Perfect Partner

Perfect Partner
Mencari dira



Rumah sakit Citra Medika


Dira masih terpejam, dengan di temani nenek dan kakeknya, nenek dan kakek Dira begitu kasihan terhadap nasib cucunya itu. Tadinya tanpa izin dari Deni pun mereka akan membawa Dira pergi ke Belanda, tapi mereka berdua akan memberi kesempatan pada Deni untuk memperbaiki semua kesalahannya.


Tak lama dari itu Deni masuk ke ruangan rawat dira, dia melihat Dira belum sadarkan diri juga.


" Pah kenapa Dira belum sadar" ucap Deni bertanya pada sang ayah.


" Dira lagi tidur, jangan di ganggu" jawab ayahnya, sedangkan nenek Dira tertidur pulas di sofa.


" Ikut papah keluar" ucapnya lagi.


" Tapi pah Deni mau sama anakku" ucap Deni sangat takut di pisahkan dengan anaknya.


" Papah mau bicara sebentar sama kamu" ajak sang ayah, Deni menuruti sang ayah dan mengikutinya keluar.


" Kamu dari mana aja?" Tanya sang ayah, pasalnya sejak dari Dira pingsan ia tidak melihat Deni di rumah sakit.


" Aku ke rumah Amel pah"


" Buat apa kamu ke rumah wanita itu, bukannya papah sudah bilang kamu putuskan wanita itu"


" Sesuai yang papah minta Deni udah putusin Amel, dan Deni akan memperbaiki semuanya" ucapnya dengan wajah yang prustasi.


" Bagus kalau begitu, papah beri kamu kesempatan untuk memperbaiki semuanya jika kamu gagal terpaksa papah bawa Dira ke Belanda dan gak akan biarin Dira bertemu sama kamu lagi" ucap sang ayah mengancam Deni.


" Iya pah Deni janji"


Aldi datang dengan membawa beberapa makanan untuk di makan bersama.


" Om, kek Aldi bawa makanan ayo kita makan pasti om, kakek sama nenek belum makan" ucap Aldi sambil memperlihatkan makanan yang di bawanya, Aldi pun memberikannya pada Deni, nenek dan kakek Dira mereka pun makan bersama.


" Makasih ya di" ucap Deni


" Iya sama-sama om" ucap Aldi sambil tersenyum. Senyuman Aldi di balas oleh nenek dan kakek Dira.


"Kamu tau aja kalo kita belum makan" ucap nenek Dira pada Aldi, memang sejak di telepon oleh sang anak bahwa cucunya masuk rumah sakit, nenek dan kakek Dira belum makan sama sekali karena khawatir dengan kondisi cucunya, begitupun dengan Deni mana sempat dia memikirkan makan ketika Dira terbaring lemah di rumah sakit.


" Iya nek, Aldi inisiatif aja mungkin kalian belum makan karena sibuk dengan kondisi Dira, jadi Aldi bawain makanan deh hehe" ucap Aldi sambil menunjukan barisan giginya yang rapih.


Di rumah axcel


Axcel sangat prustasi memikirkan kemana hilangnya Dira, ia sama sekali tidak melihat Dira di sekolah, dan ia juga tidak mau kehilang Dira untuk kedua kalinya, ia berusaha mencari keberadaan Dira, walauoun Dira baru satu hari menghilang, tadinya axcel berniat untuk pergi ke rumah dira tapi niatnya ia urungkan, karena mungkin jika dia datang ke rumah dira, axcel akan berhadapan dengan penjaga yang menjaga rumah Dira, dan itu tidak akan membuahkan hasil, menurutnya jalan satu-satunya adalah Aldi, Aldi pasti tahu dimana Dira.


Tanpa berpikir panjang ia berganti pakainya, serta meraih ponsel dan kunci motornya untuk menuju rumah Aldi, axcel tahu dimana alamat Aldi karena dulu dia pernah di ajak bermain oleh Dira ke rumah Aldi. Axcel keluar dari rumahnya dan langsung menyalakan motornya.


Tokkk..tokk


Axcel terus mengetuk pintu rumah Aldi, sampai keluarlah wanita paruh baya membukakan pintu.


" Maaf mengganggu Tante" ucap axcel dengan sangat sopan, saat ini axcel berhadapan dengan ibu Aldi.


" Siapa ya, dan apa tujuan kamu kesini" ucap ibu Aldi.


" Maaf Tante apakah Aldi ada di rumah?" Tanya Aldi, mungkin ibu Aldi lupa dengan axcel karena sudah terlalu lama dia tidak bertemu dengan axcel.


" Aldi gak ada di rumah"


" Kalo boleh tahu di mana ya Tante" ucap axcel dengan sangat penasaran.


Sebelum Aldi berangkat ke rumah sakit, Aldi berpesan pada ibunya jangan pernah beri tahu siapa pun jika Aldi sedang di rumah sakit untuk menemani dira.


" Biasanya sih kalo jam segini Aldi main"


" Main di mana ya Tante"


" Kalo soal dimana Aldi mainnya Tante kurang tau, oh ya kalo boleh Tante tahu siapa nama kamu, nanti jika Aldi sudah pulang akan Tante sampaikan jika kamu mencarinya"


" Oh begitu ya Tante, ya sudah kalo begitu saya pamit Tante" ucap axcel berpamitan dan tidak memberi tahu siapa dirinya. Ibu Aldi masuk kembali ke rumahnya.


Axcel menaiki motornya dan pergi meninggalkan rumah Aldi, kali ini usahanya nihil lagi, Aldi tidak ada di rumahnya, entah dimana aldi sekarang pikir axcel.


Axcel menghentikan motornya di taman kota, axcel turun dari motornya dan duduk di kursi yang ada di taman tersebut, axcel berniat untuk sedikit menenangkan pikirannya.


" Dimana kamu Ra" ucap axcel dengan mengusap wajahnya kasar, axcel menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi taman. axcel merilekskan pikirannya, dan berpikir kemana dia harus mencari Dira, axcel takut Dira menghilang lagi, ia juga takut Dira akan semakin membencinya.


Axcel terus bertanya-tanya kemana perginya aldi, axcel rasa Aldi pasti tahu keberadaan Dira dimana, tapi axcel juga tidak tahu harus mencari Aldi di mana, dengan prustasi dia memejamkan matanya.


Sampai pada akhirnya ponsel axcel berbunyi, axcel melihat siapa yang menelponnya dan ternyata Stella yang menelpon, axcel mengabaikan panggilan dari Stella, dan kembali merilekskan pikirannya yang di penuhi dengan Dira.


Mungkin awalnya memang benar axcel di suruh oleh ayahnya untuk mendekati dira supaya ayah Dira mau bekerja sama dengan ayahnya, tapi seiring berjalannya waktu axcel benar-benar mencintai Dira dan melupakan semua rencananya.


Axcel sangat menyesal telah menuruti semua kemauan sang ayah, tapi mau tak mau axcel harus menuruti sang ayah, karena ayahnya memiliki riwayat penyakit jantung, jadi axcel tidak mau jika sakit sang ayah kambuh.


👋 hai-hai gengs terus like, komen dan vote yah, karena like, komen dan vote kalian adalah semangat author, jika kalian terus komen dengan positif author janji akan terus up, semangat buat komennya gengs, begitupun author.


Ig @its_qilass