
Tak memerlukan waktu lama Kaila datang dengan teh botol di tangannya dan memberikannya pada Aldi, Kaila pun berbalik melangkah meninggalkan Aldi tapi tangannya di tarik terlebih dahulu oleh Aldi sontak kakinya tersandung tubuh Kaila pun menubruk Aldi tapi Aldi spontan langsung menangkap tubuh Kaila.
Kontak mata pun terjadi, entah kenapa Dira yang melihat Aldi berdekatan dengan kaila ada sedikit rasa tidak suka, tapi Dira tak begitu menampakanya ia hanya melihat dengan wajah datar. Dengan kasar Aldi langsung melepaskan tubuh Kaila dan Kaila pun tersungkur ke tanah.
" aaww"
" loe tuh ya cari kesempatan dalam kesempitan"
" apaan orang dia yang narik, gue yang di salahin" dengan wajah yang bergerutu Kaila bangun dan berdiri hadapan Aldi.
" siapa juga yang cari kesempatan sama Kaka kelas yang nyebelin"
" Apa loe bilang? gue nyebelin loe tuh yang bawa sial" Dira malas sekali mendengar pertengkaran antara Kaila dan aldi ia pun menjauh darinya, Aldi melihat Dira yang menjauh dan duduk di tempat yang lain.
" Udah pokoknya sekarang kalian harus ke aula sekarang!!"
" Bodo amat" ucap Aldi dan pergi meninggalkan Kaila dan menghampiri Dira.
" oh oke kailan gak mau ke aula ya saya akan kasih tahu pa Bakri agar kailan di hukum" ucap kaila berteriak agar Aldi dan Dira mendengar perkataannya, Dira yang mendengar perkataan Dira pun langsung berdiri dan menghampiri kaila.
" Ribet banget sih, kalo loe mau ke aula ya tinggal pergi aja"
" bukannya gitu tapi ini tugas saya buat ngamanin murid yang rese kaya kalian"
" apa loe bilang rese? yang cari masalah duluan itu loe"
" kok ngelawan sih, saya di sini ketua osis jadi wajar kalo kalian berbuat seenaknya dan saya yang negur"
" terus, emang gue akan nurut gitu sama loe jangan harap"
" oh ok kalo kalian gak mau nurut sama apa yang saya perintahkan, tapi jangan salahkan saya jika besok pagi kalian akan di hukum di depan lapangan dengan tangan yang menghormat ke bendera" ucap kaila sambil meninggalkan mereka berdua.
" nyebelin banget tuh orang" gumam Dira.
" baru tau loe, gue juga Gedeg sama tuh orang"
" gimana mau ke aula?" tanya Aldi
Dira pun memutarkan matanya tanpa menjawab perkataan Aldi, ia pun pergi turun menuju aula, diikuti oleh Aldi di belakang.
Dira melihat axcel yang sedang menatap padanya ia pun langsung memalingkan pandangannya ke sembarang arah.
Di mulailah axcel memainkan pianonya semua murid yang menyukai axcel bertepuk tangan apalagi para siswi berteriak sekeras-kerasnya saat axcel memainkan piano, entah kenapa Dira sangat fokus memperhatikan Axcel yang memainkan piano, sedangkan Aldi yang duduk di sampingnya melihat ke arah Dira yang sedang menikmati alunan musik dari piano yang di mainkan Axcel, rasa cemburu pun kembali datang rasanya ia ingin sekali membawa Dira pergi dari sana tapi sial pintunya di jaga oleh anggota osis.
Permainan piano axcel pun berakhir dan diakhiri dengan tepuk tangan yang sangat bergemuruh di ruangan, dan berganti oleh pembawa acara.
" bagaimana masih pada semangat" ucap pembawa acara tersebut.
" Masih" sebagian dari murid di sana menjawab dan sebagian lagi seperti malas untuk mengikuti acara yang di adakan secara mendadak ini.
" Ada yang penasaran ga sih sama direktur sekolah kita?"
" engga" bukannya menjawab iya tapi malah menjawab tidak.
" Bener nih? mungkin memang kalian belum penasaran tapi setelah ini kalian pasti penasaran mari kita sambut bapa direktur kita" Dira yang mendengar itu langsung kaget ketika nama direktur di sebut, saat sang ayah naik ke atas panggung mendadak moodnya turun lagi dan berdiri dari tempat duduknya untuk keluar tapi sayang semua anak OSIS menjaga pintu keluarnya dengan terpaksa Dira kembali duduk.
Aldi yang melihat Dira yang seperti itu hanya bisa menarik nafas dengan kasar.
" sebelumnya selamat sore, perkenalkan nama saya Deni Pangestu saya adalah direktur sekolah ini, mungkin di antara kalian sedang bertanya-tanya sedang apa saya disini, kenapa mengadakan acara ini?"
Dengan malas Dira memperhatikan ayahnya berbicara di atas panggung, murid yang berada di sana ada yang bosan mendengarkan dan aja juga yang memperhatikan.
" Sebenarnya saya memliki seorang anak yang bersekolah di sini juga, tapi saya tidak akan memberitahu siapa anak saya terlebih dahulu"
semua murid bertanya-tanya siapa anak dari sang direktur ini, dan kelas berapa anaknya ini?
Tapi pada saat Deni akan melanjutkan pembicaraannya tiba-tiba Dira ditodong dari belakang dengan menggunakan pistol semua murid tertuju pada Dira yang sedang di todong pistol oleh seseorang tersebut murid yang ada disana semua panik ketakutan, begitu pun Deni yang panik dengan anaknya yang di todong oleh seseorang yang di kenalnya, Deni pun langsung memerintahkan anak buahnya untuk mendekati Dira yang di todong pistol.
Dira yang di todong dengan pistol dan leher yang di pegang oleh sang penodong itu nafasnya sulit untuk di atur.
👋👋hai-hai gengs up nih, kira-kira Dira di todong sama siapa ya?
terus ikutin ceritanya jangan lupa like komen dan vote.
sampai jumpa di episode selanjutnya byee love you♥️♥️♥️♥️♥️♥️
ig@its_qilass