"
" lebay banget sih, setiap hari kan kita ketemu bahkan kamu udah liat wajah aku dari SMP"
" beda"
" bedanya?"
" sekarang kamu jadi pacar aku dulu kamu belum jadi pacar aku"
" sama aja kali gak ada bedanya, emangnya aku bermetamorfosis"
" lepas oke, kalo engga aku marah" ucap Dira dengan sedikit mengancam.
" oke aku lepas nanti saat istirahat aku kesini buat jemput kamu"
Dira hanya mengangguk dan akhirnya genggamannya di lepas oleh Aldi, namun Aldi tak kunjung pergi dari depan kelas Dira.
" kenapa masih di sini?"
" liat kamu masuk dan duduk, supaya aku tau kamu baik-baik aja"
" ya ampun"
Dira menggelengkan kepalanya kemudian masuk ke dalam kelas dan duduk dengan semata seperti yang di bilang Aldi, setelah duduk Dira melihat ke arah luar dan tersenyum pada Aldi, Aldi pun pergi setelah memastikan Dira duduk di kelas dengan selamat.
Jam istirahat.
Kini Dira dan Aldi sama sekali tak terpisahkan bahkan rumor yang sempat hilang kini kembali lagi dan hangat di perbincangkan oleh semua siswa di sana, saat duduk berdua di kantin pun mereka menjadi pusat perhatian, Dira sangat risih sekali ketika semua orang memperhatikannya.
Akhirnya Dira dengan cepat menghabiskan makanannya, lalu mengajak Aldi untuk pergi ke roftop, Dira melihat sekeliling sekolah yang nampak semua di atas dengan angin yang sepoi-sepoi dan cuaca pun tak begitu terik Dira bernafas dengan sangat dalam.
" Ra" panggil Aldi pada Dira yang sedang mengamati pemasangan di sekolahnya.
" apa?"
" kamu gak cemburu tadi aku ngobrol sama Kaila?" ucap Aldi yang kini berdiri sejajar dengan Dira menatap lapangan yang di isi oleh siswa yang sedang berolahraga.
" buat apa aku cemburu"
" kok gitu sih jawabannya?" Aldi pun cemberut dan menatap pada Dira, Dira menyadari sikap Aldi dan menatap balik lalu tersenyum.
" aku tau maksud kamu yang ingin menolong Kaila kan? lagi pula itu tanggung jawab kamu yang sudah merusak sepedanya, aku senang kamu tanggung jawab atas perbuatan kamu"
" oh gitu jadi kamu bangga sama aku?"
" hmm"
" ya udah nanti sepulang sekolah kamu bantu aku cari sepeda yah"
" menurut aku jangan sepeda di"
" jadi menurutmu motor gitu?"
" iya"
" tapi uang saku aku gak cukup untuk beli motor Ra"
" kamu tenang aja aku akan bantu kamu, lagian Kaila juga udah baik sama aku"
" oke deh pacar aku yang cantik, dan baik" kata Aldi dengan gemas pada Dira dan mencubit hidung Dira, Dira pun seketika langsung cemberut.