Perfect Partner

Perfect Partner
Rencana Bu amel



Axcel melajukan motornya dan pergi meninggalkan rumah Aldi, Axcel tak merasa curiga sama sekali, Axcel akan terus mencari keberadaan Dira, sudah dua hari Dira tidak masuk sekolah.


Axcel terus melajukan motornya tanpa arah tujuan, kemana sebenarnya dira menghilang, apa Dira berusaha menghindar darinya, dan Dira pasti meminta bantuan Aldi untuk menghindar, pikirannya kini penuh dengan Dira.


Disis lain Rosa sudah sampai ke tempat lesnya Ayla, Ayla turun dari mobil dan berpamitan.


" Jangan lupa makan ay" ucap Rosa pada Ayla yang berlalu masuk ke dalam tempat les nya, Ayla hanya mengacungkan jempol kepada sang ibu.


" Aldi kamu pindah ke kursi depan" ucap Rosa menyuruh Aldi untuk pindah ke kursi depan, tapi Rosa juga turun dari kursi kemudinya.


" Loh ko mamah turun juga sih" tanya Aldi pada sang ibu.


" Kamu yang nyetir" ucap ibunya dan langsung masuk ke kursi yang berada di samping kemudi.


Akhirnya Aldi pun menuruti perintah sang ibu, Aldi melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Sampailah mereka di rumah sakit, Aldi memarkirkan mobilnya, setelah mobil terparkir dengan rapih Aldi dan sang ibu turun dari mobil, tak lupa Aldi membawa kotak kue yang akan diberikan kepada Dira.


Aldi dan sang ibu terus menyusuri lorong rumah sakit dan sampailah mereka di ruangan Dira.


Tokkk...tokkk


Aldi mengetuk pintu ruangan Dira, dan di persilahkan masuk oleh Dira.


" Gimana keadaan kamu Dira" ucap Rosa ibu Aldi, di dalam ruangan itu ada nenek dan kakek Dira yang selalu menemani Dira. Rosa dan Aldi menyalami nenek dan kakek Dira.


" Jauh lebih baik Tan" ucap dira sambil tersenyum pada Rosa.


" Nih buat loe" ucap Aldi sambil menyodorkan kotak kue yang dibawanya tadi, Dira langsung meraihnya dan melihat isi dari kotak kue itu.


" Oh brownies, ko loe masih inget sih kue ke sukaan gue" ucap Dira menatap pada Aldi, aldi menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


" Aldi gitu loh, kalo soal Dira sih pasti inget semua" ucap Aldi sambil menaik-turunkan halisnya.


" apaasih sih loe" ucap Dira sambil membuka kotak, dan memakan kue itu. Aldi hanya tersenyum simpul pada Dira, Dira terus melahap brownies yang diberikan Aldi.


Di Rumah axcel


Axcel terus mencari keberadaan Dira, dia berpikir untuk datang saja ke rumah Dira, tapi jika datang ke rumah Dira, pasti dirinya akan di usir, axcel sangat prustasi, dimana Dira sekarang.


Tak lama dari itu Stella masuk dengan membawa jinjingan besar, Stella langsung menghampiri axcel, axcel hanya bisa menarik nafas dengan sangat kasar.


" by, kamu udah makan belum" ucap stella sambil mengeluarkan makanan dari jinjingan yang di bawanya, Axcel hanya diam tak menjawab.


"byyyyy" ucap stella terus menggoyangkan badan axcel, bukannya menjawab axcel malah pergi masuk ke dalam kamarnya.


" Stella, kenapa kamu nak" ucap ayah axcel pada Stella.


" itu om axcel, dia nyebelin banget, masa Stella bawa makanan, dia malah ninggalin Stella sih" ucap stella dengan memasang muka yang cemberut.


" kamu yang sabar ya dengan sikap dia, nanti juga dia luluh" ucap ayah axcel sedikit menenangkan Stella.


" tapi kapan luluhnya om, kalo gini terus aku bakalan bilang sama papah" ucap stella


" jangan dong sayang biar nanti om yang bicara ya kalo perlu om marahin dia"


" bener ya om" ucap stella dengan wajah tersenyum lebar.


" ya udah kalo gitu Stella pamit ya om" ucapnya lagi sambil masuk ke dalam mobilnya.


ayah axcel langsung masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan axcel.


" Axcel, Axcel dimana kamu" ucap sang ayah dengan nada yang kencang, Axcel keluar dari kamarnya dan menghampiri sang ayah.


" Jaga sikap kamu" ucap sang ayah, axcel tahu arah pembicaraan sang ayah pasti ini menyangkut Stella.


" pah axcel tuh ga suka sama Stella, dan axcel ga mau ikutin rencana papah" ucap axcel menatap sang ayah.


" kamu mau perusahaan papah bangkrut heh" ucap sang ayah pada axcel.


" Perusahaan bangkrut, itu karena kerja papah yang gak bener" ucap axcel, ayahnya axcel langsung menampar pipi axcel.


" jaga omongan kamu, jangan sampai rencana kita gagal lagi karena ulah kamu" ucap sang ayah dan berlalu pergi meninggalkan axcel, sebenarnya axcel terpaksa melakukan ini semua karena dia semata-mata ingin berbakti pada sang ayah, tapi jika seperti ini terus lama kelamaan ia enggan untuk menuruti semua perintah dari ayahnya.


Axcel kembali lagi kedalam kamarnya dia langsung merebahkan badannya dan memejamkan mata, saat memejamkan mata muka almarhum sang ibu terus terbayang di pikirannya, andai saja ibunya ada disini pasti, ia akan selalu membela dirinya, ibunya meninggalkan karena kecelakaan tunggal pada sepuluh tahun yang lalu.


Di Rumah Bu Amel


Saat ini Bu Amel tengah duduk di ruang kerjanya, ia memikirkan bagaimana caranya membalas dendam pada Dira, pasalnya Dira lah yang membuat hubungan dirinya dengan ayahnya jadi putus, ia terus memikirkan bagaimana cara balas dendam pada keluarga Pangestu.


" kalian gak akan hidup tenang" ucap Bu Amel sambil tersenyum.


👋👋👋hai-hai gengs maaf baru up lagi semalam tadinya mau up, tapi badan malah ga enak, jangan lupa like, komen, dan vote terus ikutin ceritanya ya.


Ig @its_qilass