
Dira keluar dari toilet dan pergi menuju rooftop untuk menenangkan diri, ia duduk di depan seperti biasa mencerna semua perkataan yang di ucapkan kaila, tapi itu semua buyar ketika axcel datang menemui Dira.
Tanpa ekspresi dan tersenyum Dira berniat pergi meninggalkan axcel saat melihat wajahnya, sudah berapa kali ia memperingatkan axcel agar jangan mendekatinya atau menemuinya tapi axcel tak pernah mendengarnya.
" pliss Ra jangan gini"
Dira sama sekali tak menjawab ia terus berjalan meninggalkan axcel, tapi dari belakang axcel menahan Dira tanpa menoleh Dira terus berjalan lalu melepaskan tangannya dengan sangat kasar.
" tolong dengerin aku dulu Ra" ucap axcel berteriak kepada Dira yang kini sebentar lagi menuju pintu keluar dari rooftop, dengan langkah cepat Axcel langsung memeluk dia dari belakang.
Dira bersih keras untuk melepaskannya tapi axcel malah semakin kuat memeluknya.
" aku sayang dan cinta sama kamu Ra, jadi aku mohon jangan seperti ini"
Dira marah ketika axcel mengakui perasaannya matanya memerah, di balik pintu Aldi mendengar semua pengakuan axcel pada Dira apalagi dira tak melepaskan pelukan axcel, hatinya sangat-sangat sakit sekali sudah tidak ada harapan lagi baginya untuk masuk ke dalam hati Dira, apakah dia akan mengalami semuanya kembali? di pelupuk mata Aldi menahan air matanya berusaha agar tidak menangis melihat pemandangan yang menyayat hati, agar tidak terlalu sakit hati Aldi pergi meninggalkan rooftop.
Dengan kasar Dira melepaskan pelukannya, tanpa ada kata apapun yang lolos dari bibirnya.
" Ra aku gapapa walaupun kamu gak jadi pacar aku tapi setidaknya kita bisa berteman" ucap axcel berteriak, Dira menghentikan langkahnya dan berbalik mendekati axcel, axcel tersenyum saat Dira mendekatinya tapi ekspresi Dira tak bisa dibaca olehnya.
" enteng banget ya loe bilang kaya gitu, setelah apa yang udah loe perbuat, loe tuh bener-bener cowok egois yang selalu mementingkan diri loe sendiri dan gak ngerti perasaan orang lain" ucap Dira perkataanya sangat menusuk hati axcel.
" iya aku emang egois dan semua ini karena kamu, karena aku yang terlalu terobsesi sama kamu agar kamu bisa jadi milik aku" kini ucapan axcel meninggi emosinya naik menegaskan semuanya.
" sekarang gue minta sama loe untuk stop lakuin semuanya"
" kenapa Ra?"
" karena gue udah suka sama orang lain"
" siapa Aldi?"
Dira kaget mendengar perkataan axcel, bagaimana dia bisa tahu tentang perasaanya pada Aldi.
" iya kenapa?" jawab Dira.
" aku gapapa kalo kamu sama siapa pun, tapi jangan sama Aldi" axcel semakin menampakan wajahnya yang muram dan lesu mendengar kenyataan yang baru saja ia dengar.
" loe gak usah ikut campur tentang perasaan gue" Dira pergi meninggalkan axcel dengan wajah yang sangat sedih, dan kecewa.
Dira menuju kelasnya ia berpapasan dengan Aldi, Dira memberikan senyuman pada Aldi tapi Aldi tak membalasnya dan berlalu begitu saja, Dira bertanya-tanya kenapa Aldi bersikap seperti itu? biasanya Aldi lebih agresif dari biasanya tidak seperti itu.
Bel masuk kelas berbunyi Dira masuk ke dalam kelasnya, beberapa jam kemudian bel tanda pulang berbunyi semua murid berhamburan keluar, Dira celingukan mencari Aldi yang biasanya Aldi ada di didepan kelasnya tapi kini Dira tak melihat Aldi.
Akhirnya Dira berjalan sendiri menuju parkiran, Dilihatnya Aldi sedang berjalan berdua dengan kaila, Dira merasa cemburu melihat Aldi berjalan berdampingan dengan kaila, apa karena ini Aldi menghindarinya? apakah dia sudah lelah pada dirinya? padahal Dira mulai membuka hatinya pada Aldi, tapi Aldi seperti ini padanya.
" Aldi" tak biasanya Dira memanggil duluan, biasanya Aldi yang menghampiri Dira atau langsung merangkulnya tapi kali ini beda, Aldi tak menjawab panggilan Dira ataupun menolehnya ia malah malah mengemudikan motornya dan pergi dari halaman sekolah, Dira sungguh bingung dengan sikap Aldi uang berubah drastis tak seperti biasanya, akhirnya Dira naik ke dalam mobil dengan perasaan sedih.
Keesokan harinya Aldi masih bersikap sama seperti hari kemarin dingin, Aldi yang di kenal Dira cerewet, pecicilan semuanya berubah, bahkan Aldi lebih dekat dengan kaila, rumor mereka berpacaran tidak terdengar lagi yang kini berganti dengan tumor bahwa Aldi dan Dira putus sedang hangat di perbincangkan.
Dira semakin tak mengerti dengan semua sikap Aldi, ia ingin menanyakan terang kenapa sikapnya berubah, tapi Aldi selalu menghindar ketika Dira mengajaknya berbicara, kini Dira benar-benar merasa sendiri ia merenungkan semuanya di rooftop mencari ketenangan.
Dira berdiri menuju tepi rooftop ia berniat berteriak, tapi dari belakang badannya langsung ditarik oleh Aldi, Aldi berpikir Dira akan melompat karena itulah ia menariknya hingga terjatuh dan Dira tepat di hadapan Aldi, detak jantung mereka saling bertaut satu sama lain sangat kencang terdengar seketika suasana jadi canggung, Aldi langsung berdiri dan melepaskan Dira.
" bosen hidup loe" tegas Aldi, Dira tak mengerti perkataan yang di lontarkan oleh Aldi.
" maksud loe apa sih?"
" loe mau bunuh dirikan"
" siapa yang mau bunuh diri"
" terus ngapain loe berdiri di situ"
Dira tersenyum ternyata Aldi masih memperhatikannya walau sikapnya sedikit berbeda.
" lagian kalo gue bunuh diri, gak akan ada yang peduli sama gue"
" enteng banget ya loe bilang kaya gitu, kata siapa gak ada yang peduli"
" emang siapa yang peduli sama gue, kalo loe sih gak mungkin karena sikap loe akhir-akhir ini berubah"
" gue gak berubah"
" bohong orang gue panggil loe gak noleh, bahkan loe gak pernah datang lagi ke kelas gue"
Mendengar perkataan itu keluar dari Aldi, seketika hatinya berbunga-bunga ternyata Dira masih mengharapkannya walaupun ia baru dua hari tak berbicara dengan Dira, tapi Aldi masih bingung akan perasaan Dira.
" Aldi kenapa loe menghindar dari gue?"
" ng---ngga gue gak menghindar dari loe"
" apa jangan-jangan loe lagi Deket sama Kaila, makanya loe menghindar dari gue"
" sama sekali gak ada hubungannya dengan kaila"
" terus?"
" loe tanya aja sama diri loe"
" maksud loe?"
" gue butuh penjelasan Ra, gue bener-bener sayang sama loe, gue gak mau loe jadiin gue sebagai pelampiasan ketika loe jauh dari axcel"
" gue gak ada hubungan apapun sama axcel di"
" lebih baik sekarang kita gak usah saling bertemu lagi, gue gak mau berharap lebih sama loe dan anggap semua yang pernah gue katakan sama loe gak pernah terjadi"
Entah kenapa Aldi mengatakan seperti itu pada Dira, sesak di dada ketika sudah mengatakan seperti itu pada Dira.
" tapi di"
" loe selesaikan dulu masa lalu loe, jika loe udah selesai dengan masa lalu loe, gue bersedia menerima loe"
Aldi pergi meninggalkan Dira dengan air mata yang turun ke pipinya dan rasa sesak di dada, akhirnya dia bisa mengatakan seperti itu pada Dira padahal di dalam hati kecilnya dia belum siap untuk melepaskan Dira dan melupakannya Dira adalah cinta pertama baginya Aldi menangis sejadi-jadinya di tangga, begitu pun Dira, ia pikir Aldi akan meminta maaf padanya karena telah mengacuhkannya tapi ternyata tidak Aldi malah memutuskan hubungan dengannya padahal ia ingin mengungkapkan perasaanya pada Aldi tapi entah kenapa mulutnya susah untuk mengatakan itu, tangisnya semakin menjadi, dan merenungkan semuanya.
👋👋hai-hai up nih udah ya sampai disini nanti kita bertemu lagi, dan silahkan berkhayal masing-masing untuk kisah Aldi dan Dira selanjutnya.
Love you yang udah support perfect partner.