Perfect Partner

Perfect Partner
Pesan suara



Setelah mereka bertiga makan dari kantin Aldi memisahkan diri untuk pergi ke arah kelasnya, Dira dan Adelia berjalan beriringan menyusuri lorong-lorong.


" Ra, loe gak ada niatan buat cat rambut loe gitu?" tanya Adelia pada Dira, Dira langsung berhenti dan menatap Adelia.


" sebenernya gue ada niatan sih Del, tapi males gue ke salonnya"


" tenang aja ada gue, nanti sepulang sekolah gue anter loe ke salon ok" jawab Adelia sambil mengacungkan jempolnya, Dira menganggukan kepala memberi setuju pada Adelia, dari belakang ada dua orang siswa yang saling mengejar dengan berlari sangat kencang hingga menabrak tubuh Adelia sampai terjatuh kelantai.


" woi hati-hati dong" teriak Dira pada siswa yang baru saja menabrak Adelia, Dira pun berjongkok untuk membantu Adelia bangun dari lantai tapi Adelia malah memegang dadanya karena kaget penyakit jantungnya pun kembali sakit, Dira panik melihat Adelia terus meringis kesakitan dengan di perhatikan oleh banyak siswa di sana.


" Adel loe ga papa?"


" Ra tolongin gue, dada gue sakit banget" Dira semakin panik saat Adelia mengatakan seperti itu, dari jauh axcel yang melihat teman Dira kesakitan langsung mengangkat Adelia dan segera membawanya ke UKS, dengan Dira yang mengikutinya dari belakang sesampainya di UKS Adelia langsung diturunkan oleh axcel di brankar UKS.


Petugas pun langsung mendekati Adelia dan menanyakan apa yang terjadi, Dira menjelaskan semuanya pada petugas tersebut dan menyuruhnya untuk segera di bawa rumah sakit.


" ga usah ke rumah sakit, gue minta tolong sama loe Ra buat ambilin obat gue di tas" ucap Adelia menolak di bawa ke rumah sakit, Dira pun keluar dan berlari menuju kelasnya untuk mengambil obat di tas Adelia, rasa sakit di dadanya pun sedikit mereda tapi ia masih merasakan sesak di dadanya dan sebisa mungkin mengatur nafasnya.


Dira kembali ke UKS dengan kantung obat di tangannya, dengan nafas yang terengah-engah karena berlari dari UKS menuju kelasnya begitupun sebaliknya, Dira langsung memberikan obat itu pada Adelia, Adelia langsung meminumnya.


Axcel terus melihat Dira, ia melihat sosok Dira yang dulu, Dira yang selalu menolongnya ketika ia jatuh yang selalu khawatir ketika dirinya sakit, ia pun tersenyum.


" Makasih ya kak" ucap Adelia pada axcel sambil memberikan senyuman di bibirnya, axcel pun membalas senyuman Adelia.


" gimana mendingan?" ucap Dira pada Adelia, dengan masih mengatur nafasnya, axcel berjalan menuju galon yang ada di UKS dan mengambil minum lalu memberikannya pada Dira, Dira hanya menatap minum yang di berikan Axcel.


" minum ra" suruh axcel pada Dira, karena melihat Dira yang masih mengatur nafasnya, akhirnya Dira pun mengambil minum yang diberikan axcel tanpa berbicara apapun Dira langsung meneguk minum itu, axcel tersenyum karena Dira menerima tawarannya, disisi lain Adelia terus memperhatikan Axcel yang sedang memperhatikan Dira minum, sebenarnya saat pertama kali ia bertemu dengan axcel ketika axcel menawarkan minuman pada Dira, Adelia mulai menyukai axcel, dan saat Dira menceritakan tentang axcel padanya dia kaget karena Dira pernah menyukai axcel, tapi untungnya saat ini Dira tak lagi menyukai axcel jadi dia masih ada kesempatan untuk dekat dengan axcel, tapi entahlah axcel sepertinya masih menyukai Dira melihat axcel menatap Dira dengan sangat lekat seperti itu, tapi tidak papa ia akan memperjuangkannya.


" uhuk " dengan sengaja Adelia batuk, karena ingin mengakhiri axcel yang menatap Dira.


Dira pun selesai minum ia langsung meletakan gelasnya di meja, dan mengajak Adelia pergi dari UKS.


" bentar"


" loe masih, sakit?" bukannya menjawab pertanyaan Dira, Adelia malah menghampiri axcel, Dira bertanya-tanya untuk apa Adelia mendekati axcel?,Dira pun melihat gerak-gerik Adelia yang mendekati axcel.


" kak axcel"


" yah" jawab axcel karena sedari tadi ia menatap Dira terus menerus.


Adelia mulai melancarkan aksinya ia mengetik nomornya di ponsel axcel dan langsung menelpon ponselnya dan akhirnya ia pun memiliki nomor ponsel axcel, dengan wajah bahagia dan bibir yang terus tersenyum karena dia bisa mendapatkan nomor ponsel axcel.


" nih makasih kak" Adelia mengembalikan ponselnya, dan langsung pergi menarik Dira keluar dari UKS, karena jantungnya berdegup tak karuan bukan karena jantungnya kambuh lagi melainkan karena axcel jantungnya berdegup kencang, entah sejak kapan Adelia merasakan perasaan itu.


" loe minta nomor ponsel tuh orang?"


" iya kenapa, loe gak suka" jawab Adelia sedikit ketus karena Dira bertanya seperti itu.


" ya--ya ga papa sih" ucap Dira dengan sedikit terbata-bata, Adelia pun terus tersenyum karena dira menjawab seperti itu sambil berjalan menuju kelas.


" beneran ya loe udah gak suka sama kak axcel"


" beneran, emang kenapa gitu"


" oke kalau begitu, gue suka sama kak axcel" jawab Adelia sambil tersenyum bahagia membayangkan tadi saat dirinya di gendong oleh axcel, Axcel seperti pangeran yang menunggangi kuda putih dan menyelamatkan sang putri di saat bahaya, begitu lah yang di pikirkan Adelia.


Sedangkan Dira, ia menggelengkan kepalanya karena melihat kelakuan Adelia yang terus tersenyum sendiri di sepanjang lorong kelas, Dira memang sudah tak memiliki perasaan apapun pada axcel, dan ia juga mengubur semua dendam pada axcel karena ia telah mendengar jika sang ayah sudah membuat axcel dan ayahnya bangkrut, menurutnya itu sudah lebih dari cukup, yah walaupun kejadian itu selalu menghantuinya dan sakit jika memikirkan pengkhianatan yang di lakukan axcel.


Tak terasa mereka pun sampai di kelasnya, bel pun berbunyi menandakan pelajar akan segera di mulai kembali, Dira duduk di mejanya begitu pun Adelia, guru mata pelajaran pun masuk dan memulai pembelajaran.


Saat kelas di mulai Dira mulai memikirkan perkataan Adelia tadi pada saat di kantin apakah ia dirinya memiliki perasaan pada Aldi? tapi jika ia menyatakan perasaannya itu apakah tidak merusak persahabatanya? bagaimana dengan Aldi?


" anak-anak ibu pamit ke toilet sebentar ya kalian jangan pada ribut, kerjakan tugasnya" ucap guru mata pelajaran.


" iya Bu" serentak menjawab, kemudian guru mata pelajaran itu keluar dari kelas menuju toilet.


Saat Dira mengerjakan tugasnya, ponsel Dira bergetar dan menampakan pesan suara yang di kirimkan oleh Aldi, Dira langsung membukanya dan mendengarkan isi dari pesan suara yang di kirim oleh Aldi, tapi sayang Dira lupa mengecilkan volume ponselnya sehingga saat ia mendengarkannya.


" tuan putri pulang sekolah bareng yaa byee"


seketika suasana kelas gaduh yang tadinya tenang jadi ribut luar biasa karena mendengar pesan suara yang di putar oleh Dira, Dira pun malu bukan main pipinya memerah Adelia terus tersenyum pada Dira yang sedang merasa malu , Dira pun langsung menundukan kepalanya ke meja dan mematikan ponselnya.


👋👋hai-hai up nih gengs, makasih ya yang udah setia nungguin up-nya perfect partner, jangan lupa like komen dan vote.


sampai ketemu di episode selanjutnya love you gengs ♥️♥️♥️♥️♥️♥️


ig@its_qilass