
" sakit di"
" lagian suruh siapa ngegemesin"
" tau ah"
Dira pergi dari roftop dengan wajah cemberut, dikuti oleh Aldi yang cengengesan melihat Dira yang bertingkah seperti, Axel melihat mereka berdua yang baru saja turun dari tangga roftop melihat wajah Dira yang cemberut namun sedikit berbinar, serta Aldi yang terus memanggil Dira dari belakang.
Hatinya sakit sekali saat melihat Dira dan Aldi, jika saja kejadian itu tak terjadi pasti saat ini ia masih bersama Dira, Axcel menyesali semua itu tapi apalah daya semuanya sudah terjadi, Axcel berusaha melupakan Dira walaupun sangat sulit baginya.
" Halo byyy" ucap Stella yang baru saja menghampiri Axcel dan menggelayuti tangannya.
" apaan sih loe stell gue udah bilang loe jauhin gue"
" kalo aku gak mau gimana dong"
" stop ya stell sekarang gue gak ada ikatan apapun sama loe, dan gak ada kaitannya lagi sama loe" kata Axcel dengan tegas dan kasar melepas tangan Stella dari tangannya, lalu ia pergi menjauh dari Stella.
" liatin aja by, aku akan buat kamu terikat seumur hidup sama aku, aku akan dapetin semuanya yang aku mau tanpa terkecuali" ucap Stella menatap tajam pada punggung Axcel yang masuk ke dalam ruangan.
Di sisi lain Kaila masih berkutat dengan buku, memikirkan semua masa depan yang ingin ia gapai sebagai fashion desainer, Kaila ingin sekali sebagai fashion desainer ternama membanggakan kedua orang tuanya, tapi melihat kehidupannya sekarang, mungkin saja mimpinya itu hanya sebuah angan saja untuk kehidupannya sehar-hari saja ia susah apalagi untuk mewujudkan mimpinya.
Tetapi setelah mendengar motivasi dari guru yang mengajarnya tadi, ia tak boleh patah semangat sekarang ini banyak sekali beasiswa, jadi untuk itu Kaila mempersiapkan semua itu dari sekarang.
" Kai, di panggil Dira tuh" kata seorang teman pada Kaila, Kaila mengerutkan keningnya kenapa Dira memanggilnya apakah karena obrolan tadi dan ingin membuatnya jauh dari Aldi.
Kaila berdiri dari duduknya, lalu keluar kelas untuk menghampiri Dira, sengaja wajah datar Dira menatap pada Kaila, serta seragam yang sangat rapih melekat di tubuh Kaila.
Sampailah di kantin ternyata Dira membawa Kaila ke kantin, kemudian menyuruh Kaila untuk duduk dan membiarkan Dira memesan makanan untuknya, lalu Dira kembali dengan mie aya di tangan serta satu gelas es jeruk kemudian menyodorkannya ke Kaila.
Kaila bingung kenapa Dira menyodorkan makanan padanya, Kaila menatap pada Dira dengan raut wajah yang tak bisa di baca.
" makan"
" hah"
" makan gue tau loe belum makan dari pagi jadi omsekarang loe makan nih mie ayam" ucap Dira pada Kaila yang terkejut kenapa Dira bisa tahu jika dirinya belum makan apapun.
Kaila langsung memakan mie ayam yang di berikan Dira dengan sangat lahap, Dira merasa senang ketika melihat Kaila makan ia tahu semua yang terjadi pada Kaila, tadi malam saat setelah mengirim pesan pada Aldi Dira menyuruh penjaga rumahnya untuk mencari tahu tentang Kaila, tidak bisa di pungkiri Kaila merupakan orang yang memotivasinya saat ia terpuruk anggap saja ini sebagai tanda terima kasih padanya, Kaila pun selesai memakan mie ayam dan meneguk habis es jeruknya.
" makasih Ra" kata Kaila pada Dira dengan bibir yang tersenyum lebar, lalu di balas senyuman oleh Dira. seperti keajaiban melihat Dira tersenyum dan ia juga mengakui jika Dira sangat cantik apalagi saat tersenyum pantas saja Aldi sangat tergila-gila padanya.
" gue yang makasih sama loe"
" loh kenapa gitu?"
" makasih loe udah memotivasi gue saat di WC waktu itu, kalo gak ada loe entah apa yang terjadi sama gue sekarang"
" itu bukan karena gue ra, itu karena loe bisa melewati dan meyakini diri loe sendiri sehingga loe bisa melewati semua masa terpuruk loe"
Jawab Kaila tersenyum pada Dira, begitupun Dira yang hanya menjawabnya dengan senyuman.