Perfect Partner

Perfect Partner
Kaila : hilangnya buku olimpiade



SMAN 45 JAKARTA


Seperti hari sebelumnya tepatnya di kelas Kaila saat istirahat tiba, Kaila terus fokus dengan buku-buku setelah memakan bekal yang ia bawa dari rumah.


Di sisi lain Reva sangat marah melihat Kaila yang tak gentar padahal ia sudah mengancam dan mengunci Kaila di toilet tapi Kaila seperti ya sama sekali tidak takut.


" Re kayanya tuh anak gak kapok sama ancaman loe" Ucap Saras salah satu temannya yang kemarin ikut mengunci Kaila di toilet dengan memanas-manasi Reva dengan di beri anggukan oleh Sheilla teman Reva yang lain.


Mereka bertiga terus menatap Kaila yang tak berhenti belajar, Reva yang sangat marah karena kelakuan Kaila yang sama sekali tak takut terus memutar otak memikirkan cara bagaimana membuat Kaila jera dan mengundurkan diri dari olimpiade.


Flashback on


Ketika saat sampai di rumah Reva langsung di marahi oleh sang ayah karena ayahnya tahu jika Reva tidak dapat mewakili sekolah dalam olimpiade sains padahal Reva sudah ayahnya daftarkan berbagai mata pelajaran agar Reva dapat mewakili olimpiade dan mengalahkan peringkat Kaila, namun lagi-lagi Reva tak sanggup untuk mengalahkan Kaila bahkan untuk jadi ketua OSIS pun dia kalah oleh Kaila.


" Kamu itu bagaimana papah sudah daftarkan kamu ke berbagai les, kenapa kamu bisa kalah sama siswa itu heh?" tegas ayah Reva memarahinya dengan Reva yang terus menunduk takut dengan amarah sang ayah, sedari dulu Reva di ajarkan untuk selalu menjadi nomer satu bahkan saat SMP dia selalu mendapatkan peringkat 1 dan tidak membiarkan orang lain untuk menempati posisinya itu.


" Papah gak mau tau kamu harus ikut olimpiade sains itu, kamu jangan seperti anak bodoh papah sudah susah payah membangun image keluarga kita, karena keluarga kita terkenal dengan nomer satu kamu ingat ucapan papah ini" jelas ayah Reva habis-habisan menasehati Reva, Reva beranjak dari duduknya tanpa membalas perkataan sang ayah dengan wajah yang kesal sedangkan ibu Reva sama sekali tak membantah atau membela perkataan suaminya itu, karena memang didikan suaminya terhadap Reva seperti itu dan itu semua demi kebaikan Reva.


Keluarga Reva memang terkenal dengan keluarga yang selalu menempati posisi pertama ayahnya merupakan pengacara nomer sedangkan sang ibu merupakan dokter spesialis yang sangat terkenal dan tak ada yang menandinginya.


Flashback off


Reva geram karena selalu di marahi sang ayah padahal di sudah berupaya dengan sangat keras untuk mengalahkan Kaila sekalipun Reva merebut posisi untuk menjadi nomer satu dengan cara yang kotor atau mungkin bisa di bilang kasar dan kejam.


Reva membisikan sesuatu pada kedua temannya untuk melancarkan aksinya agar Kaila jera, Reva berencana untuk mengambil buku olimpiade milik Kaila jika buku tersebut hilang pasti Kaila di marahi oleh pa Bakri dan sudah pasti Kaila tidak akan mengikuti olimpiade karena ceroboh.


" Bagus tuh, tapi nanti traktir kita ya" Ucap Saras dengan memberi senyuman licik pada Reva, Reva mengiyakan permintaan temannya itu asalkan rencananya berhasil.


Shella keluar dari kelas entah kemana dengan memberikan jempol pada Saras namun tak di gubris oleh Reva ia hanya terus melihat ke arah Kaila yang tengah belajar.


Tak lama Shella keluar dari kelas ia kembali ke dalam kelas dengan senyum jailnya.


" Kaila loe di panggil Dira tuh di kelasnya, katanya loe suruh ke sana" Panggil Shella pada Kaila menggunakan nama Dira untuk melancarkan aksinya, Shella tahu Dira karena kemarin ia melihat Dira mencari Kaila di kelasnya apalagi ia mendengar jika mereka berdua dekat.


***


Kaila pun langsung membereskan buku ke dalam tasnya kemudian berlalu dari kelas untuk menuju kelas Dira yang lumayan jauh, tetapi saat sampai di kelas Dira, Kaila sama sekali tak bertemu dengan Dira ia pun memutuskan untuk kembali ke kelas.


Tepat saat Kaila sampai di kelas bel masuk berbunyi ia langsung duduk dan sama sekali tak menyadari jika buku olimpiadenya sudah hilang.


Hingga pelajaran selesai dan waktunya pulang Kaila sama sekali tak menyadarinya ia langsung keluar dari kelas menuju parkiran untuk bekerja.


" Ra tadi kamu suruh aku ke kelas kamu, tapi kamu gak ada" ucap Kaila pada Dira dengan ekspresi wajah Dira yang bingung karena dia sama sekali tak memanggil Kaila untuk datang ke kelasnya.


" Gue gak panggil loe kok, kapan? jawab Dira pada Kaila yang memang tak memanggil Kaila.


" saat jam istirahat, terus kata Shella ?"


" Shella siapa?" jawab Dira bingung tak tahu siapa Shella dengan Aldi yang memperhatikan obrolan di antara mereka.


" temen sekelas aku"


" gak tau tuh, gue dari tadi sama Aldi" jawab Dira yang di beri anggukan oleh Aldi.


Kaila terdiam sejenak dan langsung memeriksa tasnya, Dira dan juga Aldi saling bertatapan bingung apa yang sedang di lakukan oleh Kaila.


Kaila langsung mencari buku olimpiade di dalam tasnya dengan seksama satu persatu buku ia keluarkan dari dalam tasnya dengan wajah yang sangat was-was.


" ya ampun kemana bukunya?" ucap Kaila dengan membalikkan tas yang sudah tak ada isinya lalu ia goyangkan.


" kenapa kai?" tanya Aldi karena melihat Kaila yang sedang mencari sesuatu.


" Buku aku hilang kak"


" apa jangan-jangan tadi yang bilang loe di suruh ke kelas gue karena mau jebak loe tuh orang?" ucap Dira, Kaila pun memikirkan apa yang di katakan oleh Dira tapi untuk apa Shella mengambil bukunya bukan Reva.


" benar kamu Ra" jawab Kaila yang ingat jika Shella merupakan teman Reva yang sudah pasti Shella membantu Reva untuk mengambil buku olimpiade itu.


Kaila tak tahu harus berbuat apa, jika ia menyusul ke rumah Reva atau pun Shella ia tak tahu di mana alamat rumah keduanya bahkan saat ini seharusnya dia berada di cafe untuk bekerja.


" terus gimana kai?" tanya Dira


" Ga papa besok aja aku ngomong sama mereka"


" kalo ada sesuatu ngomong aja sama kita ya" jawab Dira pada Kaila agar Kaila tak perlu takut, tapi Dira percaya jika Kaila bisa melakukan semuanya sendiri sikapnya yang tegas dan tak takut sama siapapun bahkan saat menyuruh Aldi dan juga Dira untuk berkumpul di aula sudah membuktikan jika Kaila pasti bisa menghadapinya.


" ya udah aku duluan ya" ucap Kaila berpamitan pada Dira dan juga Aldi setelah memasukan semua buku yang ia keluarkan ke dalam tas, Aldi dan juga Dira memperhatikan kedua siku Kaila yang di perban hingga akhirnya Kaila tak terlihat lagi.


***


jangan lupa like komen dan vote ya, tambahin juga ke favorit oke gengs