Perfect Partner

Perfect Partner
Mengikuti Aldi



Saat ini Aldi dan axcel sedang melaksanakan hukumannya, walaupun sesekali mereka selalu berselisi, axcel yang selalu menanyakan keberadaan Dira, tapi Aldi selalu mengabaikan pertanyaan axcel.


Sedangkan di ujung lapangan seseorang sedang memperhatikan Meraka, siapa lagi kalo bukan ketua OSIS itu, ketua OSIS itu bernama kaila, kaila berasal dari kelas 11 MIPA 1, kecerdasannya yang membuat dia menjadi seorang ketua OSIS.


Kaila memperhatikan axcel dan Aldi yang sesekali bercekcok, tapi dia hanya diam dan tidak menegur asalkan axcel dan Aldi melaksanakan hukumannya.


Semua sorot mata tertuju pada axcel dan Aldi, pasalnya mereka berdua tidak pernah dihukum sama sekali, axcel yang terkenal sangat patuh aturan dan selalu membanggakan sekolah, sedangkan Aldi walaupun tidak pintar Aldi jarang membuat onar apalagi Aldi terkenal dengan ketampanannya, pikir mereka semua.


Dari kelasnya Stella melihat axcel sedang mengelilingi lapangan, di berinisiatif untuk membawakan axcel minuman dan menghampirinya ke lapangan.


Stella pun menghampiri axcel ke lapangan, pada saat akan masuk ke lapangan dia melihat seorang siswi yang sedang berdiri di pinggir lapangan, Stella tahu dia siapa mungkin dia di tugaskan oleh pa Bakri untuk mengawasi axcel dan Aldi, tanpa memperdulikan kaila, Stella pun berjalan mendekati axcel yang sedang berlari, Stella mengimbangi lari axcel, namun axcel malah berlari dengan cepat.


" Byyy" ucap stella memanggil axcel yang terus berlari dengan cepat, Aldi merasa jijik dengan panggilan Stella kepada axcel.


" Ya udah aku simpen minumnya di sini ya" ucap stella.


" Semangat byyy" ucapnya lagi dan berlalu pergi menuju kelasnya, axcel hanya menghela nafas dengan berat.


Axcel dan Aldi berhenti untuk istirahat, mereka berdua duduk dengan terpisah. Kaila menghampiri axcel dan Aldi.


" Kalian mau di tambah nih hukumannya" ucap kaila pada axcel dan Aldi yang sedang berbaring.


Aldi menghampiri kaila dengan muka yang sangat kelelahan.


" loe gak liat apa, gue mau istirahat dulu, loe mau tanggung jawab kalo gue kenapa-kenapa" ucap Aldi dengan sangat ketus.


" terserah, yang penting kalian berdua harus lanjutin lagi hukumannya" ucap kaila pada Aldi.


" loe tuh ya bener-bener ngeselin"


Saat mereka berdua berdebat, bel tanda masuk pun berbunyi.


" terserah Kaka mau bilang apa yang jelas pak Bakri nyuruh saya buat ngawasin kalian dan jika kalian berhenti hukumannya akan di tambah" ucap kaila dengan wajah datar


" Loe tuh yah" ucap Aldi sangat kesal pada kaila karena terlalu patuh dengan perkataan pa Bakri, disisi lain axcel hanya memperhatikan Aldi yang sedang berdebat dengan kaila, axcel melanjutkan hukumannya, ia tidak mau ikut berdebat dengan Aldi.


" O yah kalian hukumannya hanya sampai jam pelajaran pertama selesai, cepat selesaikan supaya saya bisa belajar di kelas" ucap kaila, pa Bakri memerintahkan kaila untuk meralat hukumannya, yang tadinya berlari di lapangan sampai istirahat, tapi di ubah hukumannya sampai jam pelajaran pertama selesai.


" tumben" ucap axcel menyaut, lalu menghampiri Aldi dan kaila.


" jangan GR dulu, setelah pulang sekolah kalian berdua harus bersihin aula"


" Terserah loe" ucap Aldi malah kembali ketempat istirahatnya.


" serius" ucap axcel pada kaila.


Aldi dengan sangat terpaksa melanjutkan hukumannya, jam pelajaran pertama pun berakhir itu artinya hukuman berlari di lapangan sudah berakhir pula.


Kaila menghampiri axcel dan Aldi yang sedang membaringkan badannya di bangku taman.


" inget setelah pulang sekolah kalian harus bersihin aula" ucap kaila dan berlalu meninggalkan axcel dan Aldi.


" Bodo amat" teriak Aldi lalu pergi meninggalkan axcel yang masih membaringkan badannya.


Axcel berpikir jika dia terus menanyakan Dira pada aldi, Aldi pasti tetap tidak akan memberi tahunya, jadi dia berpikir akan mengikuti Aldi sepulang sekolah.


Akhirnya bel sekolah pun berbunyi, Kaila langsung mencari axcel dan aldi, agar mereka tidak kabur dari hukumannya, Pertama kaila menghampiri kelas Aldi terlebih dahulu, tadinya Aldi akan kabur dari hukumannya, tapi malah kaila lebih dulu menemuinya.


" Cepat ke aula dan bersihkan semua ruangannya" ucap kaila dengan memasang muka datar. Aldi hanya mendengus kesal dengan kelakuan ketua OSIS ini, ia pun langsung menuju aula.


Pada saat kaila akan ke kelas axcel, ia melihat axcel baru saja keluar dari kelasnya, axcel hanya melirik sekilas pada kaila, kaila pun langsung mengawasi kemana axcel pergi, ternyata axcel menuju aula.


AULA SMA NEGERI 45 JAKARTA


Axcel dan Aldi sedang membersihkan aula, mereka membersihkan ditempat berbeda dengan di perhatikan oleh kaila.


Axcel menatap tajam pada Aldi, begitupun sebaliknya, sebenarnya kaila bertanya-tanya ada perselisihan apa di antara mereka, tapi kaila tak ambil pusing soal itu, kaila meraih buku di tasnya untuk di baca sambil mengawasi axcel dan aldi.


Akhirnya mereka pun selesai membersihkan aula, axcel dan Aldi pergi menuju parkiran, sedangkan kaila pergi entah kemana, kaila langsung pergi setelah melihat semuanya sudah di bersihkan.


Axcel berjalan di belakang Aldi, ia akan mengikuti kemana Aldi pergi, mungkin Aldi akan menemui Dira, pikirnya.


Aldi langsung menjalankan motornya dan keluar dari sekolah, diikuti oleh axcel dari belakang, axcel menjaga jarak dari motor aldi, supaya Aldi tidak curiga dengan dirinya.


Dari kaca spion Aldi memperhatikan axcel yang mengikutinya dari belakang, Aldi menyunggingkan bibirnya, Aldi dari tadi sudah curiga jika axcel pasti akan mengikutinya, tadinya memang benar setelah pulang sekolah Aldi akan ke rumah sakit, tapi setelah axcel mengikuti dirinya, ia mengurungkan niatnya, aldi belok ke arah toko kue untuk membeli beberapa kue, sebenarnya Aldi tidak ada niatan untuk membeli kue, itu ia lakukan hanya untuk mengecoh axcel.


Axcel yang memperhatikan Aldi yang masuk ke arah toko kue, mungkin Aldi membeli kue itu untuk Dira, pikirnya axcel akan terus mengikuti Aldi.


Aldi keluar dari toko kue dengan bungkusan kotak di tangannya, Aldi celingukan memantau apakah axcel masih mengikutinya atau tidak, tapi ia tidak melihat axcel, Aldi pun langsung menuju motornya dan langsung pergi dari toko tersebut.


Aldi terus melajukkan motornya dan sesekali melihat ke arah spion, dari kaca spion Aldi masih melihat axcel yang mengikutinya, Aldi melesatkan motornya dengan sangat kencang.


" sial, dia masih ngikutin gue" Ucap Aldi dalam hati, Aldi terus menaikkan gas motornya.


👋👋hai-hai gengs jangan lupa like, komen, dan vote ya dan terus ikutin ceritanya, sampai jumpa di episode selanjutnya ya.


ig@its_qilass