Perfect Partner

Perfect Partner
Rooftop



Waktu pulang sekolah, tapi mereka semua tidak pulang karena ada acara yang di selenggarakan oleh pihak sekolah entah acara apa tapi semua murid berkumpul di aula sekolah, berbeda dengan Aldi dan Dira bukannya di aula mereka berdua malah di rooftop, Dira tak suka dengan keramaian ia masa bodo tentang acara apa yang di adakan sekolah, tapi untuk Aldi ia hanya mengikuti Dira saja.


" Ra menurut loe ni ya kalo ada sahabat cewe cowo terus diantara mereka punya perasaan lebih sama sahabatnya gimana?" Dira pun langsung menolehkan kepalanya pada Aldi mencerna perkataan Aldi yang barusan di katakan, padahal itu adalah kode dari Aldi buat Dira tapi entah kenapa Dira tidak peka dengan itu.


" menurut gue mending di Pendem sih menurut gue, dari pada persahabatannya rusak iya kan"


" kok gitu, tapi kalo misalkan dia kekeh nih mau nyatain cintanya gimana?"


" ya sebenernya pilihan sih ya, terserah dia kalo misalkan sahabat yang ia suka memiliki perasaan yang sama kenapa engga, dan sebaliknya" Aldi mencerna pendapat Dira dengan seksama.


" terus kalo loe punya perasaan lebih gak buat gue?" sontak Dira tersedak oleh salvianya sendiri karena mendengar perkataan Aldi barusan.


" ng-----ngga lah buat apa gue suka sama cowok narsis kaya loe"


" tapi gue ganteng kan" ucap Aldi sambil menarik turunkan halisnya dan melihat pipi Dira yang memerah, Dira langsung memalingkan wajahnya ke sembarang arah untuk menghindari kontak mata dengan Aldi.


" kepedean loe"


" ya harus pede lah, tapi emang Faktanya gitukan?" sedikit demi sedikit Aldi tahu dengan gerak gerik yang di perlihatkan oleh Dira mungkin Dira mempunyai perasaan yang sama dengannya walaupun Dira selalu membantahnya.


selang beberapa mereka bercanda Kaila datang dengan beberapa anak OSIS di sampingnya, Kaila menghampiri Aldi yang tengah berdua dengan Dira.


" Kenapa kalian tidak di aula?"


mereka berdua pun menoleh pada asal suara tersebut dan melihat Kaila dengan beberapa anak OSIS yang mengikutinya, Aldi pun berdecak kesal dan menghampiri kaila dengan wajah yang berjarak 10 cm, Kaila mulai kikuk karena wajahnya terlalu dekat dengan Aldi.


" emang masalah buat loe"


" sebaiknya kalian segera ke aula, atau...."


" atau apa heh" jawab Aldi, dengan Dira yang memperhatikan mereka berdua begitu pun anggota OSIS yang mengikuti Kaila.


" Pokoknya kailan harus ke aula sekarang"


" kala gue gak mau gimana" tantang Aldi, Kaila pun semakin kesal menghadapi Aldi yang selalu membantah, apalagi anak OSIS yang mengikutinya tidak berani berbicara pada Aldi.


" lebih baik sekarang loe beliin gue minuman" bukannya menurut Aldi malah memerintahkan kaila untuk membeli minuman, karena ingat ganti ruginya mau tak mau Kaila pun mengikuti perintah Aldi dan melangkah meninggalkan Aldi dan Dira.


" heh kalo engga karena ganti rugi, ogah deh gue nurut sama kakak kelas yang rese itu" gumam kaila, tapi ia lupa tak meminta uang untuk membeli minuman yang di perintahkan Aldi ia pun kembali ke tempat Aldi.


" apalagi?" ucap Aldi dengan Dira yang melihatnya.


" uang" ucap kaila sambil menjulurkan tangannya pada Aldi, Aldi pun memberikan uang pada Kaila dan menyuruhnya untuk pergi karena menurutnya sangat menganggu.


Kaila pergi membeli minuman yang di perintahkan oleh Aldi, sedangkan anggota OSIS yang mengikutinya di perintahkan oleh Kaila untuk menyisir tempat lain apakah masih ada murid yang masih di kelas atau tidak.


Aldi terus tersenyum menatap Dira, tetapi Dira tak memperdulikan Aldi dan menatap pemandangan sore hari di rooftop sekolah dengan perasaan yang tak karuan.


👋👋 hai-hai segini dulu ya gengs jangan lupa like komen dan vote, terus ikutin ceritanya komen terus karena komen kalian adalah semangatku♥️♥️♥️♥️♥️


ig@its_qilass