Perfect Partner

Perfect Partner
Merasa sendiri



1 Minggu setelah Aldi mengatakan jika Dira harus menyakinkan dirinya, sekarang ia menyendiri kembali seperti dirinya dulu pendiam, dan juga dingin, tapi bedanya sekarang ia tak kembali dalam pergaulan bebasnya di sekolah tidak ada yang berteman dengannya, setelah kepergian Adel.


Kehidupannya hampa tak ada lagi suara Aldi yang membuatnya risi dan terhibur, sebenarnya ia ingin mengatakan jika hatinya sudah sangat mencintai Aldi, tapi akhir-akhir ini Aldi begitu dekat dengan Kaila, apa ia egois jika harus mengatakan bahwa ia ingin bersama Aldi, Aldi nampak bahagia dengan Kaila sepertinya Kaila pun seperti itu.


Sedangkan Axcel ia tak berani mendekat dengan Dira, mungkin sudah di ancam oleh ayah Dira untuk tidak lagi dekat dengannya, untuk hubungan dengan sang ayah Dira hanya bilang seperlunya saja, rasa ingin hidup pun tak ada lagi ia benar-benar sendiri, jika boleh memilih tak ingin dilahirkan.


Sekarang melamun sendiri dengan buku yang di biarkan di buka lebih tepatnya taman sekolah yang lokasinya dekat dengan lapangan, di sebrang lapangan nampak Axcel yang sedang memperhatikan Dira dari jauh, seharusnya ini adalah kesempatan yang bagus untuk dirinya agar bisa dekat dengan Dira, tapi apalah daya ia sudah dilarang berdekatan dengan Dira.


Di saat Dira melamun dengan pikiran yang berantakan, ponselnya berbunyi terlihat nama sang ayah yang tertera, Dira tak mengangkatnya ia langsung mematikan kembali, beranjak dari duduknya membawa buku berniat kembali ke dalam kelas wajah Dira nampak sekali pucat akhir-akhir ini Dira selalu melewatkan jam makan siangnya ia lebih memilih menenangkan pikiran di taman, tepat sebentar lagi akan melewati lapangan tiba-tiba matanya buram, tubuhnya tak bisa ia kondisikan lama kelamaan matanya gelap hingga Dira terjatuh tak sadarkan diri.


Semua siswa yang melihat Dira pingsang langsung berlari ke lapangan untuk membantunya, dan diantara mereka ada Aldi ketiak ia mengetahui Dira pingsan ia langsung lari ke lapangan dan membawa Dira ke lapangan.


Aldi membaringkan Dira di brangkar wajahnya sangat pucat, Aldi kasihan sekali dengan Dira yang terbaring lemas seperti ini, seorang dokter UKS memeriksa Dira.


" bagaimana kondisinya dok?" tanya Aldi, dengan wajah yang sangat khawatir, sedangkan di jendela Axcel ingin melihat kondisi Dira.


" asam lambung Dira kambuh, sepertinya dia sudah melewatkan jam makan siangnya"


" kenapa kamu gak makan sih Ra, jadi sakit kan" kata Aldi pada Dira yang terbaring lemah dihadapannya, perlahan Dira mengerjakan matanya melihat sekeliling dimana dirinya berada, Dira melihat Aldi yang berada di sampingnya ia tersenyum.


" kak gimana Dira?" tiba-tiba kaila masuk ke dalam UKS, seketika senyuman Dira memudar saat Kaila masuk.


Kaila melihat pada Dira yang sudah sadarkan diri, begitupun Aldi ia senang ketika melihat Dira sadar.


" masih pusing Ra?" tanya Kaila, Dira tak menjawab ia langsung turun dari brangkar membawa buku serta ponsel yang ada di nakas kemudian keluar.


" Dira, Ra" panggil Aldi dengan mengikutinya dari belakang, ia khawatir Dira akan pingsan kembali karena perkataan dokter barusan, langkah Dira semakin cepat saat tahu Aldi yang mengejarnya, tapi nyatanya Dira membelokan arahnya ke dalam toilet siswi, dengan terpaksa Aldi tidak bisa lagi mengikutinya.


Di dalam toilet Dira berdiri di hadapan cermin, ia menatap dirinya yang memantul ia sungguh kasihan dengan dirinya sendiri, tak terasa air matanya jatuh Dira lalu masuk ke dalam toilet dan menangis sejadi-jadinya, saat seperti ini Dira butuh sekali orang untuk bercerita, tak ada lagi teman yang ingin mendengarkan ceritanya, tak ada lagi Aldi yang setia dengan dirinya, ia benar-benar telah menyiayiakan itu semua, baru saja ia di berikan teman sebaik Adelia tapi ia malah pergi untuk selamanya.


****


Halo gengs aku lanjut ya cerita Dira, tapi kali ini lebih fokus sama Dira, Aldi dan juga Kaila, selamat membaca jangan lupa like, komen dan vote ya gengs love you♥️♥️♥️♥️♥️