Perfect Partner

Perfect Partner
pergi



" maaf Bu pasien tidak bisa kami selamatkan" mendengar perkataan tersebut, sontak tubuh ibu Adelia jatuh dan pingsan, Dira menangis sejadi-jadinya mendengar perkataan tersebut tak menyangka jika Adelia akan pergi secepat ini bahkan ia belum lama mengenal Adelia.


Dokter langsung membawa ibu Adelia ke brangkar, dan membawanya menuju UGD untuk di periksa, ibu Adelia dan Dira sangat syok mendengar perkataan tadi.


Axcel dan Aldi ikut menangis, Adelia di bawa keluar dengan sekujur tubuhnya di tutupi oleh kain putih, Dira mendekati Adelia dengan masih tak percaya bahwa teman yang baru saja ia kenal telah meninggalkan selama-lamanya Dira semakin merasa bersalah.


" Adel loe harus bangun, maafin gue Del" Dira terus mengguncang tubuh Adelia yang sangat pucat, Adelia benar-benar terbujuk kaku.


" Del pliss loe bangun, gue akan jelasin semuanya sama loe" Dira terus menangisi Adelia.


" udah Ra Adelia udah tenang" ucap Aldi sambil merangkul Dira untuk melepaskan Adelia agar cepat di bawa, tapi Dira tak kunjung melepaskannya.


" engga adel masih hidup iya kan Del"


" jangan gitu Ra kasian sama adelnya"


Akhirnya Dira melepaskan tubuh Adelia, dan akhirnya Dira pingsan tak sadarkan diri Aldi langsung menggendong Dira untuk di bawa ke UGD.


Waktu menunjukan pukul 09.00 Dira sadar dari pingsannya dan langsung berlari keluar untuk mencari Adelia, Aldi dan Axcel yang sedari tadi menunggu Dira langsung berlari mengejar Dira.


Dengan air matanya yang terus mengalir dia mencari keberadaan Adelia menuju ruang ICU yang di pakai tadi oleh Adelia, tapi Dira tak menemukan Adelia lalu ia bertanya pada Aldi dengan memegang kerahnya sangat kasar.


" jawab gue dimana Adel" teriak Dira dengan tangisan yang tersedu-sedu.


" sabar Ra"


" JAWAB DIMANA ADEL?"


" Adel udah di bawa kerumahnya ra"


" sama gue"


Aldi langsung menarik tangan Dira untuk ikut dengannya menuju rumah Adelia, bagai tertimpa pohon hati axcel sangat sakit tapi ini bukan waktunya untuk cemburu, Axcel mengikuti kemana perginya Dira dan Aldi.


Sampailah mereka di rumah Adelia dengan banyak orang yang ada di rumah tersebut sedang berkumpul, Dira benar-benar masih tak percaya dengan hal ini, ia langsung berlari masuk ke dalam rumah Adelia diikuti oleh Aldi dan Axcel.


dan melihat orang yang sudah di tutupi dengan kain yang terbujur kaku, Dira langsung mendekatinya dan membuka kain tersebut ternyata ini benar bukan mimpi, Dira menangis kembali ia sangat merasa bersalah karena dirinya lah Adelia seperti ini,ibu Adelia mendekati Dira dan memeluknya.


" Tante Adelia Tante"


" sudahlah sayang, ikhlaskan Adelia"


" ini semua gara-gara Dira Tante"


" tidak usah menyalahkan diri, Adelia sekarang sudah tidak sakit lagi kamu ikhlaskan Adelia ya sayang" sambil terisak tangis mereka berdua di hadapan jenazah Adelia.


keesokan harinya Adelia di makamkan di pemakaman umum di kota, dengan Isak tangis Dira dan sang ibu, begitu berat melepaskan Adelia, kini Dira tidak akan pernah lagi melihat Adelia di sekolah, Adelia yang selalu menggangunya, menghiburnya dan mendengar curhatannya.


Pemakaman pun selesai ibu Adelia dan dira menaburkan bunga pada makan Adelia dengan tak henti-hentinya menangis, Aldi dan Axcel pun berada di sana.


" maafin gue ya Del" ucap Dira pada makam Adelia, ia sangat menyesal jika saja waktu itu tidak terjadi.


👋👋 sad gak sih gengs, jangan lupa like komen dan vote ya.


sampai jumpa di episode selanjutnya love you ♥️♥️♥️♥️♥️


ig@its_qilass