
Dira sedang menegguk minuman yang di berikan oleh aldi, aldi melihat dira dengan seksama apakah ini dira yang dulu dia kenal pasalnya dari awal bertemu dira sangat berubah.
“ kenapa?” tanya dira menyadarkan aldi yang sedang menatap lekat kepada dirinya.
“ loe bener-bener berubah” ucap aldi, dira hanya menjawab dengan senyuman.
“ apasih yang buat loe menghilang selama setahun?” tanya aldi yang begitu penasaran.
“ panjang ceritanya” jawab dira dengan berjalan dan menyerahkan botol kosong ke aldi, dan melanjutkan kegiatan sebelumnya.
“ ayolahlah ra cerita” ucap aldi membujuk dira.
“ kalo gue cerita sekarang, nih kerjaan gak bakal kelar” jawab dira, aldi yang tau dira di hukum, langsung membantu dira supaya dia cepat tau jawaban yang selama ini menghantuinya, akhirnya dira dan aldipun selesai membersihan wc, sekarang mereka berjalan menuju kelas dira untuk mengambil tas dira, setelah dari kelas dira mereka berdua berjalan menuju parkiran, dimana motor mereka di parkirkan, dira mengendari motor vespa matic berwarna kuning sedangkan aldi membawa motor berwarna biru tua.
“ loe harus cerita sama gue oke” ucap aldi kepada dira, dira hanya mengangguk karena dira selalu menuruti apa yang di katakan oleh aldi.
“ sekarang loe ikut gue ke cafe biasa” ajak aldi, dan di setujui oleh dira, mereka berdua pergi meninggalkan sekolah dan menyusuri jalanan ibu koat samapailah mereka di cafe yang biasa mereka kunjungi. Mereka berdua saat masih duduk dibangku smp selalu mampir ke cafe tersebut setelah pulang sekolah, karena cafe tersebut dekat dengan sekolah smp mereka, mereka duduk di dekat kaca sambil berhadap-hadapan, aldi yang siap mendengarkan cerita dira menatap tajam ke arah dira.
“ pesen makanan dulu aja, gue laper nanti ceritanya gak tamat” ucap dira karena memang dari tadi dira belum memakan apapun, aldi yang mendengar ucapan dira memasang muka sedikit kecewa, tapi aldi menuruti perkataan dira, karena dia sangat memperhatikan kesehatan dira apalagi dira belum makan apapun hanya sebotol minuman yang di kasih olehnya, aldi memanggil pelayan di sana dan memesan beberapa makanan untuk mereka berdua, setelah mereka makan aldi menunggu dira cerita. Dira langsung menceritakan apa yang terjadi terhadapnya selama setahun belakang ini.
Flasback on
Dira yang pada saat itu baru saja pulang dari sekolah SMP, tapi sayang apa yang dira lihat, dira melihat kedua orang tuanya sedang bertengkar, ayahnya menampar pipi ibu dira sangat keras dira yang melihat itu langsung menghampiri kedua orang tuanya dan melindungi sang ibu.
“ stoop pah” ucap dira kepada sang ayah, sang ayah yang melihat dira melindungi ibunya berjalan meninggalkan dira dan ibunya, sang ibu yang melihat dira melindungi dirinya melihat dira dengan tatapan sendu dengan cepat dia memeluk dira. dira langsung membalas pelukan sang ibu dan menangis dira mengusap dengan halus pipi ibunya yang jelas tenggambar tangan sang ayah dipipi mulus sang ibu.
“ udah ga papa sayang” ucap ibu dira dengan senyuman manis yang di berikan kepada dira. dira membalas senyuman sang ibu.
“ sekarang kamu masuk ke kamar dan ganti bajunya ya” suruh ibu dira, dira menurut dan masuk ke dalam kamar. Dira keluar dari dalam kamar dan berniat untuk berkerja kelompok di rumah temannya.
“ mah dira pamit ya mau kerja kelompok mamah jaga diri baik-baik ya” pamit dira.
“ iya sayang” ucap sang ibu kepada dira, dira langsung beranjak keluar dengan sang supir dira berangkat. dira berpenampilan sangat sopan dan anggun rambut berwarna coklat dan mata coklatnya yang sangat cantik. Pada saat menuju rumah temannya dira melihat mobil sang ayah yang terparkir di depan cafe, dira menyuruh sang supir untuk menghentikan mobilnya.
Dira turun dari mobil dan berjalan menuju cafe, dia memcari sosok yang dia cari, akhirnya sosok yang dia cari ditemukan, tapi sayang apa yang dilihat oleh dira sangat menyakiti hatinya, ayahnya sedang berpelukan dengan seorang wanita, dira menghampiri sang ayah.
“ ohh jadi ini alasanya mamah marah sama papah” ucap dira menganggetkan sang ayah, dira menatap tajam wanita yang tadi berpelukan dengan ayahnya.
“ dira lagi ngapain kamu disini?” tanya sang ayah.
“ harusnya yang nanya itu dira pah, papah lagi ngapain disini sama wanita j*****” ucap dira sembari melirik wanita yang di samping sang ayah
“ dira jaga ucapanmu” tegas sang ayah
“ kenapa emang bener” ucap dira
“ sekarang kamu pulang” ucap ayahnya dan menyeret dira keluar. Dira melepaskan tangannya dari sang ayah, dan berjalan pergi dari sana tanpa masuk kembali ke mobil, dira berjalan menyusuri jalan dengan air mata yang menbasahi pipinya.
Dira langsung berjalan ke dalam rumah tersebut, rumah tersebut adalah rumah axcel dira berencana akan memcerikan semua masalahnya kepada axcel, pada saat dira ingin masuk kerumah axcel dira mendengar axcel sedang berbicara dengan ayahnya.
Dira mendengar semua pembicaraan axcel dan ayahnya yang berencana untuk menghancurkan keluarganya, lagi-lagi dira disakiti oleh orang yang dia sayang dan percaya axcel adalah salah satu orang yang dia cintai dan sayangi tapi sayang dira dikhianati oleh orang tersebut, dira yang mendengar itu langsung berbalik dan keluar dari rumah tersebut, dira berencana untuk pulang lagi kerumah orang tuanya karena khawatir akan terjadi sesuatu kepada ibunya.
Dira sampai di depan rumahnya, dia langsung mencari sang ibu di setiap sudut rumah, rumah dira sangat lah luas dengan cat warna putih yang sangat mewah, dira mencari ibunya dengan menaiki tangga dan masuk ke kamar sang ibu, dira menemukan sang ibu, ibunya sedang membereskan pakaian.
“ mah...” panggil dira
“ dira cepat bereskan barang-barangmu” perintah sang ibu, dira tahu apa yang terjadi, dan bergegas menuju kamarnya memasukan semua pakainya yang ada di lemari kedalam koper, setelah memasukan semua pakainnya dan peralatan sekolah dira menghampiri ibunya di depan pintu, mereka berdua langsung beranjak turun dan keluar.
Tanpa di ketahui oleh siapapun dira dan ibunya keluar dari rumah tersebut, ibu dira membawa dira ke singapura, sebelumnya ibu dira sudah mempersiapkan semua paspor dan tiket untuk ke singapura.
Hampir satu tahun dira dan ibunya tinggal di singapura sejak saat itu dira tidak melanjutkan sekolah karena tidak memiliki biaya, padahal dulu sejak tinggal dengan ayahnya dia selalu berkecukupan, tapi setelah apa yang di perbuat oleh sang ayah sangat menyakitkan hati dira dan ibunya dia berusaha melupakan sang ayah.
Tak lama dari itu ayahnya menemukan keberadaan dira dan sang ibu di singapura, ayah dira menghampiri dira dan menyuruh dira untuk masuk ke rumah dan membiarkan orang tuanya biacara. Tapi pada saat orang tuanya berbicara ada seorang wanita berdiri di samping sang ayah, wanita itu adalah orang yang sama ketika dira mempergoki ayahnya berpelukan.
Saat orang tuanya bicara dan wanita itu disamping sang ayah, tiba tiba ibunya memegang dada dengan tangannya, entah apa yang di bicarakan oleh ayahnya sehingga membuat ibu dira memegang dadanya,sontak dira langsung belari menuju sang ibu dengan mata dan wajah yang sangat merah.
“ mah, mamah” ucap dira sambil menggoyangkan badan sang ibu, dengan cepat ayah dira mengangkat tubuh ibu dira masuk ke mobil dan membawanya ke rumah sakit terdekat dari rumah yang di tinggalin dira dan ibunya.
Sampailah mereka berdua di rumah sakit, dibawalah ibu dira ke IGD, semua dokter dan perawat masuk keruangan tersebut pada saat dira ingin masuk keruang tersebut ditahan oleh perawat dan di suruh untuk menunggu.
Pada saat dira menunggu sang ibu yang diperiksa oleh dokter, dira menatap tajam kepada sang ayah dan wanita yang sedari tadi mengikutinya.
“ puas heh udah puas” ucap dira dengan muka marah terhadap ayahnya.
“ sebaiknya anda jangan menyusul saya dan ibu saya kesini, kehadiran anda sudah tidak saya harapkan lagi ada hanya menyakiti saya dan ibu saya” ucap dira dengan penuh kebencian, ayah dira hanya menatap sedih kepada dira dan tidak menjawab omongan dira, pada saat dira berbicara seorang dokter keluar dengan muka murung.
“ sorry we can’t save the patient(maaf pasien tak bisa kami selamatkan)” ucap dokter tersebut, dira yang mendengar itu langsung berlari dan mendekati dan memeluk sang ibu yang sudah tidak bernyawa, dira menangis dengan sangat histeris, luka yang di berikan oleh ayahnya saja masih sangat sakit apalagi sekarang dia kehilangan wanita yang telah melahirkannya, dira terus menangis memeluk ibunya dan menggoyangkan badan sang ibu, dia berharap sang ibu bisa membuka matanya kembali, dira melepas pelukan sang ibu dan menghampiri sang ayah.
“ PUAS... MAMAH SAYA MENINGGAL GARA-GARA ANDA SAYA BENCI ANDA” dira membentak sang ayah dengan memukul dada bidang sang ayah, dira sangat-sangat marah dan mengusir ayahnya untuk keluar dari ruangan tersebut tapi ayahnya tidak mau keluar karena melihat sang anak begitu terpukul, dira tersungkur kebawah menangis sejadi-jadinya dan sang ayahpun ikut berjongkok dan memeluk dira. bayangkan betapa sakitnya hati dira pada saat itu untuk menerima semua kenyataan pahit ini.
Jenazah ibu dira di bawa ke indonesia dan di makamkan di pemakaman umum di jakarta, dan sejak saat itu dira tinggal dengan ayahnya, dan sejak saat itu pula penampilan dira berubah drastis dan selalu membangkang perkataan sang ayah.
Flasback off
Setelah mendengar cerita dira, aldi sangat kasihan dengan apa yang telah di alami dira setahun kebelakan, dan pantas saja dia tidak mendapat informasi tentang dira mungkin almarhum ibunya menutup rapat identitas dira saat di singapura.
🤔kira-kira siapa wanita yang di peluk oleh ayah Dira? dan kenapa axcel dan ayahnya mau menghancurkan keluarga Dira?
ikutin ceritanya terus ya gengs author akan selalu usahakan buat up 2 kali dalam sehari dan jangan lupa vote dan like serta tambahkan ke favorit
ig@its_qilass