Perfect Partner

Perfect Partner
Kembali lagi



" makasih di" jawab Dira, lalu melepaskan pelukan Aldi.


" mau ke cafe biasa?"


" boleh"


Dira dan Aldi pun turun dari roftop dengan wajah yang sama-sama bahagia, pada saat Dira dan Aldi turun dari tangga ia berpapasan dengan Kaila.


" kak, Ra" sapa Kaila, wajahnya seperti tak rela melihat Dira dan Aldi kembali dekat.


" Kai, kita duluan ya" jawab Aldi, kemudian berjalan berdampingan dengan Dira, Kaila terus menatap pada mereka berdua.


" Gue gak rela kak Aldi Deket sama Dira, tapi apalah daya mereka berdua sudah mengenal satu sama lain sebelum kak Aldi kenal sama gue" gumam Kaila, kemudian kembali pada kegiatannya.


Di parkiran Dira tak membawa motor, ia selalu di antar jemput oleh supirnya tapi kali ini ia tak di jemput karena sudah bilang pada sang kakek jika ia akan pulang bersama dengan Aldi.


" Nih, pake" kata Aldi menyodorkan helm pada Dira, Dira langsung memakai helm tersebut, tepat di samping motor Aldi adalah motor Axcel, Axcel datang menuju motornya yang mungkin tak sebagus yang dulu tapi lumayan bisa di pakai untuk ia gunakan ke sekolah.


Axcel melihat Dira, begitupun Dira dan juga Aldi, Axcel menatap Dira dengan tatapan yang sangat sendu, seakan mengartikan jika dia sangat cemburu dengan Aldi.


Tanpa melihat Axcel lebih lama, Dira langsung naik ke atas motor Aldi dan melajukan motornya keluar dari halaman sekolah.


Sedangkan dari arah lapangan Kaila berjalan dengan lesu, ia tak tahu harus pulang dengan apa sedangkan tadi pagi ia berangkat dengan Aldi, tapi Aldi sepertinya tak memperdulikannya lagi, apalagi sepertinya Aldi sudah berbaikan dengan Dira.


Kaila terus berjalan menuju gerbang, sepedanya masih rusak ia tak punya uang untuk memperbaiki sepedanya, dari jauh Axcel melihat Kaila yang sedang berjalan menyusuri jalanan dengan jalan kaki, ia pun langsung memelankan motornya.


" loe jalan?" tanya Axcel pada Kaila, Kaila pun kaget karena tiba-tiba Axcel muncul.


" eh iya kak"


" emang rumah loe dimana? gak naik bus atau angkot gitu?"


" Hehe enggak kak gak ada uang"


" ya udah loe naik dan gue anter sampe rumah"


" gak usah kak"


" serius nih?"


" Deket kok"


" Ya udah" Axcel kembali melajukan motornya, tapi Kaila masih ragu apa iya dia kuat berjalan kaki menuju rumahnya, tapi jika ia memanggil Axcel kembali, Axcel sudah sangat jauh, biarlah untuk hari ini ia berjalan kaki anggap saja ia sedang berolahraga.


***


Dira dan juga Aldi sedang menunggu pesan sambil mengobrol.


" kenapa loe gak makan, kata dokter UKS asam lambung loe kambuh karena loe skip makan siang"


" gue gak selera makan"


" Emang loe gak lemes apa, biasanya kan loe makan banyak"


" itu mah loe yang makan banyak"


" pokoknya sekarang loe makan banyak"


Makan pun tiba, dan langsung di letakan di meja dengan sangat banyak, berbagai roti di suguhkan.


" banyak banget di"


" buat loe"


" loe kira gue gajah apa yang makan banyak"


" gak mau tau pokoknya loe harus habisin tiga piring ini" kata Aldi sambil menyodorkan tiga piring dengan roti yang berbeda-beda.


" yang bener aja loe di, ini banyak"


" gak boleh ngebantah, sekarang makan dan jangan ngomong lagi"


Akhirnya Dira menyerah tak mau lagi membantah Aldi, ia memakan makanannya padahal laparnya sudah lewat jadi ia tak lapar lagi tapi karena Aldi yang memerintah mungkin karena ia khawatir dengan Dira yang pingsan tadi.


" dan ini minum loe stroberi sama air mineral" kata Aldi lagi menyodorkan minuman yang baru di letakan di meja.


" kenyang"


" habisin"


" loe ngasih makan gue atau siksa gue sih"


" gue khawatir tuan putri gue sakit, nanti pucet terus cantiknya hilang deh"


Dira tersenyum ketika Aldi mengatakan panggilan dirinya lagi, itu berarti Aldi benar-benar kembali seperti Aldi yang ia kenal, bukan Aldi yang satu Minggu kebelakang.


" baiklah pangeran kodok, gue akan habisin semuanya"


" nah gitu dong"