
Setelah pa Bakri masuk ke kelas dira, guru mata pelajaran pun masuk untuk mengajar pelajaran matematika.
" Pagi anak-anak" ucap guru tersebut lalu berjalan menuju meja untuk menaruh buku yang di bawanya.
" Pagi Bu" serentak murid menjawab, guru tersebut langsung menjelaskan materinya, dengan pembawaan yang santai dan menyenangkan karena banyak orang berpikir matematika itu tidak menyenangkan dan membosankan jadi guru tersebut berusaha untuk menjelaskannya dengan sedikit berbeda.
Ketika guru tersebut menjelaskan Dira menguap dengan mengeluarkan suara, sontak semua mata murid tak terkecuali guru tersebut melihat Dira.
" Kamu maju ke depan dan jelaskan materi yang saya jelaskan tadi" ucapnya, tanpa membantah Dira langsung beranjak dari tempat duduknya dan menjelaskan materi yang di jelaskan tadi, biasanya Dira membangkang dan tak menurut tapi kali ini dia nurut, entah apa yang merasuki Dira saat ini yang pasti sejak saat tadi wajah dira sedikit tidak bersemangat.
Guru tersebut terus memperhatikan materi yang di sampaikan oleh dira, dan ternyata Dira menyimak semua yang ia jelaskan. Dulu dira adalah murid yang sangat pintar di sekolahnya dan sering mendapatkan juara, tapi sejak kepergian sang ibu dira berubah drastis.
Dira telah selesai menjelaskan materi dan kembali duduk di tempatnya. Melihat Dira kembali ke tempat duduknya guru tersebut memperhatikan rambut Dira tadinya dia ingin menegur tapi mungkin pa Bakri sudah menegurnya tadi dan pelajaran pun berlanjut.
Bel yang bertanda istirahat berbunyi semua murid langsung berlarian keluar menuju ke kantin untuk mengisi perut yang energinya sudah dipakai di kelas tadi, berbeda dengan Dira dia hanya duduk di tempatnya tanpa berniat keluar dan pergi ke kantin untuk mengisi perutnya, Dira malah memejamkan mata.
Tak jauh dari itu Axcel masuk ke dalam kelas Dira dan mendekati dira yang sedang memejamkan mata. Axcel yang melihat Dira yang memejamkan mata otomatis memegang dahi Dira mungkin pikirnya Dira sedang sakit, Dira yang menyadari itu langsung memutar tangan axcel sehingga axcel meringis kesakitan.
" lepasin ra sakit" pinta axcel, Dira yang tau itu tangan axcel langsung melepaskannya.
" Mau apa?" jawab Dira dengan ketus.
" Tenang dong ra aku kesini mau ngajak kamu ke kantin" ajak axcel
" kamu belum makan kan?" ucapnya lagi
" terus loe pikir gue mau gitu?" Dira nanya balik, Axcel tidak menjawab dira, sebelumnya dia tahu pasti Dira akan menolaknya tapi axcel akan berusaha keras agar Dira memaafkan dirinya, ketika Dira dan axcel berbicara ada seorang siswi masuk dan langsung menjambak rambut Dira dengan kasar, sontak Dira langsung membalasnya, axcel yang ada di situ langsung merelai mereka berdua dan menjauhkan Dira dari siswi tersebut. kali ini tidak ada yang melihat siswi tersebut melabrak Dira karena semua murid berada di kantin jadi kelas Dira kosong termasuk kelas tetangganya.
" apa-apaan sih kamu stella" ucap axcel, ternyata murid yang sudah dua kali ke kelas Dira adalah Stella teman sekelasnya axcel, dari awal pertama masuk stella sudah menyukai axcel dan tidak membiarkan wanita manapun mendekati axcel, axcel selalu berusaha untuk menjauh dari Stella tapi sayangnya ayahnya dan ayah stella berkerja sama sekaligus orang yang menolong ketika perusahaan ayah axcel di ambang kebangkrutan sehingga mau tidak mau axcel harus tahan dengan semua sikap Stella, dan Stella mengancam jika axcel berusaha menjauh darinya dia akan bilang ke ayahnya dan memutuskan kontrak kerja dengan ayah axcel. Stella mengikuti axcel sedari tadi dan melihat axcel masuk ke kelas Dira semakin marah lah dia.
" oh jadi kamu belain wanita murahan itu iya" ucap stella dengan menatap ke arah Dira.
" Loe bilang apa barusan murahan gue? ga salah" ucap Dira dengan menyunggingkan sedikit bibirnya.
" Cukup udah cukup stell, jangan berani-beraninya loe bilang kaya gitu ke Dira" ucap axcel kepada Stella.
" ko kamu belain dia sih by " ucap stella dengan memasang muka genitnya, Dira yang melihat merasa jijik dan langsung pergi keluar kelas meninggalkan Stella yang memegang tangan axcel dengan sangat erat dan merasa puas bisa bersama axcel. Axcel melepaskan tangannya dari Stella dan berlalu pergi keluar kelas Dira diikuti Stella dengan muka kesalnya karena pegangan tangannya di lepaskan oleh axcel.
Dira terus berjalan menuju kantin untuk mengisi perutnya walaupun tak terasa lapar, sampailah Dira di kantin dan melihat Aldi yang sedang memesan siomay, dira menghampiri Aldi dan ikut memesan siomay. Dira dan aldi sudah mendapatkan makanan yang diinginkan sekarang mereka sedang duduk sambil menikmati siomay dan segelas es teh manis.
" Ra" panggil Aldi.
" Gimana hari kedua loe disini, ga di panggil pa Bakri lagi kan" tanya Aldi sambil sesekali menyuapkan siomay kedalam mulutnya.
" Gue emang gak di panggil Ama tuh orang tapi tuh orang malah nyamperin kelas gue buat razia dadakan, terus gue di suruh cat rambut gue kaya sebelumnya" ucap dira
" Terus loe nurut?" tanya aldi, mungkin Dira yang dulu akan nurut dan taat pada aturan tapi Dira yang sekarang berbeda dengan Dira yang dulu.
" Tadinya gue gak mau nurut tapi dia malah ngancem gue"
" ngancem? maksud loe" ucap Aldi dengan penasaran dan meneguk es tehnya.
" iya ternyata dia tau jati diri gue di"
" Apa jadi pa Bakri tau siapa loe" kaget Aldi. dijawab dengan anggukan oleh dira, Aldi berpikir dari siapa pa Bakri tau semua tentang dira, tak mau bertanya-tanya dia langsung menanyakannya kepada dira.
" menurut loe pa Bakri tau dari mana?" tanya Aldi
" Gue tahu siapa orangnya dan nanti pulang sekolah gue akan samperin dia" ucap Dira dengan mata menatap tajam kearah Aldi seolah-olah Dira meminta bantuan Aldi.
" Gue akan temenin loe" ucap Aldi yang di beri anggukan oleh Dira, mereka berdua melanjutkan aktivitas makanannya dan mengobrol menceritakan masa lalu mereka. Dira tidak menceritakan kejadian dirinya dengan axcel tadi dia akan cerita lain kali jika axcel berbuat sesuatu lebih dari itu.
😊hai-hai gengs terus ikutin ceritanya ya dan jangan lupa like, komen, vote dan tambahkan ke favorit buat kalian yang belum Ig author @its_qilass