
" OMG cantik banget" ucap Adelia pada Dira.
" lebay loe"
" cantik banget Ra" ucap aldi membenarkan perkataan Adelia, karena memang dari tadi ia tak memalingkan wajahnya dari Dira, mendengar perkataan tersebut dari Aldi Dira tersipu malu pipinya memerah.
" kondisikan tuh muka" sontak Dira langsung mengendalikannya dan menetralkan raut wajahnya, Aldi tersenyum karena Dira salah tingkah ketika ia memujinya.
" udah jangan di tatap terus, mending kita balik yuk"
" bentar gue ke kasir dulu"
" oke"
Tak butuh waktu lama Dira kembali bergabung dengan Adelia dan Aldi.
" langsung pulang nih"
" cieee yang gak mau pisah" goda Adelia, Dira malah mengalihkan pandangannya melihat sekitar.
" ga papa dong buat pdkt he he" jawab Aldi dengan rasa malu dan jantung yang terus berdegup kencang.
" gimana kalo kita ke cafe dulu?"
" ayo, ke cafe langganan gue aja sama Dira"
" yah kalo gitu mah kalian berdua aja, sekalian nge-date"
" apaan sih" jawab Dira.
" jadi gak nih?"
" kuy" Adelia langsung menarik tangan Dira, dia pun mengikuti Adelia yang menuju mobil dan menarik tasnya dari Adelia.
30 menit kemudian mereka sampai di cafe tempat langganan Aldi dan Dira, mereka pun memesan makanan dan minuman.
" Jadi gimana nih hubungan kalian?" ucap Adelia membuka pembicaraan, tapi perkataannya barusan langsung di tatap tajam oleh Dira.
" udah deh Ra jujur aja mumpung ada orangnya nih" Adelia semakin membuat Dira menatap tajam padanya tapi Adelia tak menghiraukan itu.
" gak usah maksa del, tunggu aja biar waktu yang jawab dan gue yang usaha"
" kalian berdua tuh ngomongin apaan sih gak jelas banget" jawab Dira jutek dengan jantung yang berdebar.
" gak usah kaya gitu Ra nanti loe nyesel loh" jawab Adelia semakin menggoda Dira yang tersipu malu walaupun Dira berusaha menyembunyikannya.
" iya nanti loe nyesel" Aldi juga ikut menggoda Dira semakin kencang lah degup jantung Dira.
" nyesel? gak akan"
" shut jangan gitu"
" Bukannya tadi ada tugas ya mending kita kerjain aja sekalian" jawab Dira mengalihkan pembicaraan karena jantung mulai tidak bisa di kontrol apalagi pipinya selalu memerah ketika ia merasa malu, Dira pun mengeluarkan buku tugas dan mulai mengerjakannya Aldi terus memperhatikan Dira yang salah tingkah karena ulahnya tapi Aldi merasa senang sekali Dira bersikap seperti itu.
Adelia tersenyum melihat kedekatan Aldi dan Dira, apalagi Dira masih malu dan bingung dengan perasaanya sedangkan Aldi ia terang-terangan menunjukan perhatiannya tapi Dira malah menyadari itu sekarang.
Dira memakan pesanannya yaitu pancake yang dengan toping eskrim stroberi di atasnya, dira memakannya dengan lahap dan masih salah tingkah karena Aldi selalu menatapnya padahal dulu ia biasa saja saat Aldi menatapnya, tapi setelah ia menyadari perasaanya pada semuanya jadi aneh, sedikit noda eskrim tertinggal di sudut bibir Dira namun Dira tak menyadarinya, Aldi yang melihat noda itu langsung mengelapnya dengan tisu yang ada di meja seketika Dira langsung mematung matanya melihat manik mata Aldi lekat yang sedang mengelap bibirnya.
" jangan kaya anak kecil dong makannya"
" g----gue bisa sendiri" jawab Dira dan langsung mengambil tisu di meja lalu mengelap bibirnya dengan perasaan canggung.
Entah kenapa Adelia sangat senang Dira semakin dekat dengan Aldi, ya walaupun memang dasarnya mereka dekat tapi ini lain mereka memiliki perasaan yang sama namun masih butuh waktu untuk bersama.
Jam pun menunjukan pukul 05.30 tak terasa waktu berjalan begitu cepat, Adelia menelpon sang supir untuk menjemputnya karena ia tak mau merepotkan Dira, tak begitu lama supir Adelia pun datang.
" gue duluan ya Ra, jangan lupa chatingan ya kalian berdua hihi" ucap Adelia dan berlalu pergi meninggalkan Dira dan Aldi yang kini saling canggung satu sama lain.
" loe" mereka berdua saling bertanya.
" loe duluan"
" loe aja"
" kenapa jadi canggung gini ya kita, santai aja Ra gak usah di pikirin lagian gue juga gak bakal maksa perasaan loe"
" maaf di sebenernya loe punya rasa sama gue tuh dari kapan sih?"
" Dari SMP kelas 1, dan saat itu loe masih kelas 6"
" ooh, maaf ya gue baru peka sekarang"
" santai aja kali"
" tapi loe pasti menderita ya karena mendem perasaan loe ke gue"
" kalo sayang mah sampai kapanpun bakal nunggu Ra"
" loe beneran sayang sama gue"
" gue serius sayang dan suka sama loe Ra"
suasana pun semakin canggung tapi mereka berdua berusaha untuk tenang dan mengatur jantung masing-masing.
" beri gue waktu ya di"
" iya gue paham kok, gue bakal nunggu sampai kapan pun itu"
" makasih" Dira langsung memeluk Aldi spontan, suara jantung yang berdegup dari mereka pun terdengar sama lain Aldi tersenyum mendengarnya itu artinya Dira memiliki perasaan yang sama dengannya, namun Dira masih butuh waktu mungkin dia trauma dengan sikap axcel dulu, Dira melepaskan pelukannya berdiri dan berpamitan pergi terlebih dahulu karena ia sulit mengatur nafasnya karena terlalu dekat dengan Aldi, Aldi menatap kepergian Dira yang menjauh dari pandangannya, ia senang Dira mengatakan seperti itu ia akan berusaha untuk menjadikan Dira sebagai pacarnya dan menjadikan gosip di sekolah benar adanya, Aldi terus tersenyum bahagia hatinya berbunga-bunga.
" gue akan buat loe jadi pacar gue" gumam Aldi saat mobil Dira keluar dari parkiran cafe.
👋👋hai-hai up nih gengs, jangan lupa like komen dan vote.
sampai jumpa di episode selanjutnya love you♥️♥️♥️♥️♥️
ig@its_qilass